WhatsApp Icon
BAZNAS Demak Kukuhkan Pengurus UPZ Masjid Baitul Majid Desa Tuwang Periode 2026–2031

DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak resmi mengukuhkan dan memberikan pembinaan kepada pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Baitul Majid Desa Tuwang, Kecamatan Karanganyar, untuk periode 2026–2031. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Baitul Majid pada Minggu (20/9/2026) ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat desa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Majid, Ya'qub, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Demak dan berharap jajaran pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga para pengurus yang dilantik dapat menjadi pribadi yang baik serta mampu mengemban amanah agama dan negara di Desa Tuwang. Semoga seluruh ikhtiar kita bersama dalam memakmurkan masjid ini dicatat sebagai amal kebaikan,” ujar Ya'qub.

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Tuwang yang diwakili oleh Ustaz Abdur Rohman turut menyampaikan terima kasih atas terbentuknya kepengurusan UPZ yang diketuai oleh H. Sutikno. Pihak pemdes juga mengapresiasi keaktifan para ketua RT yang gigih menyosialisasikan gerakan ZIS kepada warga, serta menekankan pentingnya keterbukaan publik.

“Kami berharap pengurus UPZ yang dipimpin Bapak H. Sutikno dapat bekerja dengan lancar dan transparan. Setiap penarikan dan rekapitulasi harap dicantumkan secara terbuka di papan pengumuman maupun spanduk. Semoga keberadaan UPZ ini membawa manfaat nyata bagi fuqara dan masakin di desa kita,” ungkap Ustaz Abdur Rohman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua UPZ Masjid Baitul Majid terpilih, H. Sutikno, memohon doa restu agar kepengurusan baru ini konsisten membawa iklim yang lebih baik. Ia juga menyampaikan laporan penghimpunan dana ZIS yang telah berjalan di Desa Tuwang.

“Mohon doanya agar ke depan pengelolaan ZIS di desa kita semakin membaik. Perlu kami laporkan bahwa pada Tahun 2026 Masa Tanam (MT) I terkumpul ZIS sebesar Rp41.502.000, sedangkan pada MT II terhimpun Rp37.605.000. Pada kegiatan ini akan segera disalurkan santunan kepada 29 warga fakir miskin dan dhuafa,” jelas H. Sutikno.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Demak, H.M. Sulaiman, S.Pd., memberikan arahan tegas mengenai pentingnya integritas, transparansi, dan kepatuhan syariah dalam mengelola zakat. Beliau mengingatkan bahwa perjuangan mengelola ZIS selalu diwarnai tantangan.

“Pengurus UPZ harus ekstra hati-hati karena mengelola ZIS pasti ada dinamika dan ujiannya. Untuk tata kelola, pastikan pembukuan dan rekening dipisah antara akun zakat dan infak. Mengenai hak amil, batas maksimal adalah 12,5% untuk zakat dan 20% untuk infak. Hak tersebut bisa diambil untuk pengurus atau diinfakkan kembali guna mendukung operasional UPZ. Namun ingat, hukum syariatnya sah jika ada ikrar akad penyerahan terlebih dahulu sebelum disedekahkan kembali,” tegas H.M. Sulaiman.

Lebih lanjut, H.M. Sulaiman menggarisbawahi landasan syar'i gerakan penarikan zakat yang berpedoman pada Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103.

“Dalam memperjuangkan zakat, kita meneladani perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 103, ‘Khuth min amwalihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkihim biha’ yang artinya 'Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka'. Sejak zaman Sahabat Nabi SAW, mengajak umat untuk berzakat memang membutuhkan pendekatan yang tegas dan persuasif demi kemaslahatan mereka sendiri. Dalam hal ini, BAZNAS Kabupaten Demak mempermudah koordinasi teknis, di mana pihak UPZ cukup menyampaikan laporan administrasi rekapitulasinya secara rutin,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan santunan secara langsung oleh BAZNAS Kabupaten Demak bersama pengurus UPZ kepada 29 orang mustahik di Desa Tuwang.

20/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Kemenag dan BAZNAS Sinergi Luncurkan Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 untuk Perkuat Pendidikan Santri

Berita Nasional

JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memegang peranan krusial dalam memperkuat pilar pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui peluncuran resmi Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 yang diinisiasi bersama oleh BAZNAS RI dan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa kemitraan antara Kemenag dan BAZNAS tidak sekadar terjalin pada tataran struktural, melainkan bergerak secara fungsional lewat program nyata yang langsung menyasar kebutuhan mendasar lembaga pesantren. Melalui integrasi program ini, bantuan yang dialokasikan dapat disalurkan secara lebih terarah serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para santri.

“Dengan demikian, insyaallah penyaluran dana-dana umat melalui BAZNAS dapat dipertanggungjawabkan secara konkret dan terukur,” ujar Menag Nasaruddin.

Lebih lanjut, Menag mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para muzaki untuk mengoptimalkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi BAZNAS guna mendukung keberlangsungan masa depan generasi penghafal Al-Qur'an dan penuntut ilmu di pesantren.

"Karena itu saya mohon kepada para muzaki, mari menyalurkan bantuannya ke BAZNAS ya, supaya nanti bisa memberikan bantuan kepada para santri-santri kita. Nah kita berharap dengan adanya Dirjen Pondok Pesantren, dengan adanya keberpihakan BAZNAS, maka santri-santri kita itu bisa bernapas," tuturnya.

Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 hadir sebagai bantuan stimulan dari BAZNAS RI berupa dana sebesar Rp25 juta per instansi bagi pesantren yang telah terdaftar resmi di Kementerian Agama. Bantuan ini dirancang sebagai pemantik sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama merenovasi fasilitas asrama, sehingga tercipta hunian santri yang lebih layak, sehat, aman, dan kondusif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.

17/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Tingkatkan Kelayakan Sarana Santri, BAZNAS dan Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 Miliar Lewat Program Pesantren Nyaman Belajar

Berita Nasional 

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan senilai Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Penyaluran bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan serta hunian bagi para santri yang tersebar di 700 pesantren di seluruh Indonesia.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menjelaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Program ini dirancang guna memastikannya dana zakat dapat memberikan kemanfaatan yang nyata dan berkesinambungan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang layak bagi para santri.

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Rabu (16/9/2026).

Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., turut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi strategis ini. Ia menekankan bahwa program PNB tidak hanya sekadar pembenahan fisik, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun iklim pesantren yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang santri.

“Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman,” kata Menag Nasaruddin.

Menag Nasaruddin menambahkan bahwa tingginya kebutuhan pengembangan fasilitas pesantren di berbagai daerah memerlukan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak—mulai dari pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), ormas Islam, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga para muzaki dan masyarakat umum. Ia menaruh harapan besar agar program ini terdistribusi secara transparan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan melalui integrasi data pesantren milik Kementerian Agama.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan tekad BAZNAS dalam menghadirkan ruang belajar dan tempat tinggal yang aman bagi para santri. Ia memaparkan bahwa penyaluran bantuan difokuskan pada pesantren yang paling membutuhkan dukungan sarana dasar.

Idy menjelaskan, prioritas program ini ditujukan bagi pesantren yang membina minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) maupun daerah rawan bencana. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses belajar mengajar para santri di seluruh penjuru negeri dapat berjalan lebih optimal.

17/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Sinergi Dindikbud, Kemenag dan BAZNAS Demak Sukses Gelar MAPSI SMP ke-14 untuk Penguatan Karakter Islami

DEMAK — (16/09/2026) Bertempat di SMPN 1 Karangtengah Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak sukses menggelar ajang Pekan Keterampilan dan Seni Islam (MAPSI) jenjang SMP. Ajang tahunan yang berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini diselenggarakan sebagai wadah evaluasi pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta pembentukan karakter dan ketakwaan siswa. Tak hanya menjadi ruang inkubasi inovasi dan kreativitas, ajang ini juga memupuk nilai sportivitas serta semangat kebersamaan antarsiswa sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung semarak ini diikuti oleh 809 peserta dari SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Demak. Suksesnya gelaran ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara Dindikbud, Kementerian Agama (Kemenag), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Kepala Dindikbud Kabupaten Demak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. "Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran dinas, Kementerian Agama, BAZNAS, para guru pendamping, serta instansi terkait yang telah berkolaborasi aktif demi suksesnya penyelenggaraan MAPSI tahun ini," ungkapnya.

Bupati Demak turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Dindikbud Demak, Kemenag, BAZNAS, koordinator wilayah (korwil), hingga para guru pendamping yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dalam membimbing para peserta. Bupati menilai kualitas persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.

"Kegiatan MAPSI ini memiliki arti yang sangat penting sebagai ajang mengukur prestasi akademik maupun non-akademik, sekaligus membina akhlak mulia para peserta didik. Kami berharap para peserta yang tampil hari ini dapat terus dibina untuk menjadi calon-calon kontingen MTQ Kabupaten Demak di masa depan," ujar Bupati Demak.

Bupati juga menekankan bahwa penanaman nilai-nilai seni dan keterampilan Islam ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Demak dalam mewujudkan daerah yang semakin maju, bermartabat, cerdas, serta berkarakter islami. Sinergitas tiga pilar — Dindikbud, Kemenag, dan BAZNAS — menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal generasi penerus bangsa.

"Menjadi juara tentu sebuah kebanggaan, namun yang paling utama adalah terbangunnya rasa percaya diri, kejujuran, dan sportivitas. Jadikan ajang ini sebagai bagian dari proses belajar dan pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri. Mari kita bersama-sama mendorong generasi muda Demak agar terus mengukir prestasi," lanjut Bupati Demak.

Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan dari seluruh dunia pendidikan. Pemkab Demak akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan sokongan sinergis dari lembaga negeri, swasta, Kemenag, hingga BAZNAS. Kebersamaan ini diharapkan dapat mewujudkan generasi muda Demak yang cerdas secara intelektual, memiliki kedalaman iman, serta berakhlaqul karimah.

16/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan 26 Paket Ternak Ayam Petelur Mandiri Tahap II untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Ummat

DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui program pendayagunaan zakat secara produktif. Pada Selasa (15/9/2026), BAZNAS Kabupaten Demak merampungkan penyaluran bantuan Tahap II berupa 26 paket Ternak Mandiri Ayam Petelur kepada para penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kabupaten Demak. Penyaluran ini melengkapi tahap sebelumnya, di mana sebanyak 74 paket bantuan serupa telah diserahkan secara simbolis dalam acara sosialisasi dan pendistribusian Tahap I.

Program Ternak Mandiri Ayam Petelur ini diusung sebagai strategi BAZNAS Kabupaten Demak dalam memadukan penguatan ekonomi produktif dengan intervensi pencegahan stunting di tingkat keluarga. Selain memberikan sumber pendapatan harian bagi peternak, keberadaan ayam petelur produktif di lingkungan rumah tangga diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan bergizi seimbang, khususnya asupan protein hewani harian untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H.Bambang Soesetiarto,S.I.P, menekankan bahwa program ini tidak sekadar memberikan modal usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis daerah dalam mengatasi risiko stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. "Melalui program ayam petelur mandiri ini, kami ingin membangun dua fondasi sekaligus: penguatan ekonomi produktif keluarga dan ketahanan pangan berbasis pemenuhan gizi harian. Kami berharap para penerima manfaat dapat mengelola bantuan ini secara konsisten, sehingga hasilnya tidak hanya menopang kebutuhan ekonomi harian tetapi juga memastikan gizi keluarga terpenuhi agar anak-anak terbebas dari risiko stunting," ujarnya.

Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari salah satu penerima manfaat program, Heru Santoso, saat menerima paket ternak mandiri tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Demak dan para donatur yang telah mengamanahkan zakatnya.

"Saya Heru Santoso, mengucapkan terima kasih banyak untuk para muzakki BAZNAS Kabupaten Demak atas bantuannya berupa satu paket ternak mandiri ayam petelur. Semoga kedepannya menjadi berkah, barokah, dan bermanfaat, khususnya bagi penerima bantuan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Demak. Dari zakat, terbitlah kemandirian umat," ujar Heru.

Ia juga menunjukkan kondisi ternak ayam petelur di kandangnya yang sudah mulai berproduksi. "Dari 16 ayam petelur Sudah bertelur 5-10 telur dalam sehari. Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi," tambah Heru dengan penuh optimisme.

Program pemberdayaan ini menjadi bukti nyata manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dan akuntabel oleh BAZNAS Kabupaten Demak demi mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ummat secara berkelanjutan.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak.

Bersama BAZNAS, zakat yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah dan produktif untuk memberdayakan ekonomi ummat serta menghadirkan kemandirian bagi sesama. Tunaikan zakat Anda sekarang dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan ini

15/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak

Berita Terbaru

BAZNAS dan Kemenhaj Sinergikan Pengelolaan DAM Haji untuk Pengentasan Stunting di Indonesia
BAZNAS dan Kemenhaj Sinergikan Pengelolaan DAM Haji untuk Pengentasan Stunting di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperkuat komitmen keumatan melalui langkah strategis kolaboratif dalam mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan DAM (fidyah/denda) jemaah haji. Langkah progresif ini tidak hanya berfokus pada efisiensi ibadah, tetapi juga membuka peluang besar pemanfaatan daging DAM secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan di dalam negeri, khususnya dalam mendukung program percepatan perbaikan gizi nasional dan penanganan stunting. Inisiatif mulia tersebut mengemuka dalam forum audiensi strategis yang dilangsungkan di Gedung Kemenhaj, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., didampingi oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pengendalian dan Evaluasi Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, M.Si., Deputi I BAZNAS RI H. Arifin Purwakananta, M.Ikom., serta Stafsus BAZNAS RI Umar Hadi Gumilar, S.Pd. Dari jajaran kementerian, hadir Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., M.Si., beserta Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Rahardjo. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa BAZNAS menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi penunaian DAM Haji jemaah Indonesia langsung di Tanah Air. Menurutnya, potensi besar yang lahir dari pelaksanaan DAM jemaah haji Indonesia ini akan membawa multiplier effect yang luar biasa bagi kesejahteraan sosial masyarakat dhuafa di berbagai pelosok Nusantara. "Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik. Menanggapi gagasan tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., menyambut baik rencana transformatif pelaksanaan DAM Haji di Indonesia. Kendati demikian, beliau menekankan pentingnya kehati-hatian dengan terus mengkaji aspek komprehensif yang meliputi hukum syariah, kesehatan hewan, regulasi yang berlaku, serta fatwa-fatwa ulama. Lebih lanjut, Menteri Kemenhaj menggarisbawahi bahwa fatwa keagamaan bersifat dinamis dan dapat dikaji ulang melalui metodologi penentuan hukum yang tepat demi kemaslahatan umat. Terkait fleksibilitas penunaian, beliau menjelaskan bahwa jemaah diberikan kebebasan sesuai dengan keyakinan yang dianut masing-masing. "Mengenai pembayaran DAM, apakah pembayaran dilakukan di Indonesia atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci," tutur Irfan Yusuf Hasyim. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menambahkan dimensi operasional lain yang tak kalah strategis. BAZNAS menyatakan kesiapannya dalam menerima distribusi daging DAM yang telah diolah dan dikemas di Arab Saudi untuk kemudian dikalengkan dan disalurkan secara luas melalui jaringan distribusi kemanusiaan BAZNAS di seluruh daerah. "Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ungkap Rizaludin. Rizaludin memperkirakan bahwa melalui skema pengolahan dan pengemasan modern ini, distribusi daging DAM berpotensi menghasilkan sekitar 4 hingga 5 juta kaleng pangan bergizi. Angka fantastis ini diyakini mampu menjadi pilar kekuatan baru dalam penanggulangan darurat bencana sekaligus mengakselerasi program pengentasan stunting demi mewujudkan ketahanan gizi anak bangsa.
BERITA02/09/2026 | humas-baznas demak
Mandjha Ivan Gunawan Salurkan Donasi Rp250 Juta Melalui BAZNAS untuk Korban Gempa NTT
Mandjha Ivan Gunawan Salurkan Donasi Rp250 Juta Melalui BAZNAS untuk Korban Gempa NTT
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima amanah penyaluran dana kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana. Kali ini, BAZNAS menggandeng jenama fesyen terkemuka Mandjha Ivan Gunawan yang menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta guna membantu penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berarti ini dihimpun dari sebagian keuntungan penjualan produk Mandjha, di mana setiap pembelian yang dilakukan oleh konsumen turut serta menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi sesama. Penyerahan donasi tersebut dilangsungkan secara simbolis di Jakarta International Convention Center, Jakarta. Desainer kenamaan sekaligus figur publik Ivan Gunawan menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM. Melalui langkah ini, Ivan berharap aktivitas berbelanja tidak sekadar memberikan kepuasan bagi konsumen, melainkan menjadi ladang kepedulian yang berkelanjutan bagi masyarakat yang tengah dilanda musibah. Konsistensi kepedulian sosial yang diusung Mandjha Ivan Gunawan bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, jenama fesyen ini telah rutin mengalirkan uluran tangan untuk berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari masyarakat terdampak konflik di Palestina, para guru honorer, hingga korban bencana banjir di Sumatera. Kini, kepedulian tersebut diarahkan sepenuhnya untuk meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang berjuang bangkit dari dampak gempa. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh Ivan Gunawan kepada BAZNAS RI sebagai jembatan kebaikan. "Terima kasih kepada Mandjha by Ivan Gunawan yang terus konsisten membersamai BAZNAS dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, termasuk di NTT. BAZNAS akan segera menyalurkan amanah ini kepada saudara-saudara kita di NTT," ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/8/2026). Ia juga berharap kolaborasi mulia ini dapat menginspirasi berbagai pihak lain untuk turut ambil bagian dalam gerakan solidaritas kemanusiaan. Sementara itu, Ivan Gunawan mengungkapkan alasan utamanya kembali mempercayakan penyaluran donasi kepada BAZNAS RI. Menurutnya, rekam jejak kerja sama yang telah terjalin lama membuktikan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang amanah serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. "Hari ini saya jadikan momentum juga di mana saya bersama dengan brand-brand saya berniat untuk bisa ikut berdonasi untuk sahabat-sahabat kita yang ada di NTT. Dan seperti biasa, saya mempercayakan donasi saya kepada BAZNAS," tutur Ivan. Rencananya, alokasi dana bantuan sebesar Rp250 juta tersebut akan difokuskan untuk pembangunan sumur atau penyediaan fasilitas air bersih di berbagai titik pengungsian di NTT. Ivan berharap, fasilitas krusial tersebut tidak hanya membantu meringankan masa tanggap darurat, tetapi juga terus memberikan manfaat jangka panjang bagi warga setelah masa pemulihan usai. "Saya tidak spesifik minta titiknya di mana, tetapi di titik-titik yang memang banyak pengungsinya. Saya titipkan tidak banyak, Rp250 juta, insyaallah bisa bermanfaat," tambahnya. Ia pun menegaskan kekagumannya terhadap integritas lembaga zakat nasional ini. "BAZNAS bukan hanya sekadar lembaga, tetapi juga punya hati yang luar biasa. Insyaallah, BAZNAS amanah dalam menerima dan menyalurkan apa pun yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan orang banyak." Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, turut memberikan apresiasi tinggi kepada Ivan Gunawan beserta seluruh pelanggan setia Mandjha yang telah berdonasi secara tidak langsung melalui produk fesyen yang mereka beli. "Setiap belanja di Mandjha, itu ada harapan buat saudara kita yang terkena musibah. Untuk bantuan ini selanjutnya BAZNAS akan segera mengeksekusi agar manfaatnya bisa diterima dan membantu menguatkan saudara kita di NTT," pungkas Fitriansyah.
BERITA31/08/2026 | humas-baznas demak
Berdayakan Ekonomi Mustahik Sekaligus Jamu Muktamirin, BAZNAS Hadirkan 15.000 Porsi ZChicken Gratis di Muktamar NU
Berdayakan Ekonomi Mustahik Sekaligus Jamu Muktamirin, BAZNAS Hadirkan 15.000 Porsi ZChicken Gratis di Muktamar NU
Berita Nasional Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mendadak bergemuruh dalam suasana yang sarat akan kehangatan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang mendalam. Kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di tengah-tengah ribuan peserta atau muktamirin berhasil menjadi magnet serta membawa warna tersendiri yang membahagiakan. Melalui program pemberdayaan ekonomi mustahik yang unggul yakni ZChicken, BAZNAS menyalurkan 15.000 paket konsumsi lezat berkualitas tinggi. Langkah mulia ini tidak sekadar didedikasikan untuk meringankan beban logistik para muktamirin, melainkan juga berfungsi sebagai strategi taktis guna memperkenalkan produk-produk unggulan binaan zakat secara luas kepada umat. Pemandangan penuh keteladanan pun tampak nyata di lokasi kegiatan ketika Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., turun tangan langsung mengenakan celemek ala koki profesional. Di tengah padatnya jadwal dan hiruk-pikuk acara akbar tersebut, beliau dengan penuh kerendahan hati dan ramah tamah meracik serta menggoreng langsung ayam ZChicken. Aksi inspiratif ini didampingi pula oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya yang turut berbaur hangat, melayani antrean panjang para muktamirin dengan senyuman tulus. “Bantuan ZChicken ini disebar di 10 titik melalui 23 tahap penyaluran dengan total 15.000 paket selama lima hari perhelatan, yang menjadi wujud nyata kontribusi BAZNAS untuk menyukseskan Muktamar sebagai bagian dari amanat syariah fi sabilillah.” Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. (Ketua BAZNAS RI) Lebih lanjut, Dr. Sodik menegaskan bahwa pencapaian gemilang program ZChicken bukanlah hasil yang instan, melainkan buah manis dari proses pembinaan jangka panjang yang dijalankan BAZNAS secara konsisten dan terukur. Para mustahik penerima manfaat mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari pelatihan standar memasak profesional, pembekalan modal kerja, hingga penyediaan perlengkapan usaha yang komprehensif. Pendekatan holistik ini terbukti ampuh mengangkat taraf hidup keluarga mustahik keluar dari lingkaran kemiskinan menuju gerbang kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. “Jadi kita bina proses standarnya, bagaimana proses masaknya. Itu memang kita tetapkan, kemudian kita latihkan dan kita berikan modal, alat, dan lain-lain. Sampai kepada standardisasi dan pelatihannya.” Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. (Ketua BAZNAS RI) Aroma gurih ayam goreng hangat yang disajikan langsung oleh para mustahik ini sukses mengobati rasa lelah para peserta muktamar setelah seharian mengikuti rangkaian sidang dan agenda yang padat. Antusiasme tinggi terpancar jelas dari raut wajah para muktamirin yang mengantre dengan tertib dan penuh suka cita. “Ayamnya renyah, gurih. Alhamdulillah. Kaget juga tadi yang bagiin langsung Pak Ketua BAZNAS pakai celemek, rasanya pas dan kemasannya sudah seperti yang ada di toko-toko ayam goreng yang sudah besar.” Peserta Muktamar asal Jawa Timur Tidak hanya memanjakan selera peserta melalui kelezatan kuliner ZChicken, partisipasi aktif BAZNAS dalam Muktamar Ke-35 NU juga dirangkai dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial yang komprehensif. BAZNAS turut mendirikan posko-posko kesehatan siaga serta mendistribusikan ribuan paket kebersihan guna menjamin kenyamanan seluruh peserta. Sinergi mulia ini semakin paripurna tatkala BAZNAS menggandeng kader muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam gerakan Carbon Warrior untuk menjaga kebersihan lingkungan muktamar, serta menyalurkan 2.500 beasiswa pendidikan bagi para santri sebagai bentuk komitmen nyata dalam menebar kemaslahatan umat secara berkesinambungan.
BERITA29/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Darurat untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Darurat untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak guna mempercepat penanganan darurat bagi para penyintas. Pos-pos layanan yang didirikan oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ini menyediakan beragam fasilitas esensial, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, hingga masjid darurat yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, serta Manggarai Timur. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa kehadiran pos layanan tersebut merupakan wujud komitmen kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan para penyintas memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. "Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026). Sodik menambahkan, fokus respons BAZNAS tidak hanya terbatas pada penyaluran logistik semata, melainkan juga mencakup pemenuhan jaminan kesehatan dan fasilitas ibadah bagi warga yang berada di lokasi pengungsian. "Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya. Selain itu, pendirian masjid darurat diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta kembali menyediakan ruang bagi warga untuk menjalankan ibadah di tengah situasi pascabencana. BAZNAS berkomitmen untuk terus memantau situasi dan siap menambah cakupan layanan seiring dengan dinamika kebutuhan di lapangan guna meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. "Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," pungkas Sodik.
BERITA29/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Jangkau Pelosok Pulau Palue untuk Salurkan Bantuan Logistik Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Jangkau Pelosok Pulau Palue untuk Salurkan Bantuan Logistik Penyintas Gempa NTT
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menjangkau wilayah terisolasi demi menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) bagi para penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan berat harus ditempuh oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang terpaksa mengarungi lautan selama 3 hingga 4 jam untuk mencapai pulau terpencil yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere tersebut. Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, bencana gempa ini telah merusak 1.058 rumah warga, mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat, 15 luka ringan, serta merenggut satu korban jiwa di wilayah berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa itu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa lembaganya senantiasa berupaya maksimal menghadirkan uluran tangan bagi masyarakat yang berada di wilayah pelosok. "Kami berkomitmen menembus batas geografis untuk memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di pelosok Palue," ungkap Idy Muzayyad dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (29/8/2026). Sesampainya di daratan Palue, perjuangan tim berlanjut dengan menyusuri medan darat berbukit demi mendistribusikan langsung beras, minyak goreng, gula, biskuit, serta mi instan kepada para warga di titik-titik pengungsian. BAZNAS sendiri telah mematok target penyaluran sebanyak 1.000 paket sembako yang akan digelontorkan secara bertahap menyesuaikan situasi di lapangan, di samping seruan kepada publik luas untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di NTT agar tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa sulit. Kehadiran tim kemanusiaan ini disambut dengan perasaan haru dan penuh syukur oleh para penyintas di lokasi pengungsian. Y. Sawe, selaku perwakilan warga terdampak, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat BAZNAS dalam mendampingi masyarakat sejak masa darurat pascabencana. "Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima pada sore hari ini, dan kami sangat bangga atas dukungannya ketika kami mengalami bencana gempa ini," tutur Y. Sawe dengan penuh haru. Aksi sigap di Pulau Palue ini melengkapi rangkaian respons darurat BAZNAS RI sebelumnya, mulai dari penyaluran logistik di Posko Golo Conggo Kabupaten Manggarai, pendirian 16 pos layanan kemanusiaan, pengoperasian dapur umum dan layanan kesehatan mobile RSB, pembangunan masjid darurat, hingga penyiapan dukungan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa demi memulihkan kehidupan para penyintas secara menyeluruh.
BERITA29/08/2026 | humas-baznas demak
Dari Dapur Umum BAZNAS, Kisah Mashita Guru Penyintas Gempa NTT yang Bangkit dan Kuatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Kisah Mashita Guru Penyintas Gempa NTT yang Bangkit dan Kuatkan Sesama
Berita Nasional Di tengah kepedihan mendalam akibat guncangan gempa bumi yang meluluhlantakkan wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat kemanusiaan justru bersinar terang dari bilik-bilik Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu kisah inspiratif datang dari Mashita, seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok, warga Desa Salama, Kecamatan Reok (Reo), yang memilih untuk bangkit dan mendedikasikan dirinya sebagai relawan kemanusiaan meskipun ia sendiri merupakan korban terdampak bencana. Musibah gempa tersebut meninggalkan duka berat bagi Mashita dan keluarganya. Rumah tempat ia bernaung hancur rata dengan tanah, memaksa kedua orang tuanya hingga kini harus bertahan hidup di posko-posko pengungsian darurat karena kondisi hunian yang belum aman untuk ditempati. Peristiwa menegangkan bermula ketika gempa hebat mengguncang saat Mashita tengah mengajar di pesantren. Di tengah kepanikan massal, naluri keibuannya sebagai pendidik langsung terpanggil untuk memprioritaskan keselamatan para santri sebelum memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Setelah memastikan seluruh anak didiknya berkumpul dengan selamat di tempat terbuka, barulah ia dapat bernapas lega dan segera menghubungi orang tuanya untuk memastikan keadaan mereka di rumah. Bagi Mashita, harta benda dan bangunan rumah yang hancur masih dapat dibangun kembali di kemudian hari, namun keselamatan nyawa jiwa-jiwa terkasih jauh lebih berharga. Alih-alih meratapi nasib di tenda pengungsian, Mashita memilih untuk menyalurkan energi dan kepeduliannya dengan bergabung bersama BAZNAS menghidupkan dapur umum. Setiap hari, tepat selepas salat Subuh, ia bahu-membahu bersama para relawan lainnya meracik dan menyiapkan ratusan porsi makanan bergizi bagi para penyintas. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program kemanusiaan BAZNAS. Setiap harinya, dapur umum BAZNAS secara konsisten memproduksi sebanyak 250 porsi makanan siap saji. Paket-paket pangan tersebut kemudian didistribusikan secara masif ke berbagai kampung serta posko-posko mandiri yang belum terjangkau atau belum menerima suplai logistik yang memadai. Lebih dari sekadar bantuan pangan pemenuhan kebutuhan jasmani, seporsi makanan hangat dari BAZNAS ini dimaknai oleh Mashita sebagai simbol kepedulian nyata untuk menguatkan mental warga yang tengah diuji masa-masa krisis. Sebagai seseorang yang merasakan langsung pahitnya kehilangan tempat tinggal dan rasa aman, Mashita memiliki kepekaan mendalam terhadap penderitaan sesama penyintas. Pengalaman traumatis tersebut justru menjadi bahan bakar utama bagi keteguhan hatinya untuk terus bergerak meringankan beban orang lain. "Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," tegas Mashita penuh keteguhan. Kehadiran dapur umum BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi logistik, melainkan menjelma menjadi ruang pemulihan kolektif (healing space) bagi Mashita dan masyarakat NTT. Di tempat ini, ia tidak diposisikan semata-mata sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai aktor aktif yang ikut merangkul dan menyalurkan harapan bagi sesama warga yang tertimpa musibah. Meski realitas hari ini menunjukkan bahwa rumah tinggalnya belum pulih dan kedua orang tuanya masih tinggal di posko pengungsian, Mashita membuktikan bahwa proses kebangkitan (recovery) sejati tidak harus menunggu seluruh aset materi kembali utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap memiliki kelapangan hati untuk mengulurkan tangan menolong sesama, kendati diri sendiri tengah berada dalam keterbatasan ruang gerak. "Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," pungkasnya dengan penuh asa.
BERITA27/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026
BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026
Demak, 27 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026. Bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, bantuan pendidikan tersebut disalurkan kepada 40 santri penghafal Al-Qur’an yang berasal dari sejumlah pesantren di Kabupaten Demak, dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp120.000.000. Program Beasiswa Santri Tahfidz merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Demak di bidang pendidikan. Program ini ditujukan untuk memberikan dukungan kepada para santri yang tengah menempuh proses menghafal Al-Qur’an, sehingga mereka dapat menjalani pendidikan dan proses tahfidz dengan lebih baik. Selain memberikan bantuan pendidikan, program ini juga menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada tahun 2026, jumlah penerima Beasiswa Santri Tahfidz mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada periode sebelumnya penerima tidak lebih dari 30 santri, tahun ini BAZNAS Kabupaten Demak memberikan dukungan kepada 40 santri. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak, Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Administrasi Umum, Drs. H. Saerozi, M.SI., dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah penerima beasiswa. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan sebuah anugerah sekaligus bentuk perhatian terhadap para santri yang sedang berjuang menghafalkan Kalamullah. “Bersyukur kepada Allah, di tahun sebelumnya penerima Beasantri Tahfidz tidak lebih dari 30, dan alhamdulillah tahun 2026 penerima Beasantri Tahfidz bertambah menjadi 40 santri. Itu merupakan sebuah anugerah,” ujar Saerozi. Ia berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak hanya memandang program tersebut dari sisi bantuan yang diterima, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk semakin bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan yang mulia sehingga proses menghafal harus dijalani dengan kesungguhan dan istiqamah. “Jangan berpikir yang di luar dulu. Penghafal Al-Qur’an nanti akan menjadi mutiara-mutiara. Hafalan Al-Qur’an itu tidak sembarang. Penghafal Al-Qur’an harus selesai, jangan berhenti di tengah jalan,” pesannya. Lebih lanjut, Saerozi menekankan pentingnya istiqamah dalam menjaga hafalan. Para santri diminta untuk senantiasa menaati aturan yang telah ditetapkan oleh guru dan pesantren. Nasihat dari guru, menurutnya, harus diterima sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan keberhasilan seorang santri dalam menuntut ilmu. “Cara istiqamah itu salah satunya tunduk kepada aturan guru dan pesantren. Apa yang dikatakan guru itu nasihat,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan sebuah amanah besar. Ketika ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan dengan pikiran, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan, maka Al-Qur’an diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih baik. “Jenengan makhluk pilihan yang dimuliakan Allah SWT, calon penghuni surga. Dari niat yang mungkin terpaksa hingga menjadi tawakal dari hati seseorang. Termasuk Al-Qur’an hidup, Al-Qur’an sudah masuk pikiran dan hati. Maka harus dijaga menjadi baik,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan pentingnya memuliakan para penghafal dan ahli Al-Qur’an. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an harus tercermin dalam keseharian, baik melalui membaca, menghafal, memahami, maupun mengamalkannya. Saerozi juga mengingatkan bahwa setiap perjuangan dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an memiliki nilai ibadah. Bahkan bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam membaca atau menghafal, tetapi tetap bersungguh-sungguh dan istiqamah, terdapat keutamaan dan pahala yang besar. “Barang siapa membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam menghafal, tetapi dia istiqamah dalam menghafal, dia mendapat pahala yang besar,” jelasnya. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat bagi para penerima Beasiswa Santri Tahfidz agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam proses menghafal. Sebab, perjalanan menjadi seorang hafidz dan hafidzah membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan dari lingkungan pendidikan dan keluarga. Melalui penyaluran Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan pendidikan para santri sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Demak dalam menghadirkan manfaat dana ZIS bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan generasi muda dan mencetak insan yang dekat dengan Al-Qur’an. BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam gerakan kebaikan dengan menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak infak dan sedekah. Dukungan masyarakat melalui ZIS menjadi kekuatan penting agar berbagai program pendidikan, termasuk Beasiswa Santri Tahfidz, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Demak. Mari tunaikan zakat dan perbanyak amal kebaikan melalui infak dan sedekah. Bersama BAZNAS Kabupaten Demak, dukung lahirnya generasi Qur’ani dan bantu wujudkan pendidikan yang lebih baik bagi para santri di Kabupaten Demak.
BERITA27/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Korban Gempa Manggarai NTT
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Korban Gempa Manggarai NTT
Berita Nasional Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta komitmen dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bergerak cepat dengan menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) bagi para penyintas gempa bumi di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (24/8/2026). Bantuan kemanusiaan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak warga terdampak yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses logistik di tengah masa tanggap darurat. Paket bantuan pangan yang didistribusikan memuat berbagai komoditas esensial sehari-hari, meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, biskuit, serta mi instan. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan serta meringankan beban dapur para keluarga penyintas selama berada di posko pengungsian. Penyaluran bantuan strategis ini dilakukan secara langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., yang hadir di lokasi bersama Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, serta Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., untuk meninjau langsung kondisi riil masyarakat di lapangan. Dalam keterangannya, Idy menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar senantiasa menjadi prioritas utama BAZNAS dalam merespons situasi bencana. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. Lebih lanjut, Idy menyampaikan bahwa dalam tahap awal masa tanggap darurat ini, BAZNAS menargetkan penyaluran hingga 1.000 paket sembako yang akan didistribusikan secara bertahap dan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan. Selain paket logistik pangan, BAZNAS juga mengerahkan berbagai layanan pendukung terpadu guna memastikan kesejahteraan para penyintas tetap terjaga. Berbagai fasilitas darurat seperti dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga pos layanan kesehatan telah dioperasikan dan masih terus berlangsung hingga kini. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelas Idy. Di akhir keterangannya, Idy menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh muzaki dan dermawan yang telah senantiasa mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, sehingga aksi-aksi kemanusiaan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. "BAZNAS mengucapan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujarnya. Kehadiran BAZNAS di lokasi bencana turut dirasakan langsung manfaatnya oleh para penyintas. Salah seorang penerima manfaat yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kamaruddin Abdullah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tulus atas uluran tangan para muzaki melalui BAZNAS. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS dari NTB menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," ungkap Kamaruddin. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," tambahnya.
BERITA25/08/2026 | humas-baznas demak
Bantu Penyintas Gempa NTT, BAZNAS Kerahkan Layanan Kesehatan Mobile hingga Pelosok
Bantu Penyintas Gempa NTT, BAZNAS Kerahkan Layanan Kesehatan Mobile hingga Pelosok
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat melalui aksi cepat tanggap di lokasi bencana. Kali ini, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan mobile melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) guna menjangkau para penyintas gempa bumi yang tersebar hingga ke wilayah pelosok Kecamatan Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pelaksanaannya, tim medis bergerak secara proaktif menyisir posko-posko pengungsian mandiri serta pemukiman warga yang sulit diakses oleh kendaraan roda empat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa langkah jemput bola ini sangat krusial demi memastikan seluruh korban terdampak—khususnya lansia dan anak-anak—mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala geografis. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” jelas Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Senada dengan hal tersebut, dr. Moch Raedy Noor Rizki selaku bagian dari tim medis RSB BAZNAS mengungkapkan bahwa ratusan pasien telah berhasil ditangani setiap harinya berkat mobilitas tinggi tim di lapangan yang menjangkau titik-titik terjauh. Kehadiran tim medis ini turut mendapat apresiasi mendalam dari tokoh lokal, salah satunya Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo sekaligus fasilitator posko medis, Ustaz Jiyanto. Ia menyebutkan bahwa warga di wilayah terluar seperti Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat, menyambut gembira layanan menyeluruh yang meliputi pemeriksaan hingga pembagian obat gratis ini. Melalui sinergi kebaikan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan fisik melalui layanan RSB dan penyediaan masjid darurat serta sanitasi, tetapi juga mendistribusikan logistik sembako melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Menutup rangkaian aksi kemanusiaan ini, BAZNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengulurkan tangan meringankan beban para penyintas. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” pungkas Idy.
BERITA24/08/2026 | humas-baznas demak
Wujud Nyata Madrasah Aman Tanggap Bencana, SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Gempa NTT Melalui BAZNAS Demak
Wujud Nyata Madrasah Aman Tanggap Bencana, SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Gempa NTT Melalui BAZNAS Demak
Demak (24/08/2026) Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Demak. SMA Islam Miftahul Huda Jatisono, Kecamatan Gajah, sukses menggalang dan menyalurkan dana kemanusiaan sebesar Rp 1.250.000,- guna membantu para korban terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan secara resmi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak sebagai wujud komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan antarsesama. Aksi penggalangan dana ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari para siswa, dewan guru, hingga staf kependidikan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mereka secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki demi meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah. Pihak sekolah berharap inisiatif mulia ini tidak hanya bermanfaat bagi para penerima di lokasi bencana, tetapi juga membawa keberkahan serta menjadi ladang amal bagi seluruh warga sekolah yang telah berpartisipasi. Langkah humanis ini semakin mengukuhkan peran penting SMA Islam Miftahul Huda Jatisono Gajah sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap isu-isu kemanusiaan. Perlu diketahui, pada bulan Juli lalu, sekolah ini resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB). Program kolaboratif strategis tersebut merupakan sinergi yang apik antara BAZNAS Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Demak, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak dini di lingkungan satuan pendidikan. Melalui implementasi program MANTAB, pihak sekolah bersama BAZNAS Demak menaruh harapan besar agar budaya tanggap darurat dan jiwa solidaritas sosial terus tumbuh subur di kalangan generasi muda. Penyaluran donasi kemanusiaan untuk NTT ini menjadi bukti konkret bahwa pembentukan karakter peduli sesama di sekolah tersebut berjalan dengan baik. Para siswa dididik untuk tidak hanya tangguh secara fisik menghadapi potensi bencana, namun juga memiliki kepekaan nurani yang tinggi tatkala saudara sebangsa di daerah lain tengah menghadapi ujian berat. BAZNAS Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas sinergi serta kepercayaan yang diberikan oleh keluarga besar SMA Islam Miftahul Huda Gajah. Mari terus kuatkanulur tangan dan ringankan beban sesama melalui program sedekah infak kebencanaan. Salurkan donasi terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Demak di Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada nomor 001601002118569 atau melalui Bank Jateng pada nomor 2031445607 atas nama BAZNAS Kabupaten Demak. Konfirmasi Layanan Donasi Bencana BAZNAS Kabupaten Demak +62 821-3446-6112 +62 895-3636-44673 +62 819-4433-6839
BERITA24/08/2026 | humas-baznas demak
Pulihkan Semangat Spiritual Penyintas Gempa NTT, BAZNAS RI Bangun Tiga Masjid Darurat
Pulihkan Semangat Spiritual Penyintas Gempa NTT, BAZNAS RI Bangun Tiga Masjid Darurat
Berita Nasional Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat menghadirkan tiga masjid darurat guna memenuhi kebutuhan sarana peribadatan warga terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah cepat ini diambil mengingat tempat ibadah merupakan pusat ketenangan spiritual yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah masa pemulihan pascabencana yang sarat akan keterbatasan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ibadah sementara ini adalah wujud kepedulian mendalam serta tanggung jawab kemanusiaan lembaganya terhadap para penyintas gempa di NTT. “Kami sangat berduka atas bencana gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Saat ini BAZNAS terus mengerahkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini,” kata Sodik dalam keterangan tertulis pada Minggu (23/8/2026). Lebih lanjut, Sodik memaparkan bahwa kerusakan parah akibat guncangan gempa tidak sekadar merobohkan rumah warga dan fasilitas umum, melainkan juga melumpuhkan bangunan masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan sehari-hari. Berkat sinergi yang kuat antara para relawan kemanusiaan dan partisipasi aktif masyarakat setempat yang bergotong royong, pembangunan tiga masjid darurat dapat segera direalisasikan demi menjamin kenyamanan serta keamanan warga dalam menunaikan kewajiban agama. “Kita ketahui banyak bangunan yang rusak parah, termasuk masjid. Karena itu, sementara ini kami berupaya menghadirkan tiga masjid darurat agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman selama proses pemulihan berlangsung. Alhamdulillah, banyak relawan dan masyarakat turut membantu mendirikan masjid darurat ini,” ujarnya. Penyebaran pembangunan ketiga masjid darurat ini difokuskan di beberapa titik krusial, yakni di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, serta dua titik lainnya yang berlokasi di Kampung Kajulaki dan Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Laporan langsung dari lapangan yang disampaikan oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Deden Nurjaman, mengonfirmasi bahwa salah satu titik pembangunan bertempat di halaman Masjid Darul Arqam Talage, Manggarai Timur, yang mengalami kerusakan berat hingga tidak layak pakai. Dengan mengusung dimensi bangunan berukuran 10x12 meter yang dikerjakan secara bahu-membahu bersama warga, proses konstruksi ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar jamaah dapat segera memanfaatkannya kembali. “Alhamdulillah, per hari ini, insyaallah dalam tiga sampai empat hari ke depan masjid ini sudah bisa digunakan. Insyaallah, salat Jumat pada pekan depan juga sudah dapat dilaksanakan secara berjamaah bersama warga,” kata Deden. Antusiasme dan rasa syukur yang mendalam turut diungkapkan oleh Pengurus Masjid Darul Arqam Talage, Ahmad Said. Ia mengenang detik-detik menegangkan ketika gempa mengguncang wilayah tersebut tepat seusai pelaksanaan salat Subuh, di mana sebagian jemaah masih berada di dalam masjid untuk beriktikaf. Kehadiran BAZNAS dinilai menjadi angin segar yang meringankan beban psikologis serta memudahkan umat kembali mendirikan salat berjamaah. “Terima kasih banyak kepada BAZNAS yang telah membantu umat secara keseluruhan, khususnya umat di Sambi Rampas. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan BAZNAS,” ucap Ahmad. Selain menginisiasi pembangunan fasilitas ibadah darurat, BAZNAS sebelumnya telah mengerahkan personel terlatih dari unsur BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Berbagai suplai logistik krusial seperti bantuan pangan, operasional dapur umum, hingga penyediaan dapur air bersih juga terus digelontorkan guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas gempa di NTT dapat berjalan secara optimal.
BERITA23/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Salurkan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
BAZNAS RI Salurkan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali hadir memberikan uluran tangan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Kali ini, BAZNAS mendistribusikan 1.900 porsi makanan siap saji guna mencukupi kebutuhan pangan ribuan warga terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa langkah cepat ini diambil demi menjaga ketahanan fisik serta kesehatan para pengungsi yang berada dalam situasi darurat bencana. "Kami terus memastikan kebutuhan dasar seluruh korban terdampak gempa di Manggarai Timur terpenuhi secara cepat dan merata melalui dapur umum BAZNAS," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/8/2026). Selain mengoperasikan dapur umum, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga aktif menyisir permukiman warga untuk memetakan kebutuhan logistik susulan yang paling mendesak. BAZNAS turut memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan relawan lokal guna mempercepat proses evakuasi serta pemulihan pascabencana. "Kehadiran BAZNAS di lapangan merupakan amanah dari para donatur dan muzaki untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," tambah Idy. Di lapangan, personel Tim BTB RI, Dede Nurjaman, menjelaskan bahwa penanganan darurat ini juga mencakup penyediaan fasilitas dapur air guna menyuplai kebutuhan susu anak-anak, teh, kopi, serta makanan ringan bagi pengungsi. Bantuan makanan siap saji tersebut disalurkan langsung ke berbagai posko pengungsian di Kecamatan Sambi Rampas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 137 hingga 800 jiwa di setiap titiknya. "Makanan siap saji ini kami antarkan langsung ke titik-titik posko pengungsian agar para korban gempa dapat mengonsumsinya secara tepat waktu," ujar Dede. Sebagai bentuk pelayanan yang komprehensif, BAZNAS RI juga mendirikan Posko Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta memberikan dukungan terbaik bagi para penyintas melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS di baznas.go.id/sedekahbencana. BAZNAS Kabupaten Demak telah membuka posko penerimaan donasi kemanusiaan melalui beberapa kanal transfer perbankan, yakni rekening BRI Donasi Bencana BAZNAS Kab Demak Nomor Rekening 001601002118569 serta rekening Bank Jateng Donasi Bencana BAZNAS Kab Demak Nomor Rekening 2031445607. Konfirmasi Layanan Donasi Bencana BAZNAS Kabupaten Demak +62 821-3446-6112 +62 895-3636-44673 +62 819-4433-6839
BERITA22/08/2026 | humas-baznas demak
Peduli Korban Gempa Flores NTT, BAZNAS Demak Buka Saluran Donasi Kemanusiaan
Peduli Korban Gempa Flores NTT, BAZNAS Demak Buka Saluran Donasi Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 20 Agustus 2026, bencana alam tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa serta memaksa ribuan warga terdampak untuk mengungsi di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana darurat. Dalam situasi krisis ini, para penyintas gempa di Flores sangat membutuhkan uluran tangan berupa pasokan logistik esensial, seperti bahan makanan pokok, air bersih, selimut layak pakai, tenda pengungsian, hingga berbagai perlengkapan khusus bayi. Keterbatasan akses dan fasilitas di lokasi pengungsian membuat bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat luar daerah menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para korban selamat. Menanggapi bencana kemanusiaan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., mengajak seluruh masyarakat luas untuk bahu-membahu meringankan beban penderitaan yang tengah dirasakan oleh saudara-saudara kita di NTT. Beliau menegaskan bahwa aksi kepedulian tidak harus menunggu dalam jumlah besar, melainkan sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi proses kebangkitan para korban. "Mari hadirkan kepedulian dan kuatkan kemanusiaan untuk saudara kita di NTT. Tidak harus menunggu banyak, uluran tangan sekecil apa pun sangat berarti untuk kebangkitan saudara-saudara kita," ujar H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., dalam keterangannya. Sebagai wadah penyaluran resmi, BAZNAS Kabupaten Demak telah membuka posko penerimaan donasi kemanusiaan melalui beberapa kanal transfer perbankan, yakni rekening BRI Donasi Bencana BAZNAS Kab Demak Nomor Rekening 001601002118569 serta rekening Bank Jateng Donasi Bencana BAZNAS Kab Demak Nomor Rekening 2031445607. Konfirmasi Layanan Donasi Bencana BAZNAS Kabupaten Demak +62 821-3446-6112 +62 895-3636-44673 +62 819-4433-6839 Selain melalui transfer bank, para dermawan juga dapat menyerahkan bantuan secara langsung dengan mendatangi Kantor BAZNAS Kabupaten Demak yang berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 56, Bintoro, Demak. Melalui gerakan solidaritas ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap kepedulian publik dapat terus mengalir guna membantu pemulihan kawasan terdampak secara menyeluruh. Keterlibatan aktif masyarakat Indonesia, khususnya warga Demak, diyakini mampu mengembalikan senyum dan harapan baru bagi para penyintas gempa Flores agar dapat kembali bangkit.
BERITA21/08/2026 | humas-baznas demak
Kerugian Gempa NTT Capai Rp2,2 Triliun, BAZNAS Optimalkan Penggalangan Dana untuk Pemulihan Mustahik
Kerugian Gempa NTT Capai Rp2,2 Triliun, BAZNAS Optimalkan Penggalangan Dana untuk Pemulihan Mustahik
Berita Nasional Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan langkah strategis dalam upaya percepatan pemulihan pasca-bencana gempa bumi yang mengguncang delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan hasil kajian Damage and Loss Assessment (DALA) yang disusun oleh Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI per 18 Agustus 2026, total kerugian akibat bencana ini diperkirakan menyentuh angka Rp2,2 triliun. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., memaparkan bahwa kerugian tersebut mencakup spektrum yang luas, mulai dari kerusakan hunian, fasilitas umum, infrastruktur, hingga terhentinya roda aktivitas ekonomi masyarakat. "Kerusakan terbesar berasal dari sektor perumahan yang diperkirakan mencapai Rp1,42 triliun dengan 19.317 unit rumah rusak. Selain itu, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur mencapai Rp275,1 miliar," ungkap Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Tidak hanya kerusakan fisik, Sodik juga merinci dampak ekonomi yang ditimbulkan. "Sementara itu, kerugian akibat hilangnya aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp334,1 miliar. BAZNAS juga menghitung biaya tambahan akibat bencana sebesar Rp191,7 miliar," tambahnya. Melihat besarnya dampak ini, Sodik menekankan pentingnya sinergi kolektif antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan masyarakat. Baginya, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat terdampak bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan sebagai pelengkap dalam menjangkau kelompok masyarakat paling rentan. "BAZNAS tidak menggantikan peran pemerintah. Kami hadir untuk melengkapi upaya pemulihan, terutama membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit," ujar Sodik. Salah satu fokus krusial BAZNAS adalah mengisi kesenjangan pembiayaan pembangunan kembali rumah warga. Kajian BAZNAS menunjukkan adanya selisih biaya antara kebutuhan pembangunan rumah dengan plafon bantuan yang tersedia melalui skema pemerintah, dengan estimasi kesenjangan mencapai Rp366 miliar hingga Rp593 miliar. Kondisi inilah yang menjadi titik masuk bagi optimalisasi dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Sodik menyoroti Kabupaten Manggarai Timur sebagai wilayah yang memerlukan perhatian mendesak. "Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Manggarai Timur sendiri menyumbang 54 persen dari total kerugian mustahik. Wilayah tersebut menyumbang 38,7 persen kerusakan rumah dari total delapan kabupaten terdampak. Di sisi lain, pangsa PDRB-nya hanya 9,6 persen dan tingkat kemiskinannya mencapai 23,5 persen," jelas Sodik. Sebagai bentuk komitmen nyata, BAZNAS akan terus mengarahkan dana ZIS-DSKL untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi oleh skema pembiayaan pemerintah. Langkah ini merupakan kelanjutan dari aksi cepat BAZNAS sejak masa tanggap darurat, di mana BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) telah diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan, mendirikan dapur umum, serta menyediakan posko pengungsian bagi warga terdampak.
BERITA21/08/2026 | humas-baznas demak
Menuju Rakornas 2026, BAZNAS RI Perkuat Kapasitas SDM dan Inovasi Pengumpulan ZIS
Menuju Rakornas 2026, BAZNAS RI Perkuat Kapasitas SDM dan Inovasi Pengumpulan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi tata kelola zakat yang transparan dan profesional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta inovasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional. Langkah strategis ini mengemuka dalam forum Pra-Rakornas Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi yang digelar secara daring dan diikuti oleh seluruh pimpinan BAZNAS daerah pada Kamis (20/8/2026). Konsolidasi nasional yang melibatkan 565 pimpinan BAZNAS daerah tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian persiapan teknis menuju Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–9 Oktober 2026 mendatang. Fokus penguatan tata kelola zakat ini bertumpu pada lima pilar utama, meliputi peningkatan kualitas SDM, perluasan jaringan kolaborasi, penciptaan terobosan inovasi, optimalisasi mobilisasi dana melalui lima direktorat, serta ketepatan amanah dalam pendistribusian dan pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menekankan pentingnya eksekusi langkah strategis yang terukur demi memaksimalkan kinerja pengelolaan dana ZIS di seluruh penjuru tanah air. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja semester pertama menjadi landasan krusial dalam menyongsong paruh kedua tahun ini sekaligus menyelaraskan pedoman pelaksanaan Program Strategis BAZNAS 2026–2031. "Jadi kita evaluasi capaian semester 1 2026, kemudian atas dasar evaluasi itu, kita melakukan langkah-langkah penyempurnaan," jelas Sodik Mudjahid saat memberikan arahan evaluasi kinerja lembaga kepada seluruh peserta rapat koordinasi. Ia juga menambahkan bahwa kesiapan matang melalui rangkaian pra-rakornas ini sangat esensial agar pelaksanaan agenda utama ke depan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. "Penting hari ini yang terus menggelar acara-acara persiapan Rakornas agar nanti efektif, dan khusus tema hari ini adalah kita melakukan evaluasi, agar kita tahu persis posisi kita saat ini untuk melangkah kepada sisa waktu kita semester kedua tahun 2026 ini," ujar Sodik. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, M.A., turut memaparkan rekam jejak keberhasilan program pemberdayaan BAZNAS yang berdampak signifikan dalam menekan angka kemiskinan nasional berdasarkan data capaian historis. "Dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita pada tahun lalu sudah bisa mengentaskan 302.994 mustahik atau naik 5,84 persen year-on-year, di antaranya 131.952 jiwa dari miskin ekstrem serta berhasil mengubah status 15.649 orang dari mustahik menjadi muzaki," ungkap Saidah. Melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, BAZNAS optimis penguatan ekosistem zakat nasional ini mampu menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas serta mempercepat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA20/08/2026 | humas-baznas demak
Respon Cepat Gempa NTT, BAZNAS Dirikan Posko Medis Darurat di Manggarai
Respon Cepat Gempa NTT, BAZNAS Dirikan Posko Medis Darurat di Manggarai
Berita Nasional MANGGARAI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui armada Rumah Sehat BAZNAS (RSB) bergerak cepat mendirikan posko pelayanan kesehatan darurat bagi para penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan medis dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, guna menjangkau para korban secara langsung. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa kehadiran layanan kesehatan ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat tanggap di tengah kondisi lapangan yang penuh keterbatasan, baik dari segi fasilitas maupun aksesibilitas. "Tim RSB Alhamdulillah pagi ini sudah standby membuka pos layanan kesehatan untuk para korban gempa NTT," ujar Sodik Mudjahid. Guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal, BAZNAS menerjunkan dua unit lini utamanya sekaligus, yaitu tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Sodik meyakinkan bahwa fokus utama penyaluran bantuan saat ini diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan mendasar dan mendesak para pengungsi, mencakup tenda darurat, layanan medis, pasokan logistik pangan, hingga perlengkapan khusus bagi ibu dan anak. "Saat ini dana bantuan yang terkumpul sudah mencapai kurang lebih Rp6 miliar dan akan terus disalurkan melalui berbagai program darurat maupun pemulihan," tegasnya. Berdasarkan pemutakhiran data per Selasa (18/8/2026) pukul 16.00 WIB, guncangan gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Nagekeo sejak Sabtu (15/8/2026) lalu beserta ribuan gempa susulannya telah mengakibatkan dampak signifikan. Tercatat sebanyak 70 jiwa meninggal dunia, 1.182 orang luka-luka, 40.040 warga terpaksa mengungsi, serta 11.952 unit rumah mengalami kerusakan. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendampingi para korban mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
BERITA20/08/2026 | humas-baznas demak
Hadapi Kekeringan, BAZNAS RI dan Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
Hadapi Kekeringan, BAZNAS RI dan Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
Berita Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat komitmen kemanusiaannya dalam membantu masyarakat yang mengalami krisis air akibat musim kemarau. Melalui aksi cepat tanggap ini, BAZNAS menyalurkan sebanyak 48.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (19/8/2026). Adapun jangkauan distribusi air bersih tersebut difokuskan ke sejumlah titik krusial, antara lain Desa Sekaro dan Dusun Krikil di Kecamatan Girimulyo, serta wilayah-wilayah penyangga di sekitar Kabupaten Kulon Progo. Guna memastikan efektivitas bantuan, proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan terukur berdasarkan asesmen kebutuhan riil di lapangan, sehingga uluran tangan para muzakki melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini dapat tepat sasaran dirasakan oleh mustahik yang benar-benar membutuhkan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa musibah kekeringan yang melanda telah membatasi akses masyarakat terhadap air bersih untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Merespons situasi darurat ini, BAZNAS langsung menggerakkan tim kemanusiaannya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. “Tim BAZNAS Tanggap Bencana hadir untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kami menyalurkan air langsung ke wilayah yang membutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama kekeringan,” ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya. Ia juga memastikan bahwa pihaknya bersama BAZNAS di daerah akan terus memantau dinamika kebutuhan air bersih secara berkelanjutan guna mengantisipasi eskalasi dampak kekeringan di lapangan. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa krisis air bersih memaksa sebagian warga harus menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan sumber air. Kondisi inilah yang mendorong BAZNAS untuk bergerak cepat meringankan beban warga terdampak. “Di tengah kondisi seperti ini, BAZNAS ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi kesulitan air bersih sendirian. Kami hadir bersama BAZNAS RI untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai sulit didapat,” tutur Sugiyanta. Sebagai catatan, aksi kemanusiaan di Kulon Progo ini merupakan bagian dari ikhtiar masif BAZNAS secara nasional. Sebelumnya, BAZNAS RI tercatat telah menggelontorkan total 1,5 juta liter air bersih yang mencakup 72 desa, 46 kecamatan, di 14 kabupaten dari 6 provinsi di Indonesia, di samping ikhtiar jangka panjang melalui penyediaan akses air bersih permanen lewat pembangunan sumur bor di 37 titik lokasi.
BERITA19/08/2026 | humas-baznas demak
Sinergi Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Jateng Gelar Sosialisasi ZIS Sekaligus Salurkan Bantuan Modal Usaha Produktif di Solo
Sinergi Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Jateng Gelar Sosialisasi ZIS Sekaligus Salurkan Bantuan Modal Usaha Produktif di Solo
Berita Daerah SOLO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), pembekalan, serta pendistribusian program Rehab Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), Jambanisasi, dan Modal Usaha Mustahik Produktif Tahun 2026. Bertempat di Hotel Harris Solo pada Rabu (19/8/2026), acara ini sekaligus menjadi wujud penyerahan simbolis tasharruf dan pembekalan bagi para pendamping serta mustahik yang berasal dari Kota Surakarta, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Blora. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, melaporkan bahwa total dana yang ditasharrufkan khusus untuk Bantuan Modal Usaha Ekonomi Produktif di wilayah Kota Surakarta, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Demak mencapai Rp162.000.000 yang diperuntukkan bagi asnaf fakir dan miskin. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 50 mustahik produktif menjadi penerima manfaat secara keseluruhan, di mana 10 di antaranya merupakan penerima manfaat Bantuan Modal Usaha yang berasal dari Kabupaten Demak. Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah jajaran penting Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, mulai dari Kepala Dinas Sosial, Kepala DISPERAKIM, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Kepala Biro Pembangunan Daerah, hingga pimpinan BAZNAS dari Kota Surakarta, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Blora. Kehadiran para pemangku kebijakan ini memperkuat komitmen kolaboratif dalam mengentaskan kemiskinan di daerah. Lebih lanjut, KH. Ahmad Darodji mengingatkan para pendamping mustahik zakat produktif agar memaksimalkan peran pengawasan dan pembimbingan. Para pendamping memiliki kewajiban untuk melaporkan progres perkembangan mustahik secara berkala setiap empat bulan sekali kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Pihaknya berharap bantuan yang diserahkan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya oleh para mustahik. "Kami berharap walaupun bertahap, mustahik ini bisa naik kelas menjadi muzaki," tegas KH. Ahmad Darodji. Ia juga menegaskan secara tegas bahwa jumlah dana yang ditasharrufkan tidak boleh mengalami potongan satu rupiah pun. Jika ditemukan adanya pemotongan, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi mustahik maupun pendamping untuk segera melaporkan langsung kepadanya. Mari wujudkan kepedulian sosial dan tingkatkan kesejahteraan umat bersama BAZNAS. Tunaikan kewajiban berzakat serta salurkan amal kebaikan infak dan sedekah Anda melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Demak: Layanan Zakat Online: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah & Infak Online: kabdemak.baznas.go.id/sedekah Informasi Rekening ZIS: kabdemak.baznas.go.id/rekening
BERITA19/08/2026 | humas-baznas demak
Sinergi Membangun Kemandirian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Luncurkan Pilot Project Desa Kelurahan Mandiri Sejahtera
Sinergi Membangun Kemandirian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Luncurkan Pilot Project Desa Kelurahan Mandiri Sejahtera
Demak, 19 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dalam mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kemandirian umat kembali digaungkan dari Kabupaten Demak. Bertempat di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, jajaran Pemerintah Kabupaten Demak bersama BAZNAS Kabupaten Demak mengikuti jalannya video conference peluncuran Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera. Program strategis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata ikhtiar kolaboratif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya bagi keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, inisiatif ini dirancang bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang komprehensif bagi masyarakat, terutama menyasar pemuda usia 16 hingga 30 tahun. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam arahannya menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah tugas kolektif yang tidak mungkin dikerjakan secara parsial. Pemerintah harus hadir dengan merangkul dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, serta lembaga filantropi Islam seperti BAZNAS untuk bekerja kelompok. Fokus utama program ini adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penerima manfaat agar mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri, bukan hanya menjadi penerima bantuan, namun bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang produktif. Kehadiran BAZNAS dalam forum ini menegaskan posisi zakat sebagai instrumen penting yang bersinergi dengan pemerintah. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung intervensi pelayanan dasar—mulai dari jaminan sosial, bantuan kesehatan, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni—yang menjadi bagian integral dari program Desa Mandiri Sejahtera ini. Sinergi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa di seluruh pelosok Jawa Tengah. Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga diisi dengan sesi interaksi hangat secara virtual antara Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dengan para pemangku kebijakan di daerah, termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Demak. Dalam dialog tersebut, Taj Yasin Maimoen menyampaikan pesan penting agar program ini dijalankan dengan penuh integritas, tepat sasaran, serta mampu menggerakkan potensi lokal dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Rangkaian peluncuran pilot project ini kemudian ditutup dengan agenda peninjauan lapangan yang meliputi peninjauan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Budidaya Ikan Nila, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta pameran produk UMKM di sekitar Area Lapangan Losari. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan pelaksanaan Pelatihan Hetero Business Leap Digital Marketing yang dipusatkan di SDN Losari Surakarta, sebagai langkah nyata membekali generasi muda dengan keterampilan digital demi memperluas jangkauan pasar produk lokal.
BERITA19/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Dirikan Dapur Umum, Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT Terpenuhi
BAZNAS Dirikan Dapur Umum, Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT Terpenuhi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), lembaga ini mendirikan dapur umum yang berpusat di Pondok Pesantren Pancasila, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Langkah ini diambil sebagai komitmen BAZNAS dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat yang kini berada di pengungsian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa penyediaan logistik dan pangan merupakan prioritas utama dalam fase tanggap darurat bencana saat ini. "Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian," ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Idy menjelaskan, pelibatan warga setempat dan relawan dalam operasional dapur umum tidak hanya bertujuan mempercepat proses penyaluran bantuan, tetapi juga untuk mempererat koordinasi di lapangan agar distribusi makanan berjalan lebih efektif. Pihaknya memastikan bahwa volume produksi makanan akan terus disesuaikan dengan perkembangan jumlah pengungsi serta kebutuhan riil masyarakat di titik-titik terdampak. Lebih lanjut, Idy menambahkan bahwa kehadiran BAZNAS di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan untuk meringankan beban para penyintas. BAZNAS berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan pendampingan selama masa transisi hingga pemulihan. "Yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di samping menyediakan dapur umum, BAZNAS juga terus mengerahkan berbagai upaya untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap bencana," tegas Idy. Di akhir pernyataannya, Idy menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat NTT. Ia menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya hadir mendampingi masyarakat selama masa sulit ini. “BAZNAS sangat prihatin atas musibah yang terjadi di NTT. Kita tahu banyak saudara-saudara kita yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana hingga masa pemulihan,” tuturnya. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta meringankan beban para penyintas gempa di NTT dengan menyalurkan donasi terbaik melalui kanal resmi baznas.go.id/sedekahbencana.
BERITA19/08/2026 | humas-baznas demak
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →