
Berita Terkini
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Darurat untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak guna mempercepat penanganan darurat bagi para penyintas.
Pos-pos layanan yang didirikan oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ini menyediakan beragam fasilitas esensial, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, hingga masjid darurat yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, serta Manggarai Timur.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa kehadiran pos layanan tersebut merupakan wujud komitmen kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan para penyintas memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
"Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026).
Sodik menambahkan, fokus respons BAZNAS tidak hanya terbatas pada penyaluran logistik semata, melainkan juga mencakup pemenuhan jaminan kesehatan dan fasilitas ibadah bagi warga yang berada di lokasi pengungsian.
"Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya.
Selain itu, pendirian masjid darurat diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta kembali menyediakan ruang bagi warga untuk menjalankan ibadah di tengah situasi pascabencana. BAZNAS berkomitmen untuk terus memantau situasi dan siap menambah cakupan layanan seiring dengan dinamika kebutuhan di lapangan guna meringankan beban saudara-saudara kita di NTT.
"Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," pungkas Sodik.
29/08/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Jangkau Pelosok Pulau Palue untuk Salurkan Bantuan Logistik Penyintas Gempa NTT
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menjangkau wilayah terisolasi demi menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) bagi para penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan berat harus ditempuh oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang terpaksa mengarungi lautan selama 3 hingga 4 jam untuk mencapai pulau terpencil yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere tersebut. Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, bencana gempa ini telah merusak 1.058 rumah warga, mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat, 15 luka ringan, serta merenggut satu korban jiwa di wilayah berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa itu.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa lembaganya senantiasa berupaya maksimal menghadirkan uluran tangan bagi masyarakat yang berada di wilayah pelosok. "Kami berkomitmen menembus batas geografis untuk memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di pelosok Palue," ungkap Idy Muzayyad dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (29/8/2026). Sesampainya di daratan Palue, perjuangan tim berlanjut dengan menyusuri medan darat berbukit demi mendistribusikan langsung beras, minyak goreng, gula, biskuit, serta mi instan kepada para warga di titik-titik pengungsian. BAZNAS sendiri telah mematok target penyaluran sebanyak 1.000 paket sembako yang akan digelontorkan secara bertahap menyesuaikan situasi di lapangan, di samping seruan kepada publik luas untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di NTT agar tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa sulit.
Kehadiran tim kemanusiaan ini disambut dengan perasaan haru dan penuh syukur oleh para penyintas di lokasi pengungsian. Y. Sawe, selaku perwakilan warga terdampak, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat BAZNAS dalam mendampingi masyarakat sejak masa darurat pascabencana. "Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima pada sore hari ini, dan kami sangat bangga atas dukungannya ketika kami mengalami bencana gempa ini," tutur Y. Sawe dengan penuh haru. Aksi sigap di Pulau Palue ini melengkapi rangkaian respons darurat BAZNAS RI sebelumnya, mulai dari penyaluran logistik di Posko Golo Conggo Kabupaten Manggarai, pendirian 16 pos layanan kemanusiaan, pengoperasian dapur umum dan layanan kesehatan mobile RSB, pembangunan masjid darurat, hingga penyiapan dukungan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa demi memulihkan kehidupan para penyintas secara menyeluruh.
29/08/2026 | humas-baznas demak
Dari Dapur Umum BAZNAS, Kisah Mashita Guru Penyintas Gempa NTT yang Bangkit dan Kuatkan Sesama
Berita Nasional
Di tengah kepedihan mendalam akibat guncangan gempa bumi yang meluluhlantakkan wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat kemanusiaan justru bersinar terang dari bilik-bilik Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu kisah inspiratif datang dari Mashita, seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok, warga Desa Salama, Kecamatan Reok (Reo), yang memilih untuk bangkit dan mendedikasikan dirinya sebagai relawan kemanusiaan meskipun ia sendiri merupakan korban terdampak bencana.
Musibah gempa tersebut meninggalkan duka berat bagi Mashita dan keluarganya. Rumah tempat ia bernaung hancur rata dengan tanah, memaksa kedua orang tuanya hingga kini harus bertahan hidup di posko-posko pengungsian darurat karena kondisi hunian yang belum aman untuk ditempati. Peristiwa menegangkan bermula ketika gempa hebat mengguncang saat Mashita tengah mengajar di pesantren. Di tengah kepanikan massal, naluri keibuannya sebagai pendidik langsung terpanggil untuk memprioritaskan keselamatan para santri sebelum memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Setelah memastikan seluruh anak didiknya berkumpul dengan selamat di tempat terbuka, barulah ia dapat bernapas lega dan segera menghubungi orang tuanya untuk memastikan keadaan mereka di rumah.
Bagi Mashita, harta benda dan bangunan rumah yang hancur masih dapat dibangun kembali di kemudian hari, namun keselamatan nyawa jiwa-jiwa terkasih jauh lebih berharga. Alih-alih meratapi nasib di tenda pengungsian, Mashita memilih untuk menyalurkan energi dan kepeduliannya dengan bergabung bersama BAZNAS menghidupkan dapur umum. Setiap hari, tepat selepas salat Subuh, ia bahu-membahu bersama para relawan lainnya meracik dan menyiapkan ratusan porsi makanan bergizi bagi para penyintas.
"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program kemanusiaan BAZNAS.
Setiap harinya, dapur umum BAZNAS secara konsisten memproduksi sebanyak 250 porsi makanan siap saji. Paket-paket pangan tersebut kemudian didistribusikan secara masif ke berbagai kampung serta posko-posko mandiri yang belum terjangkau atau belum menerima suplai logistik yang memadai. Lebih dari sekadar bantuan pangan pemenuhan kebutuhan jasmani, seporsi makanan hangat dari BAZNAS ini dimaknai oleh Mashita sebagai simbol kepedulian nyata untuk menguatkan mental warga yang tengah diuji masa-masa krisis.
Sebagai seseorang yang merasakan langsung pahitnya kehilangan tempat tinggal dan rasa aman, Mashita memiliki kepekaan mendalam terhadap penderitaan sesama penyintas. Pengalaman traumatis tersebut justru menjadi bahan bakar utama bagi keteguhan hatinya untuk terus bergerak meringankan beban orang lain.
"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," tegas Mashita penuh keteguhan.
Kehadiran dapur umum BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi logistik, melainkan menjelma menjadi ruang pemulihan kolektif (healing space) bagi Mashita dan masyarakat NTT. Di tempat ini, ia tidak diposisikan semata-mata sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai aktor aktif yang ikut merangkul dan menyalurkan harapan bagi sesama warga yang tertimpa musibah.
Meski realitas hari ini menunjukkan bahwa rumah tinggalnya belum pulih dan kedua orang tuanya masih tinggal di posko pengungsian, Mashita membuktikan bahwa proses kebangkitan (recovery) sejati tidak harus menunggu seluruh aset materi kembali utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap memiliki kelapangan hati untuk mengulurkan tangan menolong sesama, kendati diri sendiri tengah berada dalam keterbatasan ruang gerak.
"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," pungkasnya dengan penuh asa.
27/08/2026 | humas-baznas demak
Agenda Pimpinan
Berita Pendistribusian

BAZNAS dan Pemkab Demak Salurkan Bantuan Kemanusiaan.
DEMAK – Wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah terus ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak bersama tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Demak. Pada Senin (8/6/2026), tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinsos, PMI, dan Tagana terjun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran serta rumah kebakaran di Desa Pasir, Kecamatan Mijen.
Kehadiran tim gabungan ini merupakan tindak lanjut cepat atas laporan dari pihak desa terkait musibah yang menimpa warga. Bantuan diserahkan secara langsung kepada para korban, yang disambut dengan rasa syukur dan apresiasi mendalam dari pihak pemerintah desa setempat.
"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas atensi dan perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Demak beserta tim kemanusiaan yang telah sigap menindaklanjuti laporan kami dan hadir langsung memberikan bantuan kepada warga kami," ungkap Kepala Desa Pasir saat menerima bantuan tersebut.
Ketua Tim Kemanusiaan Kebencanaan, M. Saiful Anam, S.T., menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah warga yang sedang menghadapi situasi darurat. Ia juga menjelaskan bahwa khusus bantuan dari BAZNAS Demak, dana yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka.
"Bantuan ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Demak bagi warga yang tertimpa musibah. Khusus untuk BAZNAS, dana ini merupakan amanah dari muzaki yang dikelola dan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui program kemanusiaan BAZNAS Demak," jelas Saiful Anam.
Setelah merampungkan penyaluran di Kecamatan Mijen, agenda kemanusiaan berlanjut ke Desa Kedung Karang, Kecamatan Wedung. Di lokasi tersebut, tim menyerahkan bantuan kepada korban bencana rumah roboh. Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat dengan disaksikan langsung oleh perangkat desa serta Sekretaris Kecamatan Wedung.
Mari Salurkan Sedekah untuk Menolak Bencana
Musibah bisa datang kapan saja, namun kepedulian kita dapat menjadi penolong bagi sesama. Mari perkuat ketahanan sosial dan bantu saudara kita yang membutuhkan melalui program-program kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Demak. Sedekah Anda tidak hanya meringankan beban sesama, namun juga menjadi ikhtiar kita dalam menolak bala dan mendatangkan keberkahan.
Salurkan sedekah terbaik Anda sekarang melalui BAZNAS Kabupaten Demak.
08/06/2026 | humas-baznas demak

BAZNAS Demak Salurkan 50 Paket Sembako Melalui Yayasan Mentari Sehat Indonesia
Dukung Pemenuhan Gizi Penyintas TBC, BAZNAS Demak Salurkan 50 Paket Sembako Melalui Yayasan Mentari Sehat Indonesia.
DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali merealisasikan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Pada Selasa (19/05/2026), BAZNAS Kabupaten Demak secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 50 paket sembako yang ditujukan khusus untuk membantu pemenuhan gizi para penyintas Tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut.
Penyaluran bantuan nutrisi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Demak, sebuah lembaga yang selama ini aktif mendampingi para pasien dan penyintas TBC. Prosesi penyerahan bantuan dilangsungkan secara hangat di Kantor BAZNAS Demak, di mana Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., menyerahkan langsung puluhan paket sembako tersebut kepada jajaran pengurus Yayasan Mentari Sehat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, H. Bambang Soesetiarto menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk memastikan para penyintas mendapatkan asupan nutrisi yang layak demi mempercepat proses pemulihan kesehatan mereka.
"Kami sangat menyadari bahwa proses penyembuhan penyintas TBC membutuhkan asupan gizi yang baik dan konsisten. Oleh karena itu, kami berharap bantuan 50 paket sembako ini tidak hanya sekadar meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi benar-benar hadir sebagai dukungan nutrisi nyata yang memotivasi mereka untuk terus berjuang hingga pulih sepenuhnya," ujar H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., saat menyerahkan bantuan di Kantor BAZNAS Demak.
Langkah ini diapresiasi oleh pihak Yayasan Mentari Sehat Indonesia yang akan segera mendistribusikan paket sembako tersebut secara tepat sasaran kepada para penyintas TBC dampingan mereka yang tersebar di Kabupaten Demak. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para pejuang kesembuhan.
Mari Menjadi Bagian dari Rantai Kebaikan! Kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh dan bangkit dari keterbatasan. Mari bersama-sama kita luaskan manfaat dengan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak. Salurkan donasi terbaik Anda hari ini dan jadilah alasan tersenyumnya saudara-saudara kita yang membutuhkan! Hubungi layanan jemput donasi BAZNAS Demak sekarang atau kunjungi langsung kantor kami.
Layanan Digital Zakat, Infak, Sedekah BAZNAS Demak
Zakat Sedekah Online BAZNAS Demak
Rekening Infak & Sedekah BAZNAS Demak
20/05/2026 | humas-baznas demak

Ringankan Beban Warga, BAZNAS Distribusikan Sembako di Harjowinangun dan Kebonsa
Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Kecamatan Dempet, melalui aksi nyata kepedulian sosial. Tepat pada Kamis (07/05/2026), suasana di Desa Harjowinangun dan Desa Kebonsari dengan kehadiran para relawan yang membawa misi kemanusiaan. Langkah cepat diambil sebagai respons atas bencana angin puting beliung yang sebelumnya menerjang pemukiman warga dan mengakibatkan sejumlah kerusakan.
BAZNAS Kabupaten Demak mengambil peran sentral dalam upaya tanggap darurat ini dengan menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako dan kebutuhan pangan pokok. Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga yang terdampak langsung, terutama bagi mereka yang aktivitas dapurnya terganggu akibat kerusakan bangunan. Setiap paket yang dibagikan diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga di masa transisi pemulihan ini.
Keberhasilan aksi lapangan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara BAZNAS Demak dan tim kemanusiaan dari Pemerintah Kabupaten Demak. Sinergi ini memastikan bahwa distribusi bantuan berjalan tertib, transparan, dan menjangkau sasaran secara akurat sesuai dengan data kerugian yang telah divalidasi. Kerja sama lintas sektoral ini menjadi bukti nyata komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat di setiap fase sulit pascabencana.
Kehadiran para petugas di lokasi bencana tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga yang masih merasakan trauma. Di Desa Kebonsari dan Harjowinangun, bantuan pangan ini diterima dengan penuh rasa syukur sebagai simbol bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi ujian ini. Dukungan ini setidaknya mampu meringankan beban pengeluaran harian warga sehingga mereka dapat lebih fokus pada perbaikan tempat tinggal masing-masing.
Komitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi ditegaskan kembali oleh seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini merupakan awal dari rangkaian panjang pemulihan yang masih memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen. Harapannya, semangat gotong royong yang tercipta hari ini tetap terjaga hingga seluruh warga di Kecamatan Dempet dapat kembali beraktivitas dengan normal dan penuh kenyamanan seperti sedia kala.
Setiap bantuan yang Anda berikan adalah harapan baru bagi warga terdampak di Desa Harjowinangun dan Desa Kebonsari untuk segera bangkit. Mari ringankan beban saudara kita dengan menyalurkan sedekah, infak, atau donasi terbaik Anda melalui layanan digital resmi BAZNAS Kabupaten Demak pada tautan berikut:
kabdemak.baznas.go.id/sedekah
Sekecil apa pun kontribusi Anda akan menjadi kekuatan besar bagi proses pemulihan mereka. Bersama kita kuat, bersama kita pulihkan Demak
07/05/2026 | humas-baznas demak
Artikel Terbaru
Dahsyatnya Keutamaan Saling Tolong-Menolong dalam Islam
Manusia pada hakikatnya diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Sehebat apa pun seseorang, pasti akan selalu ada momen di mana uluran tangan orang lain sangat dibutuhkan, baik untuk urusan yang remeh maupun persoalan besar. Di sinilah letak keindahan ajaran Islam. Tolong-menolong tidak hanya dipandang sebagai norma sosial, tetapi juga sebagai wujud nyata dari akhlak mulia seorang muslim yang bernilai ibadah.
Islam secara tegas memotivasi umatnya untuk terus menebar kebaikan dan berlomba-lomba dalam membantu sesama.
Fondasi Kepedulian dalam Al-Qur'an
Allah SWT menjadikan sikap saling membantu sebagai salah satu pilar kehidupan bermasyarakat bagi seorang muslim. Hal ini terekam jelas dalam Al-Qur'an:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini merupakan kompas bagi kita. Islam mengarahkan energi kepedulian kita untuk hal-hal yang positif, seperti menyantuni kaum duafa, meringankan beban orang yang terlilit utang, hingga mendukung program-program keumatan. Sebaliknya, kita dilarang keras memfasilitasi atau membantu hal-hal yang mengarah pada kezaliman dan dosa.
Lebih dari itu, ikatan yang mendasari semangat berbagi ini adalah rasa persaudaraan. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)
Layaknya saudara kandung, setiap muslim sudah sepatutnya memiliki kepekaan batin untuk saling melindungi, menjaga, dan mengulurkan tangan saat saudaranya tertimpa musibah.
Jaminan Pertolongan Allah dalam Hadis Nabi
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam urusan membantu sesama. Beliau banyak meninggalkan pesan betapa besarnya ganjaran bagi mereka yang gemar meringankan beban orang lain. Berikut adalah ringkasan keutamaan tolong-menolong berdasarkan hadis-hadis sahih:
Sumber Hadis
Pesan Utama Kepedulian Sosial
HR. Bukhari dan Muslim
“Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.”
Setiap bantuan yang kita berikan, sekecil apa pun, akan dibalas langsung oleh Allah dengan pertolongan yang jauh lebih besar saat kita membutuhkannya.
HR. Muslim
“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”
Kunci mengundang campur tangan Allah dalam hidup kita adalah dengan terus mengalirkan bantuan kepada sesama.
HR. Thabrani
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
Kemuliaan seorang muslim tidak hanya diukur dari panjangnya sujud di malam hari, tetapi juga seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan sekitar.
Mari Wujudkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kabupaten Demak!
Sahabat, hadis-hadis dan ayat suci di atas menjadi pengingat bahwa harta dan tenaga yang kita miliki sejatinya adalah titipan yang bisa menjadi jalan datangnya pertolongan Allah SWT. Salah satu wujud nyata dari sikap saling tolong-menolong adalah dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Di sekitar kita, masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan untuk bisa bertahan hidup, menyekolahkan anak, hingga mendapatkan akses kesehatan yang layak.
Jangan tunda niat baik Anda! Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak. Bersama BAZNAS, dana yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, transparan, dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik (golongan yang berhak menerima) di wilayah Demak dan sekitarnya.
Klik kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat
Bersihkan Harta, Berkah Berlipat Ganda, Sesama Sejahtera.
Kontributor : Ali Murtadho
Mahasiswa Produktif BAZNAS Demak
29/04/2026 | humas-baznas demak
Sucikan Hati, Sempurnakan Puasa: Panduan Lengkap Zakat Fitrah dan Niatnya
Bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk kembali ke fitrah. Menjelang akhir Ramadan, ada satu kewajiban yang menjadi penyempurna ibadah puasa kita, yakni Zakat Fitrah.
Zakat fitrah bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tapi merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan bahwa di hari Idul Fitri nanti, tidak ada satu pun saudara kita yang kelaparan. Di Kabupaten Demak, semangat berbagi ini menjadi nafas yang menguatkan persaudaraan sesama Muslim.
Mengapa Zakat Fitrah Begitu Penting?
Secara harfiah, fitrah berarti suci. Zakat ini berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor selama Ramadan. Selain itu, zakat fitrah adalah hak bagi fakir miskin agar mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
Niat Zakat Fitrah (Lengkap)
Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan:
Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan:
Untuk Diri Sendiri:
"Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.)
Untuk Istri:
Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa.
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.)
Untuk Anak Laki-laki:
Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.)
Untuk Anak Perempuan:
Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.)
Untuk Orang Tua (Ayah/Ibu):
Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an (Sebutkan Ayah/Ibu) fardhan lillaahi ta'aalaa.
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk [Ayah/Ibu], fardu karena Allah Ta’ala.)
Untuk Keluarga yang ditanggung kewajibannya : Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'annii wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa.
(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta’ala.)
Salurkan Zakat Anda Melalui Lembaga Resmi
Agar zakat Anda terkelola dengan aman, tepat sasaran, dan sesuai syariat, BAZNAS Kabupaten Demak hadir sebagai jembatan kebaikan bagi masyarakat Kota Wali.
Zakat yang Anda titipkan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kabupaten Demak untuk membantu pengentasan kemiskinas dan kesejahteraan umat.
Cara Menunaikan Zakat Fitrah di BAZNAS Demak:
Anda dapat melakukan pembayaran via transfer bank dengan praktis:
Bank Tujuan: Bank Jateng
Atas Nama: BAZNAS Kabupaten Demak
Nomor Rekening: 3031409097
Penting: Setelah melakukan transfer, mohon segera melakukan konfirmasi agar pendataan zakat Anda sesuai dengan syariat.
Konfirmasi Pembayaran
Kirimkan bukti transfer beserta data diri (By Name By Address) melalui layanan konfirmasi BAZNAS Kabupaten Demak untuk memastikan zakat Anda tercatat atas nama pribadi atau anggota keluarga yang diniatkan.
Mari raih keberkahan Ramadan dengan berbagi. Tunaikan Zakat Fitrah Anda sekarang!
12/03/2026 | humas-baznas demak
Menakar Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026: Beban atau Keberkahan?
Dilema di Balik Angka: Menimbang Ulang Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026
Dunia filantropi Islam Indonesia memasuki babak baru di tahun 2026. Seiring dengan fluktuasi harga emas dan dinamika ekonomi nasional, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menetapkan angka nisab untuk zakat pendapatan dan jasa. Namun, di balik angka-angka formal tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Sudahkah penetapan ini mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan pembayar zakat (muzaki)?
Antara Standar Emas dan Realitas Dompet
Secara tradisional, nisab zakat pendapatan merujuk pada harga 85 gram emas per tahun. Mengingat harga emas yang cenderung meroket dalam beberapa tahun terakhir, ambang batas minimal seseorang wajib berzakat pun otomatis terkerek naik.
Di satu sisi, kenaikan nisab ini melindungi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak terbebani kewajiban zakat sebelum kebutuhan pokoknya terpenuhi. Namun di sisi lain, ada celah lebar dalam penentuan "pendapatan bersih". Apakah angka tersebut sudah mempertimbangkan biaya hidup di kota metropolitan yang kian mahal dibanding daerah pedesaan?
Mencari Titik Temu Keadilan
Keadilan dalam zakat bukan sekadar ketaatan pada variabel nominal, melainkan pada prinsip at-taishir (kemudahan) dan al-adl (keadilan). Para pakar ekonomi syariah mulai menyoroti pentingnya:
Standardisasi Pengurang (Had al-Kifayah): Mengukur kebutuhan dasar minimum sebelum menetapkan sisa penghasilan yang wajib dizakati.
Harmonisasi Aturan: Memastikan tidak ada tumpang tindih yang memberatkan antara kewajiban zakat dan pajak negara.
Transparansi Distribusi: Keyakinan muzaki bahwa dana yang mereka keluarkan benar-benar efektif mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target statistik.
Zakat: Lebih dari Sekadar Angka
Menakar keadilan nisab 2026 berarti melihat zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang dinamis. Jika nisab terlalu rendah, ia bisa memberatkan; jika terlalu tinggi, potensi dana sosial untuk membantu mustahik justru bisa hilang.
Tantangan bagi otoritas zakat saat ini adalah membuktikan bahwa regulasi yang lahir di tahun 2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dari kepedulian sosial yang terukur dan empatik.
04/03/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS TV
Trimulyo Bangkit! Aksi Nyata Pemkab & BAZNAS Demak Pemulihan Pasca Banjir
Penulis: Humas BAZNAS Demak
Tanggap Bencana! BAZNAS Demak Hadir Bantu Pengungsi Banjir Sungai Tuntang Trimulyo Guntur
Penulis: Humas BAZNAS Demak




