WhatsApp Icon
Bulan Syaban, Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial Jelang Ramadhan

 

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan Sya’ban. Salah satunya dengan memperbanyak ibadah puasa sunnah. Hal ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan persiapan spiritual agar umat Islam siap secara lahir dan batin ketika memasuki Ramadhan.

Keutamaan Bulan Sya’ban

Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Sya’ban merupakan bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, dan beliau menyukai amal tersebut diangkat dalam keadaan berpuasa. Keutamaan ini menjadikan Sya’ban sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas keimanan.

Selain itu, terdapat malam pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban, yang dimaknai sebagai momentum muhasabah dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan refleksi diri.

Menghidupkan Amalan di Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membiasakan diri dengan berbagai amalan, di antaranya memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan infak. Amalan sosial seperti berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa juga menjadi bagian penting dari penguatan nilai kepedulian dan solidaritas umat.

Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS mendorong masyarakat untuk menjadikan bulan Sya’ban sebagai awal membangun kesadaran berbagi. Kepedulian sosial yang ditanamkan sejak Sya’ban diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin meningkat di bulan Ramadhan.

Sya’ban sebagai Jembatan Menuju Ramadhan

Sya’ban dapat dimaknai sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan. Melalui pembiasaan ibadah dan peningkatan kepedulian sosial sejak bulan ini, umat Islam diharapkan mampu menjalani Ramadhan dengan lebih optimal, baik dari sisi ibadah personal maupun kontribusi sosial.

Bulan Sya’ban adalah momentum berharga untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan menghidupkan berbagai amalan ibadah dan kebaikan di bulan ini, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual dan semangat berbagi yang lebih kuat.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sejak bulan Sya’ban sebagai bagian dari gerakan kebaikan yang berkelanjutan.

BAZNAS Demak menyediakan beragam layanan pembayaran ZIS yang mudah, aman, dan terpercaya, baik secara langsung maupun melalui layanan digital, guna memberikan kemudahan bagi para muzaki dan dermawan.

Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui:

Layanan pembayaran langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak

jalan pemuda No. 56 Bintoro Kabupaten Demak

Layanan zakat dan sedekah online melalui kanal digital resmi BAZNAS Demak

kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Demak pada bank yang telah ditetapkan

kabdemak.baznas.go.id/rekening

Informasi lengkap mengenai nomor rekening, layanan online, serta konfirmasi pembayaran dapat diperoleh melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Demak atau dengan menghubungi layanan amil yang tersedia.

Mari manfaatkan bulan Sya’ban sebagai awal gerakan kebaikan menuju Ramadhan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak, agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik di Kabupaten Demak.

 

Bersama BAZNAS Demak, kuatkan ibadah, perluas manfaat, dan hadirkan keberkahan Ramadhan untuk semua.

 

Editor : 

Rifqi, S.Ds

Pelaksana SDM, Umum (Media Informasi)

20/01/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
BAZNAS Demak Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Verval Pelaporan ZIS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan memperkuat tata kelola pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) pelaporan pengelolaan ZIS yang diikuti oleh pimpinan serta amil pelaksana BAZNAS Demak.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor BAZNAS Kabupaten Demak ini menjadi ruang bersama untuk melakukan pencermatan, evaluasi, serta penyamaan persepsi dalam penyusunan laporan pengelolaan ZIS. Proses verval terfokus pada kelengkapan administrasi, keselarasan data pelaporan, serta keterhubungan antara laporan keuangan dan pelaksanaan program di lapangan.

Pimpinan BAZNAS Demak Bidang Keuangan dan Pelaporan, H. Suyono, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata bersifat administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Verifikasi dan validasi ini kami lakukan sebagai bentuk amanah. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat harus dikelola secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pelaporan yang valid, kepercayaan muzaki dapat terus kita jaga,” ujar H. Suyono.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan seluruh unsur pimpinan dan pelaksana amil menjadi kunci agar laporan yang disusun tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga mencerminkan dampak nyata bagi para mustahik.

Melalui kegiatan verval ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap kualitas pelaporan pengelolaan ZIS semakin meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dengan tata kelola yang baik, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.

Mari terus mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak agar tersalurkan tepat sasaran dan membawa keberkahan bagi sesama.

Tunaikan ZIS secara online:

https://kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat

Informasi rekening ZIS:

https://kabdemak.baznas.go.id/rekening

Konfirmasi & layanan zakat:

Nomor WhatsApp center BAZNAS kabupaten Demak di layanan

Situs web: https://kabdemak.baznas.go.id/kontak-baznas

07/01/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Asesmen Mustahik Jadi Kunci Ketepatan Penyaluran Program BAZNAS

Proses asesmen atau survei calon penerima manfaat (mustahik) menjadi tahapan fundamental dalam memastikan penyaluran program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh BAZNAS berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan dana umat agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Muhammad Bayu Shofi, S.E., Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak, menjelaskan bahwa asesmen dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke rumah calon mustahik untuk memperoleh data faktual mengenai kondisi sosial dan ekonomi yang bersangkutan.

“Asesmen lapangan kami lakukan untuk memastikan kondisi calon penerima manfaat sesuai dengan kriteria mustahik. Mulai dari kondisi tempat tinggal, sumber penghasilan, hingga jumlah tanggungan keluarga kami verifikasi secara langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi administratif, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan jenis bantuan yang paling tepat bagi calon penerima manfaat.

“Dengan turun langsung ke lapangan, BAZNAS dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah dana zakat yang dipercayakan oleh para muzaki,” lanjutnya.

Selain itu, asesmen juga memiliki nilai edukatif bagi calon mustahik. Dalam proses tersebut, BAZNAS memberikan pemahaman terkait tujuan program, mekanisme bantuan, serta harapan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik secara bertahap,” jelasnya. 

Hasil asesmen kemudian dirangkum dalam laporan dan dianalisis secara objektif sebagai dasar penetapan penerima manfaat serta rekomendasi program, baik bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi. Dengan mekanisme ini, BAZNAS berkomitmen menghadirkan program yang berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan mustahik.

Melalui pelaksanaan asesmen yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, terpercaya, dan berkontribusi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan umat.


Kontributor:
Muhammad Bayu Shofi, S.E.
Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak

06/01/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Memaksimalkan Amalan Bulan Rajab: Pintu Pembuka Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah

Bulan Rajab sering kali disebut sebagai "Syahrullah" atau Bulannya Allah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), Rajab menjadi momen "pemanasan" yang sempurna sebelum kita memasuki bulan Sya'ban dan puncaknya di bulan Ramadan.

Bagi umat Muslim, ini adalah waktu yang tepat untuk bercocok tanam kebaikan agar bisa memanen pahala yang melimpah di kemudian hari.


Amalan Utama di Bulan Rajab

Mengapa Bulan Rajab begitu spesial? Di bulan ini, setiap amal saleh yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan:

  • Memperbanyak Puasa Sunnah: Menjalankan puasa di bulan haram memiliki keutamaan tersendiri untuk melatih disiplin diri.

  • Istighfar dan Taubat: Memohon ampunan atas kekhilafan masa lalu guna membersihkan hati.

  • Meningkatkan Kualitas Shalat: Baik shalat fardhu maupun menambahnya dengan shalat sunnah Rawatib dan Tahajud.

  • Berbagi Melalui ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah): Menjadi jembatan kebaikan bagi sesama.


Menjemput Berkah dengan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)

Banyak yang bertanya, "Bolehkah menunaikan zakat di bulan Rajab?" Jawabannya tentu boleh, asalkan harta tersebut sudah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (masa kepemilikan satu tahun).

Namun, selain zakat yang bersifat wajib, memperbanyak infak dan sedekah di bulan ini adalah strategi cerdas untuk meraih keberkahan. Berikut penjelasannya:

1. Zakat: Pembersih Harta

Jika jadwal haul zakat mal Anda jatuh di bulan-bulan ini, segera tunaikan. Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi cara Allah membersihkan harta kita agar tumbuh lebih berkah.

2. Infak: Investasi Akhirat

Infak bersifat lebih fleksibel dibanding zakat. Di bulan Rajab, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk kepentingan umum—seperti pembangunan masjid atau sarana pendidikan—adalah bentuk syukur yang nyata.

3. Sedekah: Penghapus Dosa

Sedekah tidak selalu berupa uang. Senyuman, bantuan tenaga, hingga berbagi makanan berbuka puasa bagi mereka yang berpuasa Rajab termasuk sedekah yang bernilai tinggi di mata Allah.


 

"Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya'ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadan adalah bulan untuk memanen." — Imam Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi


Kesimpulan

Memasuki bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak amalan dan berbagi melalui zakat, infak, serta sedekah, kita tidak hanya membantu saudara yang membutuhkan, tetapi juga sedang mempersiapkan jiwa kita menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih bersih.

22/12/2025 | Kontributor: humas-baznas demak
Menjaga Keseimbangan Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Kesehatan adalah nikmat yang seringkali terlupakan hingga ia hilang dari genggaman. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Ada dua nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia yaitu nikmat Sehat dan kesempatan atau waktu luang.” (HR. Bukhari).

Dalam pandangan Islam, kesehatan tidak hanya terbatas pada raga yang kuat (jasmani), tetapi juga jiwa yang bersih (rohani). Keduanya harus berjalan selaras untuk mencapai tujuan hidup yang berkualitas. Berikut adalah panduan lengkap mengenai manfaat dan cara menjaga kesehatan jasmani serta rohani.


1. Kesehatan Jasmani: Investasi Masa Tua yang Produktif

Jasmani yang sehat merupakan modal utama bagi seorang mukmin untuk menjalankan ibadah dengan optimal.

Manfaat Menjaga Kesehatan Jasmani:

  • Terhindar dari Penyakit: Pola makan teratur dan olahraga rutin meningkatkan imun tubuh secara signifikan, sehingga tubuh lebih kuat melawan serangan virus maupun penyakit kronis.
  • Meningkatkan Metabolisme: Konsumsi makanan bernutrisi membantu metabolisme bekerja lebih cepat dan efisien.
  • Panjang Umur & Kualitas Hidup: Rutin berolahraga menjaga fungsi jantung dan paru-paru, sehingga mengurangi risiko penyakit berat di hari tua.
  • Produktivitas Meningkat: Stamina yang prima dan asupan oksigen yang cukup ke otak membuat kita lebih fokus dan bersemangat dalam bekerja.

Cara Meningkatkan Kesehatan Jasmani:

  1. Olahraga secara rutin.
  2. Menjaga pola makan (gizi seimbang).
  3. Istirahat dan tidur yang cukup.
  4. Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.
  5. Menghindari rokok dan alkohol.

2. Kesehatan Rohani: Fondasi Ketenangan Batin

Jika jasmani berkaitan dengan fisik, maka rohani berkaitan dengan kesehatan mental dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

Manfaat Kesehatan Rohani yang Terjaga:

  • Pengendalian Emosi: Jiwa yang sehat membuat kita lebih jernih dalam berpikir dan tenang dalam menghadapi situasi sulit.
  • Mencegah Depresi: Dengan konsep Tawakkal, kita memiliki sandaran kuat (Allah SWT) untuk berkeluh kesah, sehingga beban hidup tidak dipendam sendiri.
  • Berpikir Positif: Ketenangan batin memicu hormon endorfin yang meredakan stres dan kecemasan.

Cara Meningkatkan Kesehatan Rohani:

  • Mendekatkan diri kepada Allah: Menjaga shalat (wajib & sunnah), puasa, zakat, dan sedekah. Ibadah adalah obat penenang jiwa yang paling ampuh.
  • Menjaga Silaturahim: Hubungan baik dengan sesama manusia menciptakan ketenangan batin yang luar biasa.
  • Banyak Bersyukur: Mengingat kebesaran Allah dan memohon ampun atas segala khilaf.
  • Menjaga Hati: Menghilangkan rasa iri, dengki, dendam, dan selalu berprasangka baik (Husnuzan).

3. Waspada Penyakit Rohani (Penyakit Hati)

Penyakit hati seringkali lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena sifatnya yang merusak iman dan karakter.

Tanda-tanda Penyakit Rohani:

  • Syirik (menyekutukan Allah) dan munafik.
  • Kufur (ingkar terhadap nikmat).
  • Riya (ingin dipuji) dan sombong.
  • Iri hati, dengki, dan meremehkan orang lain.

Obat Penyakit Hati: Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, obat yang paling mujarab adalah membaca dan mentadabburi Al-Quran, memperbanyak dzikir, serta ikhlas dalam menjalankan perintah-Nya.


4. Korelasi Pola Makan dan Pola Hidup

Para ahli kesehatan fisik dan psikis berpendapat bahwa kebugaran seseorang dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  1. Pola Makan (20%): Berpengaruh pada fisik/jasmani.
  2. Pola Hidup (80%): Berpengaruh pada kesehatan mental dan kebugaran prima melalui penggunaan pikiran, akal, jiwa, dan perasaan.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 2-4, yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman yang sehat jiwanya: mereka yang bergetar hatinya saat disebut nama Allah, mendirikan shalat, dan gemar berinfak.


Kesimpulan

Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur kepada Allah SWT. Ibadah yang disyariatkan, seperti puasa, bukan sekadar menahan lapar, melainkan sarana membentuk karakter kuat, jujur, dan bertakwa.

Ingatlah bahwa hidup yang prima hanya bisa dicapai jika terjadi keseimbangan antara jasmani yang sehat dan rohani yang bersih. Dengan pola hidup yang proporsional dan ibadah yang ikhlas, kebahagiaan dunia serta akhirat akan lebih mudah diraih.


Penulis: H.M. Muchlas al-Faroly

 

22/12/2025 | Kontributor: humas-baznas demak

Artikel Terbaru

Bulan Syaban, Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial Jelang Ramadhan
Bulan Syaban, Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial Jelang Ramadhan
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan Sya’ban. Salah satunya dengan memperbanyak ibadah puasa sunnah. Hal ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan persiapan spiritual agar umat Islam siap secara lahir dan batin ketika memasuki Ramadhan. Keutamaan Bulan Sya’ban Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Sya’ban merupakan bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, dan beliau menyukai amal tersebut diangkat dalam keadaan berpuasa. Keutamaan ini menjadikan Sya’ban sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas keimanan. Selain itu, terdapat malam pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban, yang dimaknai sebagai momentum muhasabah dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan refleksi diri. Menghidupkan Amalan di Bulan Sya’ban Bulan Sya’ban menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membiasakan diri dengan berbagai amalan, di antaranya memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan infak. Amalan sosial seperti berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa juga menjadi bagian penting dari penguatan nilai kepedulian dan solidaritas umat. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS mendorong masyarakat untuk menjadikan bulan Sya’ban sebagai awal membangun kesadaran berbagi. Kepedulian sosial yang ditanamkan sejak Sya’ban diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin meningkat di bulan Ramadhan. Sya’ban sebagai Jembatan Menuju Ramadhan Sya’ban dapat dimaknai sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan. Melalui pembiasaan ibadah dan peningkatan kepedulian sosial sejak bulan ini, umat Islam diharapkan mampu menjalani Ramadhan dengan lebih optimal, baik dari sisi ibadah personal maupun kontribusi sosial. Bulan Sya’ban adalah momentum berharga untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan menghidupkan berbagai amalan ibadah dan kebaikan di bulan ini, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual dan semangat berbagi yang lebih kuat. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sejak bulan Sya’ban sebagai bagian dari gerakan kebaikan yang berkelanjutan. BAZNAS Demak menyediakan beragam layanan pembayaran ZIS yang mudah, aman, dan terpercaya, baik secara langsung maupun melalui layanan digital, guna memberikan kemudahan bagi para muzaki dan dermawan. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui: Layanan pembayaran langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak jalan pemuda No. 56 Bintoro Kabupaten DemakLayanan zakat dan sedekah online melalui kanal digital resmi BAZNAS Demak kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Transfer melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Demak pada bank yang telah ditetapkan kabdemak.baznas.go.id/rekening Informasi lengkap mengenai nomor rekening, layanan online, serta konfirmasi pembayaran dapat diperoleh melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Demak atau dengan menghubungi layanan amil yang tersedia. Mari manfaatkan bulan Sya’ban sebagai awal gerakan kebaikan menuju Ramadhan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak, agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik di Kabupaten Demak. Bersama BAZNAS Demak, kuatkan ibadah, perluas manfaat, dan hadirkan keberkahan Ramadhan untuk semua. Editor : Rifqi, S.Ds Pelaksana SDM, Umum (Media Informasi)
ARTIKEL20/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Verval Pelaporan ZIS
BAZNAS Demak Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Verval Pelaporan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan memperkuat tata kelola pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) pelaporan pengelolaan ZIS yang diikuti oleh pimpinan serta amil pelaksana BAZNAS Demak. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor BAZNAS Kabupaten Demak ini menjadi ruang bersama untuk melakukan pencermatan, evaluasi, serta penyamaan persepsi dalam penyusunan laporan pengelolaan ZIS. Proses verval terfokus pada kelengkapan administrasi, keselarasan data pelaporan, serta keterhubungan antara laporan keuangan dan pelaksanaan program di lapangan. Pimpinan BAZNAS Demak Bidang Keuangan dan Pelaporan, H. Suyono, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata bersifat administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat. “Verifikasi dan validasi ini kami lakukan sebagai bentuk amanah. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat harus dikelola secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pelaporan yang valid, kepercayaan muzaki dapat terus kita jaga,” ujar H. Suyono. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan seluruh unsur pimpinan dan pelaksana amil menjadi kunci agar laporan yang disusun tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga mencerminkan dampak nyata bagi para mustahik. Melalui kegiatan verval ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap kualitas pelaporan pengelolaan ZIS semakin meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dengan tata kelola yang baik, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. Mari terus mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak agar tersalurkan tepat sasaran dan membawa keberkahan bagi sesama. Tunaikan ZIS secara online: https://kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Informasi rekening ZIS: https://kabdemak.baznas.go.id/rekening Konfirmasi & layanan zakat: Nomor WhatsApp center BAZNAS kabupaten Demak di layanan Situs web: https://kabdemak.baznas.go.id/kontak-baznas
ARTIKEL07/01/2026 | humas-baznas demak
Asesmen Mustahik Jadi Kunci Ketepatan Penyaluran Program BAZNAS
Asesmen Mustahik Jadi Kunci Ketepatan Penyaluran Program BAZNAS
Proses asesmen atau survei calon penerima manfaat (mustahik) menjadi tahapan fundamental dalam memastikan penyaluran program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh BAZNAS berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan dana umat agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Muhammad Bayu Shofi, S.E., Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak, menjelaskan bahwa asesmen dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke rumah calon mustahik untuk memperoleh data faktual mengenai kondisi sosial dan ekonomi yang bersangkutan. “Asesmen lapangan kami lakukan untuk memastikan kondisi calon penerima manfaat sesuai dengan kriteria mustahik. Mulai dari kondisi tempat tinggal, sumber penghasilan, hingga jumlah tanggungan keluarga kami verifikasi secara langsung,” ungkapnya. Menurutnya, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi administratif, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan jenis bantuan yang paling tepat bagi calon penerima manfaat. “Dengan turun langsung ke lapangan, BAZNAS dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah dana zakat yang dipercayakan oleh para muzaki,” lanjutnya. Selain itu, asesmen juga memiliki nilai edukatif bagi calon mustahik. Dalam proses tersebut, BAZNAS memberikan pemahaman terkait tujuan program, mekanisme bantuan, serta harapan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. “Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik secara bertahap,” jelasnya. Hasil asesmen kemudian dirangkum dalam laporan dan dianalisis secara objektif sebagai dasar penetapan penerima manfaat serta rekomendasi program, baik bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi. Dengan mekanisme ini, BAZNAS berkomitmen menghadirkan program yang berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan mustahik. Melalui pelaksanaan asesmen yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, terpercaya, dan berkontribusi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan umat. Kontributor: Muhammad Bayu Shofi, S.E. Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak
ARTIKEL06/01/2026 | humas-baznas demak
Memaksimalkan Amalan Bulan Rajab: Pintu Pembuka Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Memaksimalkan Amalan Bulan Rajab: Pintu Pembuka Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Rajab sering kali disebut sebagai "Syahrullah" atau Bulannya Allah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), Rajab menjadi momen "pemanasan" yang sempurna sebelum kita memasuki bulan Sya'ban dan puncaknya di bulan Ramadan. Bagi umat Muslim, ini adalah waktu yang tepat untuk bercocok tanam kebaikan agar bisa memanen pahala yang melimpah di kemudian hari. Amalan Utama di Bulan Rajab Mengapa Bulan Rajab begitu spesial? Di bulan ini, setiap amal saleh yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan: Memperbanyak Puasa Sunnah: Menjalankan puasa di bulan haram memiliki keutamaan tersendiri untuk melatih disiplin diri. Istighfar dan Taubat: Memohon ampunan atas kekhilafan masa lalu guna membersihkan hati. Meningkatkan Kualitas Shalat: Baik shalat fardhu maupun menambahnya dengan shalat sunnah Rawatib dan Tahajud. Berbagi Melalui ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah): Menjadi jembatan kebaikan bagi sesama. Menjemput Berkah dengan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Banyak yang bertanya, "Bolehkah menunaikan zakat di bulan Rajab?" Jawabannya tentu boleh, asalkan harta tersebut sudah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Namun, selain zakat yang bersifat wajib, memperbanyak infak dan sedekah di bulan ini adalah strategi cerdas untuk meraih keberkahan. Berikut penjelasannya: 1. Zakat: Pembersih Harta Jika jadwal haul zakat mal Anda jatuh di bulan-bulan ini, segera tunaikan. Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi cara Allah membersihkan harta kita agar tumbuh lebih berkah. 2. Infak: Investasi Akhirat Infak bersifat lebih fleksibel dibanding zakat. Di bulan Rajab, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk kepentingan umum—seperti pembangunan masjid atau sarana pendidikan—adalah bentuk syukur yang nyata. 3. Sedekah: Penghapus Dosa Sedekah tidak selalu berupa uang. Senyuman, bantuan tenaga, hingga berbagi makanan berbuka puasa bagi mereka yang berpuasa Rajab termasuk sedekah yang bernilai tinggi di mata Allah. "Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya'ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadan adalah bulan untuk memanen." — Imam Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi Kesimpulan Memasuki bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak amalan dan berbagi melalui zakat, infak, serta sedekah, kita tidak hanya membantu saudara yang membutuhkan, tetapi juga sedang mempersiapkan jiwa kita menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih bersih.
ARTIKEL22/12/2025 | humas-baznas demak
Menjaga Keseimbangan Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Menjaga Keseimbangan Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Kesehatan adalah nikmat yang seringkali terlupakan hingga ia hilang dari genggaman. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ada dua nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia yaitu nikmat Sehat dan kesempatan atau waktu luang.” (HR. Bukhari). Dalam pandangan Islam, kesehatan tidak hanya terbatas pada raga yang kuat (jasmani), tetapi juga jiwa yang bersih (rohani). Keduanya harus berjalan selaras untuk mencapai tujuan hidup yang berkualitas. Berikut adalah panduan lengkap mengenai manfaat dan cara menjaga kesehatan jasmani serta rohani. 1. Kesehatan Jasmani: Investasi Masa Tua yang Produktif Jasmani yang sehat merupakan modal utama bagi seorang mukmin untuk menjalankan ibadah dengan optimal. Manfaat Menjaga Kesehatan Jasmani: Terhindar dari Penyakit: Pola makan teratur dan olahraga rutin meningkatkan imun tubuh secara signifikan, sehingga tubuh lebih kuat melawan serangan virus maupun penyakit kronis. Meningkatkan Metabolisme: Konsumsi makanan bernutrisi membantu metabolisme bekerja lebih cepat dan efisien. Panjang Umur & Kualitas Hidup: Rutin berolahraga menjaga fungsi jantung dan paru-paru, sehingga mengurangi risiko penyakit berat di hari tua. Produktivitas Meningkat: Stamina yang prima dan asupan oksigen yang cukup ke otak membuat kita lebih fokus dan bersemangat dalam bekerja. Cara Meningkatkan Kesehatan Jasmani: Olahraga secara rutin. Menjaga pola makan (gizi seimbang). Istirahat dan tidur yang cukup. Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Menghindari rokok dan alkohol. 2. Kesehatan Rohani: Fondasi Ketenangan Batin Jika jasmani berkaitan dengan fisik, maka rohani berkaitan dengan kesehatan mental dan kedekatan kepada Sang Pencipta. Manfaat Kesehatan Rohani yang Terjaga: Pengendalian Emosi: Jiwa yang sehat membuat kita lebih jernih dalam berpikir dan tenang dalam menghadapi situasi sulit. Mencegah Depresi: Dengan konsep Tawakkal, kita memiliki sandaran kuat (Allah SWT) untuk berkeluh kesah, sehingga beban hidup tidak dipendam sendiri. Berpikir Positif: Ketenangan batin memicu hormon endorfin yang meredakan stres dan kecemasan. Cara Meningkatkan Kesehatan Rohani: Mendekatkan diri kepada Allah: Menjaga shalat (wajib & sunnah), puasa, zakat, dan sedekah. Ibadah adalah obat penenang jiwa yang paling ampuh. Menjaga Silaturahim: Hubungan baik dengan sesama manusia menciptakan ketenangan batin yang luar biasa. Banyak Bersyukur: Mengingat kebesaran Allah dan memohon ampun atas segala khilaf. Menjaga Hati: Menghilangkan rasa iri, dengki, dendam, dan selalu berprasangka baik (Husnuzan). 3. Waspada Penyakit Rohani (Penyakit Hati) Penyakit hati seringkali lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena sifatnya yang merusak iman dan karakter. Tanda-tanda Penyakit Rohani: Syirik (menyekutukan Allah) dan munafik. Kufur (ingkar terhadap nikmat). Riya (ingin dipuji) dan sombong. Iri hati, dengki, dan meremehkan orang lain. Obat Penyakit Hati: Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, obat yang paling mujarab adalah membaca dan mentadabburi Al-Quran, memperbanyak dzikir, serta ikhlas dalam menjalankan perintah-Nya. 4. Korelasi Pola Makan dan Pola Hidup Para ahli kesehatan fisik dan psikis berpendapat bahwa kebugaran seseorang dipengaruhi oleh dua faktor utama: Pola Makan (20%): Berpengaruh pada fisik/jasmani. Pola Hidup (80%): Berpengaruh pada kesehatan mental dan kebugaran prima melalui penggunaan pikiran, akal, jiwa, dan perasaan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 2-4, yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman yang sehat jiwanya: mereka yang bergetar hatinya saat disebut nama Allah, mendirikan shalat, dan gemar berinfak. Kesimpulan Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur kepada Allah SWT. Ibadah yang disyariatkan, seperti puasa, bukan sekadar menahan lapar, melainkan sarana membentuk karakter kuat, jujur, dan bertakwa. Ingatlah bahwa hidup yang prima hanya bisa dicapai jika terjadi keseimbangan antara jasmani yang sehat dan rohani yang bersih. Dengan pola hidup yang proporsional dan ibadah yang ikhlas, kebahagiaan dunia serta akhirat akan lebih mudah diraih. Penulis: H.M. Muchlas al-Faroly
ARTIKEL22/12/2025 | humas-baznas demak
Transformasi Digital: Ijtihad Teknologi untuk Penguatan Fikih Zakat Kontemporer
Transformasi Digital: Ijtihad Teknologi untuk Penguatan Fikih Zakat Kontemporer
Oleh: Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec., Ph.D (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital) Di tengah derasnya arus disrupsi digital, pengelolaan zakat dituntut untuk bergerak lebih adaptif dan responsif. Zakat tidak hanya perlu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkan inovasi digital sebagai kekuatan baru dalam menghadirkan manfaat bagi umat. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang digelar BAZNAS RI pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema “Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising”, menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang digitalisasi zakat. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi tonggak strategis untuk memperkuat pemahaman fikih zakat di tengah kompleksitas ekonomi digital masa kini. Transformasi digital BAZNAS sendiri telah dibangun melalui komitmen jangka panjang. Pada tahun 2023, BAZNAS meraih Indonesia Digital Innovation Award untuk kategori Best Digital Innovation in Zakat Collection. Penghargaan tersebut menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam pengelolaan zakat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dikembangkan. Percepatan ini berlanjut melalui Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024 yang fokus pada pembangunan Kantor Digital BAZNAS. Upaya tersebut memperkuat digitalisasi dalam seluruh rantai pengelolaan zakat, mulai dari pendataan mustahik, penghimpunan dana, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran dan transparan. Fondasi ini menjadi landasan kuat menuju agenda transformasi yang lebih visioner pada 2025. Tahun 2025 menjadi fase yang lebih progresif. Jika sebelumnya digitalisasi berfokus pada infrastruktur, kini BAZNAS mulai mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dan big data dalam proses pengambilan keputusan. Teknologi bukan lagi sekadar pendukung teknis, melainkan elemen strategis dalam menentukan kebijakan yang cepat, akurat, dan berdampak besar. Hal ini sekaligus memunculkan tantangan: bagaimana fikih zakat klasik dapat ditafsirkan ulang untuk menjawab dinamika ekonomi digital yang serba cepat dan tanpa batas? Di sini, pemikiran progresif almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen kembali relevan. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel di Kemenag.go.id (24 November 2025), beliau memberikan landasan metodologis yang fleksibel dalam memperluas cakupan harta wajib zakat. Dengan tetap merujuk pada nash serta memanfaatkan qiyas, beliau membagi harta zakat ke dalam empat kategori besar: logam berharga, tumbuhan yang bermanfaat, hewan ternak dan hasil laut, serta keuntungan usaha. Kategorisasi ini bukan daftar tertutup, tetapi kerangka yang dapat dikembangkan untuk mencakup aset-aset digital modern seperti token aset, NFT, royalti digital, pendapatan sharing economy, hingga keuntungan dari perdagangan algoritmik. Pemikiran Ibrahim Hosen tentang zakat produktif semakin menemukan relevansinya di era digital. Dengan bantuan AI, potensi ekonomi mustahik dapat dianalisis secara presisi. Data dapat menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai, mulai dari permodalan usaha, pelatihan keterampilan digital, hingga penguatan akses pasar. Pada titik ini, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Perluasan makna sabilillah yang diperkenalkan Ibrahim Hosen juga membuka peluang besar bagi pemberdayaan di ranah digital. Dana zakat dapat mendukung pembangunan platform pendidikan digital, riset teknologi untuk kemaslahatan, infrastruktur digital pesantren dan madrasah, hingga menjadi modal bagi startup sosial yang memberdayakan masyarakat lemah. Zakat hadir bukan hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai motor inovasi peradaban. Rakernis 2025 dengan fokus AI dan digital fundraising menandai lompatan besar dalam pengelolaan zakat nasional. Indonesia tengah membangun sistem zakat yang modern secara teknologi sekaligus kuat secara filosofis. Sistem yang diharapkan mampu menghadirkan keadilan sosial di era ketika batas fisik dan digital semakin menyatu. Pencapaian dari 2023 hingga agenda 2025 menunjukkan bahwa transformasi digital adalah keharusan strategis. Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi memperluas jangkauan fikih zakat kontemporer agar mampu menjawab tantangan zaman secara visioner dan relevan. Menutup refleksi ini, pesan abadi Prof. KH. Ibrahim Hosen kembali mengemuka: zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar ritual formal. Dengan semangat ijtihad yang sama, transformasi digital harus dijadikan sarana menghidupkan kembali energi pembaruan fikih zakat untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan umat secara inklusif.
ARTIKEL27/11/2025 | humas-baznas demak
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat