WhatsApp Icon
Sucikan Hati, Sempurnakan Puasa: Panduan Lengkap Zakat Fitrah dan Niatnya

Bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk kembali ke fitrah. Menjelang akhir Ramadan, ada satu kewajiban yang menjadi penyempurna ibadah puasa kita, yakni Zakat Fitrah.

 

Zakat fitrah bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tapi merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan bahwa di hari Idul Fitri nanti, tidak ada satu pun saudara kita yang kelaparan. Di Kabupaten Demak, semangat berbagi ini menjadi nafas yang menguatkan persaudaraan sesama Muslim.

 

Mengapa Zakat Fitrah Begitu Penting?

Secara harfiah, fitrah berarti suci. Zakat ini berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor selama Ramadan. Selain itu, zakat fitrah adalah hak bagi fakir miskin agar mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.

 

Niat Zakat Fitrah (Lengkap)

Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan:

Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan:

 

Untuk Diri Sendiri:

"Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa."

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.)

 

 

Untuk Istri: 

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa.

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.)

 

 

Untuk Anak Laki-laki: 

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.)

 

 

Untuk Anak Perempuan: 

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.)

 

 

Untuk Orang Tua (Ayah/Ibu): 

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an (Sebutkan Ayah/Ibu) fardhan lillaahi ta'aalaa.

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk [Ayah/Ibu], fardu karena Allah Ta’ala.)

 

Untuk Keluarga yang ditanggung kewajibannya : Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'annii wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa.

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta’ala.)

Salurkan Zakat Anda Melalui Lembaga Resmi

Agar zakat Anda terkelola dengan aman, tepat sasaran, dan sesuai syariat, BAZNAS Kabupaten Demak hadir sebagai jembatan kebaikan bagi masyarakat Kota Wali.

 

Zakat yang Anda titipkan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kabupaten Demak untuk membantu pengentasan kemiskinas dan kesejahteraan umat.

 

Cara Menunaikan Zakat Fitrah di BAZNAS Demak:

Anda dapat melakukan pembayaran via transfer bank dengan praktis:

 

Bank Tujuan: Bank Jateng

 

Atas Nama: BAZNAS Kabupaten Demak

 

Nomor Rekening: 3031409097

 

Penting: Setelah melakukan transfer, mohon segera melakukan konfirmasi agar pendataan zakat Anda sesuai dengan syariat.

 

Konfirmasi Pembayaran

 

Kirimkan bukti transfer beserta data diri (By Name By Address) melalui layanan konfirmasi BAZNAS Kabupaten Demak untuk memastikan zakat Anda tercatat atas nama pribadi atau anggota keluarga yang diniatkan.

 

Mari raih keberkahan Ramadan dengan berbagi. Tunaikan Zakat Fitrah Anda sekarang!

12/03/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Menakar Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026: Beban atau Keberkahan?

Dilema di Balik Angka: Menimbang Ulang Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026

Dunia filantropi Islam Indonesia memasuki babak baru di tahun 2026. Seiring dengan fluktuasi harga emas dan dinamika ekonomi nasional, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menetapkan angka nisab untuk zakat pendapatan dan jasa. Namun, di balik angka-angka formal tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Sudahkah penetapan ini mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan pembayar zakat (muzaki)?

Antara Standar Emas dan Realitas Dompet

Secara tradisional, nisab zakat pendapatan merujuk pada harga 85 gram emas per tahun. Mengingat harga emas yang cenderung meroket dalam beberapa tahun terakhir, ambang batas minimal seseorang wajib berzakat pun otomatis terkerek naik.

Di satu sisi, kenaikan nisab ini melindungi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak terbebani kewajiban zakat sebelum kebutuhan pokoknya terpenuhi. Namun di sisi lain, ada celah lebar dalam penentuan "pendapatan bersih". Apakah angka tersebut sudah mempertimbangkan biaya hidup di kota metropolitan yang kian mahal dibanding daerah pedesaan?

Mencari Titik Temu Keadilan

Keadilan dalam zakat bukan sekadar ketaatan pada variabel nominal, melainkan pada prinsip at-taishir (kemudahan) dan al-adl (keadilan). Para pakar ekonomi syariah mulai menyoroti pentingnya:

  • Standardisasi Pengurang (Had al-Kifayah): Mengukur kebutuhan dasar minimum sebelum menetapkan sisa penghasilan yang wajib dizakati.
  • Harmonisasi Aturan: Memastikan tidak ada tumpang tindih yang memberatkan antara kewajiban zakat dan pajak negara.
  • Transparansi Distribusi: Keyakinan muzaki bahwa dana yang mereka keluarkan benar-benar efektif mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target statistik.

Zakat: Lebih dari Sekadar Angka

Menakar keadilan nisab 2026 berarti melihat zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang dinamis. Jika nisab terlalu rendah, ia bisa memberatkan; jika terlalu tinggi, potensi dana sosial untuk membantu mustahik justru bisa hilang.

Tantangan bagi otoritas zakat saat ini adalah membuktikan bahwa regulasi yang lahir di tahun 2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dari kepedulian sosial yang terukur dan empatik.

04/03/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Menjemput Keajaiban Malam Ke-7 Ramadhan: Saat Hamba Meraih Pertolongan Langit

Satu minggu pertama Ramadhan hampir terlewati. Di malam ketujuh ini, keletihan fisik biasanya mulai beradu dengan keteguhan iman. Namun, bagi para pencari rida Ilahi, malam ini bukanlah sekadar rutinitas rakaat, melainkan sebuah gerbang untuk menyerap energi kemenangan dari kisah besar masa lalu.

Kitab Durratun Nasihin mengungkap sebuah rahasia yang menggetarkan bagi siapa saja yang mendirikan Sholat Tarawih di malam ketujuh. Ada kaitan spiritual yang kuat antara kesungguhan kita malam ini dengan sejarah besar perlawanan terhadap kezaliman.

Pahala Malam Ke-7: Setara Menolong Nabi Musa AS

Di malam ketujuh, Allah SWT menjanjikan ganjaran yang luar biasa spesifik. Seseorang yang melaksanakan Tarawih malam ini akan mendapatkan pahala yang setara dengan mereka yang berdiri di barisan perjuangan Nabi Musa AS.

Bukan sekadar pahala biasa, melainkan nilai spiritual yang menyamai pengabdian saat Nabi Musa AS menghadapi tantangan terbesar umat manusia pada masanya: Fir’aun dan Haman.

Berikut adalah kutipan dari Kitab Durratun Nasihin:

Terjemahan:

"Dan pada malam ketujuh, (orang yang sholat tarawih) seolah-olah mendapati zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dalam menghadapi kemenangan atas Fir'aun dan Haman."

Makna Filosofis bagi Kita

Mengapa perbandingannya adalah pertolongan kepada Nabi Musa AS? Ada beberapa pesan tersirat yang bisa kita petik:

Kemenangan Atas "Fir'aun" dalam Diri: Sebagaimana Nabi Musa mengalahkan penguasa zalim, Tarawih malam ke-7 adalah simbol kemenangan kita dalam menundukkan hawa nafsu dan kesombongan (sifat Fir'aun) yang ada di dalam hati.

Keberpihakan pada Kebenaran: Dengan melaksanakan sholat malam ini, kita secara simbolis memposisikan diri sebagai pembela kebenaran di hadapan kebatilan.

Energi Perjuangan: Allah memberikan kekuatan mental bagi hamba-Nya agar tidak menyerah dalam menjalankan sisa hari di bulan Ramadhan yang masih panjang.

Konsistensi di Ambang Minggu Kedua

Seringkali, malam ketujuh menjadi titik balik di mana shaf-shaf di masjid mulai mengalami perubahan. Artikel ini mengingatkan kita bahwa setiap sujud malam ini memiliki bobot sejarah yang berat. Anda tidak hanya sekadar bergerak dan berdoa, Anda sedang "dihitung" dalam barisan hamba-hamba terpilih yang membela agama Allah.

Ringkasan Artikel:

Fokus Ibadah: Sholat Tarawih Malam Ke-7.

Ganjaran: Pahala setara membantu perjuangan Nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman.

Pesan Moral: Kemenangan iman atas keangkuhan dan konsistensi dalam ketaatan.

24/02/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Rahasia Malam Ke-6 Ramadhan Saat Sujudmu Berbalas Pahala Thawaf Ribuan Malaikat

Memasuki malam keenam Ramadhan, atmosfer spiritual di masjid-masjid biasanya mulai menunjukkan kekhusyukan yang berbeda. Di saat sebagian orang mulai merasa lelah, pintu langit justru terbuka lebar memberikan penawaran pahala yang tak masuk akal bagi logika manusia, namun nyata dalam janji Allah SWT.

Dalam kitab legendaris Durratun Nasihin, terdapat satu rahasia besar mengenai ganjaran sholat tarawih di malam keenam yang berkaitan erat dengan kemuliaan para malaikat di langit ketujuh.

Keistimewaan Malam Ke-6: Mengetuk Pintu Baitul Makmur

Jika pada malam sebelumnya kita diberikan pahala setara sholat di tiga masjid suci, maka di malam keenam ini, Allah SWT menaikkan derajat pahala hamba-Nya hingga ke langit.

Barangsiapa yang menghidupkan malam ini dengan tarawih, ia akan memperoleh pahala yang setara dengan para malaikat yang melakukan thawaf di Baitul Makmur.

Redaksi Arab dan Maknanya

Merujuk pada teks asli dalam Kitab Durratun Nasihin:

Terjemahan Mendalam:

"Dan pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala kepada mereka yang sholat tarawih sebagaimana pahala orang yang melakukan thawaf di Baitul Makmur. Bahkan, setiap batu dan tanah pun memohonkan ampunan untuknya."

Mengapa Baitul Makmur Begitu Istimewa?

Baitul Makmur adalah "Ka'bah" bagi para penduduk langit. Terletak di langit ketujuh, tempat ini dikunjungi oleh 70.000 malaikat setiap harinya untuk beribadah, dan mereka yang sudah masuk tidak akan pernah kembali lagi (bergantian dengan malaikat lain) hingga hari kiamat.

Bayangkan, dengan melaksanakan tarawih malam ini:

Level Malaikat: Anda mendapatkan nilai ibadah yang setara dengan thawafnya para makhluk suci yang tidak pernah bermaksiat.

Dukungan Semesta: Bukan hanya malaikat, bahkan benda mati seperti batu dan tanah (seluruh alam semesta) ikut bersuara di hadapan Allah untuk memintakan ampun atas dosa-dosa Anda.

Menjaga Momentum Ibadah

Malam keenam adalah fase krusial untuk menjaga konsistensi. Mengetahui bahwa setiap rakaat yang kita kerjakan memicu permohonan ampun dari seisi bumi adalah motivasi terbesar untuk tidak membiarkan sajadah kita kosong malam ini.

Ibadah tarawih bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan perjalanan ruhani yang menghubungkan hamba di bumi dengan kesucian Baitul Makmur di langit.

23/02/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-5: Pahala Ibadah di Tiga Masjid Suci Umat Islam

Memasuki malam kelima Ramadhan, semangat beribadah biasanya mulai diuji oleh rasa lelah fisik. Namun, bagi mereka yang memahami rahasia besarnya di balik setiap rakaat Tarawih, malam ini justru menjadi momentum emas yang tidak boleh dilewatkan.

Dalam kitab Durratun Nasihin, Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi mengungkapkan sebuah janji Allah SWT yang sangat menggetarkan hati bagi para hamba-Nya yang teguh mendirikan malam sholat di fase awal Ramadhan ini.

Rahasia Pahala Malam Ke-5

Jika pada malam keempat kita menjanjikan pahala setara dengan membaca empat kitab suci, maka pada malam kelima, Allah SWT memberikan ganjaran yang berkaitan dengan keberkahan tempat-tempat paling suci di muka bumi.

Seseorang yang melaksanakan Tarawih pada malam kelima akan diberikan pahala seolah-olah ia telah melaksanakan sholat di tiga tempat yang menjadi dambaan setiap Muslim untuk dikunjungi.

Berdasarkan redaksi asli dalam Kitab Durratun Nasihin:

Artinya:

“Dan pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala kepada orang (yang sholat tarawih) seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram (Mekkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjidil Aqsa (Palestina).”

Analisis Spiritual: Keberkahan Tiga Masjid Suci

Mengapa pahala ini begitu istimewa? serupa kita ketahui dari hadits Nabi SAW, sholat di masjid-masjid tersebut memiliki pelipatan pahala yang luar biasa:

Masjidil Haram: 100.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya.

Masjid Nabawi: 1.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya.

Masjidil Aqsa: 500 kali lipat dibandingkan masjid lainnya (menurut sebagian riwayat).

Hanya dengan melaksanakan Tarawih di masjid dekat rumah atau di rumah masing-masing pada malam kelima, Allah SWT dengan kemurahannya memberikan “nilai” ibadah yang setara dengan perjalanan ziarah ke tiga tempat paling sakral tersebut.

Mengapa Malam Kelima Begitu Penting?

Malam kelima seringkali menjadi titik di mana jumlah jamaah di masjid mulai berkurang (seleksi alam). Di letaknya ujian keistiqamahan.

Motivasi Ibadah: Janji pahala ini berfungsi sebagai "booster" agar mukmin tetap konsisten.

Kedekatan dengan Baitullah: Bagi yang belum berkesempatan berangkat Haji atau Umroh, malam ini adalah cara spiritual untuk "hadir" di sana melalui jalur pahala.

Kesimpulan

Jangan biarkan rasa kantuk atau lelah menghalangi Anda meraih keberkahan malam kelima. Bayangkan setiap takbir dan sujud yang Anda lakukan di malam ini dicatat oleh malaikat dengan nilai yang sama dengan sujud di depan Ka'bah, di samping Makam Rasulullah SAW, dan di bumi para Nabi (Al-Aqsa).

22/02/2026 | Kontributor: humas-baznas demak

Artikel Terbaru

Sucikan Hati, Sempurnakan Puasa: Panduan Lengkap Zakat Fitrah dan Niatnya
Sucikan Hati, Sempurnakan Puasa: Panduan Lengkap Zakat Fitrah dan Niatnya
Bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk kembali ke fitrah. Menjelang akhir Ramadan, ada satu kewajiban yang menjadi penyempurna ibadah puasa kita, yakni Zakat Fitrah. Zakat fitrah bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tapi merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan bahwa di hari Idul Fitri nanti, tidak ada satu pun saudara kita yang kelaparan. Di Kabupaten Demak, semangat berbagi ini menjadi nafas yang menguatkan persaudaraan sesama Muslim. Mengapa Zakat Fitrah Begitu Penting? Secara harfiah, fitrah berarti suci. Zakat ini berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor selama Ramadan. Selain itu, zakat fitrah adalah hak bagi fakir miskin agar mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Niat Zakat Fitrah (Lengkap) Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan: Niat adalah rukun terpenting dalam berzakat. Berikut adalah macam-macam niat zakat fitrah sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan: Untuk Diri Sendiri: "Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa." (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.) Untuk Istri: Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa. (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.) Untuk Anak Laki-laki: Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa. (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.) Untuk Anak Perempuan: Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (Sebutkan Nama) fardhan lillaahi ta'aalaa. (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [Nama], fardu karena Allah Ta’ala.) Untuk Orang Tua (Ayah/Ibu): Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'an (Sebutkan Ayah/Ibu) fardhan lillaahi ta'aalaa. (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk [Ayah/Ibu], fardu karena Allah Ta’ala.) Untuk Keluarga yang ditanggung kewajibannya : Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri 'annii wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa. (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta’ala.) Salurkan Zakat Anda Melalui Lembaga Resmi Agar zakat Anda terkelola dengan aman, tepat sasaran, dan sesuai syariat, BAZNAS Kabupaten Demak hadir sebagai jembatan kebaikan bagi masyarakat Kota Wali. Zakat yang Anda titipkan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kabupaten Demak untuk membantu pengentasan kemiskinas dan kesejahteraan umat. Cara Menunaikan Zakat Fitrah di BAZNAS Demak: Anda dapat melakukan pembayaran via transfer bank dengan praktis: Bank Tujuan: Bank Jateng Atas Nama: BAZNAS Kabupaten Demak Nomor Rekening: 3031409097 Penting: Setelah melakukan transfer, mohon segera melakukan konfirmasi agar pendataan zakat Anda sesuai dengan syariat. Konfirmasi Pembayaran Kirimkan bukti transfer beserta data diri (By Name By Address) melalui layanan konfirmasi BAZNAS Kabupaten Demak untuk memastikan zakat Anda tercatat atas nama pribadi atau anggota keluarga yang diniatkan. Mari raih keberkahan Ramadan dengan berbagi. Tunaikan Zakat Fitrah Anda sekarang!
ARTIKEL12/03/2026 | humas-baznas demak
Menakar Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026: Beban atau Keberkahan?
Menakar Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026: Beban atau Keberkahan?
Dilema di Balik Angka: Menimbang Ulang Keadilan Nisab Zakat Pendapatan 2026 Dunia filantropi Islam Indonesia memasuki babak baru di tahun 2026. Seiring dengan fluktuasi harga emas dan dinamika ekonomi nasional, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menetapkan angka nisab untuk zakat pendapatan dan jasa. Namun, di balik angka-angka formal tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Sudahkah penetapan ini mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan pembayar zakat (muzaki)? Antara Standar Emas dan Realitas Dompet Secara tradisional, nisab zakat pendapatan merujuk pada harga 85 gram emas per tahun. Mengingat harga emas yang cenderung meroket dalam beberapa tahun terakhir, ambang batas minimal seseorang wajib berzakat pun otomatis terkerek naik. Di satu sisi, kenaikan nisab ini melindungi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak terbebani kewajiban zakat sebelum kebutuhan pokoknya terpenuhi. Namun di sisi lain, ada celah lebar dalam penentuan "pendapatan bersih". Apakah angka tersebut sudah mempertimbangkan biaya hidup di kota metropolitan yang kian mahal dibanding daerah pedesaan? Mencari Titik Temu Keadilan Keadilan dalam zakat bukan sekadar ketaatan pada variabel nominal, melainkan pada prinsip at-taishir (kemudahan) dan al-adl (keadilan). Para pakar ekonomi syariah mulai menyoroti pentingnya: Standardisasi Pengurang (Had al-Kifayah): Mengukur kebutuhan dasar minimum sebelum menetapkan sisa penghasilan yang wajib dizakati. Harmonisasi Aturan: Memastikan tidak ada tumpang tindih yang memberatkan antara kewajiban zakat dan pajak negara. Transparansi Distribusi: Keyakinan muzaki bahwa dana yang mereka keluarkan benar-benar efektif mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target statistik. Zakat: Lebih dari Sekadar Angka Menakar keadilan nisab 2026 berarti melihat zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang dinamis. Jika nisab terlalu rendah, ia bisa memberatkan; jika terlalu tinggi, potensi dana sosial untuk membantu mustahik justru bisa hilang. Tantangan bagi otoritas zakat saat ini adalah membuktikan bahwa regulasi yang lahir di tahun 2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dari kepedulian sosial yang terukur dan empatik.
ARTIKEL04/03/2026 | humas-baznas demak
Menjemput Keajaiban Malam Ke-7 Ramadhan: Saat Hamba Meraih Pertolongan Langit
Menjemput Keajaiban Malam Ke-7 Ramadhan: Saat Hamba Meraih Pertolongan Langit
Satu minggu pertama Ramadhan hampir terlewati. Di malam ketujuh ini, keletihan fisik biasanya mulai beradu dengan keteguhan iman. Namun, bagi para pencari rida Ilahi, malam ini bukanlah sekadar rutinitas rakaat, melainkan sebuah gerbang untuk menyerap energi kemenangan dari kisah besar masa lalu. Kitab Durratun Nasihin mengungkap sebuah rahasia yang menggetarkan bagi siapa saja yang mendirikan Sholat Tarawih di malam ketujuh. Ada kaitan spiritual yang kuat antara kesungguhan kita malam ini dengan sejarah besar perlawanan terhadap kezaliman. Pahala Malam Ke-7: Setara Menolong Nabi Musa AS Di malam ketujuh, Allah SWT menjanjikan ganjaran yang luar biasa spesifik. Seseorang yang melaksanakan Tarawih malam ini akan mendapatkan pahala yang setara dengan mereka yang berdiri di barisan perjuangan Nabi Musa AS. Bukan sekadar pahala biasa, melainkan nilai spiritual yang menyamai pengabdian saat Nabi Musa AS menghadapi tantangan terbesar umat manusia pada masanya: Fir’aun dan Haman. Berikut adalah kutipan dari Kitab Durratun Nasihin: Terjemahan: "Dan pada malam ketujuh, (orang yang sholat tarawih) seolah-olah mendapati zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dalam menghadapi kemenangan atas Fir'aun dan Haman." Makna Filosofis bagi Kita Mengapa perbandingannya adalah pertolongan kepada Nabi Musa AS? Ada beberapa pesan tersirat yang bisa kita petik: Kemenangan Atas "Fir'aun" dalam Diri: Sebagaimana Nabi Musa mengalahkan penguasa zalim, Tarawih malam ke-7 adalah simbol kemenangan kita dalam menundukkan hawa nafsu dan kesombongan (sifat Fir'aun) yang ada di dalam hati. Keberpihakan pada Kebenaran: Dengan melaksanakan sholat malam ini, kita secara simbolis memposisikan diri sebagai pembela kebenaran di hadapan kebatilan. Energi Perjuangan: Allah memberikan kekuatan mental bagi hamba-Nya agar tidak menyerah dalam menjalankan sisa hari di bulan Ramadhan yang masih panjang. Konsistensi di Ambang Minggu Kedua Seringkali, malam ketujuh menjadi titik balik di mana shaf-shaf di masjid mulai mengalami perubahan. Artikel ini mengingatkan kita bahwa setiap sujud malam ini memiliki bobot sejarah yang berat. Anda tidak hanya sekadar bergerak dan berdoa, Anda sedang "dihitung" dalam barisan hamba-hamba terpilih yang membela agama Allah. Ringkasan Artikel: Fokus Ibadah: Sholat Tarawih Malam Ke-7. Ganjaran: Pahala setara membantu perjuangan Nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman. Pesan Moral: Kemenangan iman atas keangkuhan dan konsistensi dalam ketaatan.
ARTIKEL24/02/2026 | humas-baznas demak
Rahasia Malam Ke-6 Ramadhan Saat Sujudmu Berbalas Pahala Thawaf Ribuan Malaikat
Rahasia Malam Ke-6 Ramadhan Saat Sujudmu Berbalas Pahala Thawaf Ribuan Malaikat
Memasuki malam keenam Ramadhan, atmosfer spiritual di masjid-masjid biasanya mulai menunjukkan kekhusyukan yang berbeda. Di saat sebagian orang mulai merasa lelah, pintu langit justru terbuka lebar memberikan penawaran pahala yang tak masuk akal bagi logika manusia, namun nyata dalam janji Allah SWT. Dalam kitab legendaris Durratun Nasihin, terdapat satu rahasia besar mengenai ganjaran sholat tarawih di malam keenam yang berkaitan erat dengan kemuliaan para malaikat di langit ketujuh. Keistimewaan Malam Ke-6: Mengetuk Pintu Baitul Makmur Jika pada malam sebelumnya kita diberikan pahala setara sholat di tiga masjid suci, maka di malam keenam ini, Allah SWT menaikkan derajat pahala hamba-Nya hingga ke langit. Barangsiapa yang menghidupkan malam ini dengan tarawih, ia akan memperoleh pahala yang setara dengan para malaikat yang melakukan thawaf di Baitul Makmur. Redaksi Arab dan Maknanya Merujuk pada teks asli dalam Kitab Durratun Nasihin: Terjemahan Mendalam: "Dan pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala kepada mereka yang sholat tarawih sebagaimana pahala orang yang melakukan thawaf di Baitul Makmur. Bahkan, setiap batu dan tanah pun memohonkan ampunan untuknya." Mengapa Baitul Makmur Begitu Istimewa? Baitul Makmur adalah "Ka'bah" bagi para penduduk langit. Terletak di langit ketujuh, tempat ini dikunjungi oleh 70.000 malaikat setiap harinya untuk beribadah, dan mereka yang sudah masuk tidak akan pernah kembali lagi (bergantian dengan malaikat lain) hingga hari kiamat. Bayangkan, dengan melaksanakan tarawih malam ini: Level Malaikat: Anda mendapatkan nilai ibadah yang setara dengan thawafnya para makhluk suci yang tidak pernah bermaksiat. Dukungan Semesta: Bukan hanya malaikat, bahkan benda mati seperti batu dan tanah (seluruh alam semesta) ikut bersuara di hadapan Allah untuk memintakan ampun atas dosa-dosa Anda. Menjaga Momentum Ibadah Malam keenam adalah fase krusial untuk menjaga konsistensi. Mengetahui bahwa setiap rakaat yang kita kerjakan memicu permohonan ampun dari seisi bumi adalah motivasi terbesar untuk tidak membiarkan sajadah kita kosong malam ini. Ibadah tarawih bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan perjalanan ruhani yang menghubungkan hamba di bumi dengan kesucian Baitul Makmur di langit.
ARTIKEL23/02/2026 | humas-baznas demak
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-5: Pahala Ibadah di Tiga Masjid Suci Umat Islam
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-5: Pahala Ibadah di Tiga Masjid Suci Umat Islam
Memasuki malam kelima Ramadhan, semangat beribadah biasanya mulai diuji oleh rasa lelah fisik. Namun, bagi mereka yang memahami rahasia besarnya di balik setiap rakaat Tarawih, malam ini justru menjadi momentum emas yang tidak boleh dilewatkan. Dalam kitab Durratun Nasihin, Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi mengungkapkan sebuah janji Allah SWT yang sangat menggetarkan hati bagi para hamba-Nya yang teguh mendirikan malam sholat di fase awal Ramadhan ini. Rahasia Pahala Malam Ke-5 Jika pada malam keempat kita menjanjikan pahala setara dengan membaca empat kitab suci, maka pada malam kelima, Allah SWT memberikan ganjaran yang berkaitan dengan keberkahan tempat-tempat paling suci di muka bumi. Seseorang yang melaksanakan Tarawih pada malam kelima akan diberikan pahala seolah-olah ia telah melaksanakan sholat di tiga tempat yang menjadi dambaan setiap Muslim untuk dikunjungi. Berdasarkan redaksi asli dalam Kitab Durratun Nasihin: Artinya: “Dan pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala kepada orang (yang sholat tarawih) seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram (Mekkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjidil Aqsa (Palestina).” Analisis Spiritual: Keberkahan Tiga Masjid Suci Mengapa pahala ini begitu istimewa? serupa kita ketahui dari hadits Nabi SAW, sholat di masjid-masjid tersebut memiliki pelipatan pahala yang luar biasa: Masjidil Haram: 100.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya. Masjid Nabawi: 1.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya. Masjidil Aqsa: 500 kali lipat dibandingkan masjid lainnya (menurut sebagian riwayat). Hanya dengan melaksanakan Tarawih di masjid dekat rumah atau di rumah masing-masing pada malam kelima, Allah SWT dengan kemurahannya memberikan “nilai” ibadah yang setara dengan perjalanan ziarah ke tiga tempat paling sakral tersebut. Mengapa Malam Kelima Begitu Penting? Malam kelima seringkali menjadi titik di mana jumlah jamaah di masjid mulai berkurang (seleksi alam). Di letaknya ujian keistiqamahan. Motivasi Ibadah: Janji pahala ini berfungsi sebagai "booster" agar mukmin tetap konsisten. Kedekatan dengan Baitullah: Bagi yang belum berkesempatan berangkat Haji atau Umroh, malam ini adalah cara spiritual untuk "hadir" di sana melalui jalur pahala. Kesimpulan Jangan biarkan rasa kantuk atau lelah menghalangi Anda meraih keberkahan malam kelima. Bayangkan setiap takbir dan sujud yang Anda lakukan di malam ini dicatat oleh malaikat dengan nilai yang sama dengan sujud di depan Ka'bah, di samping Makam Rasulullah SAW, dan di bumi para Nabi (Al-Aqsa).
ARTIKEL22/02/2026 | humas-baznas demak
Keutamaan Tarawih Malam ke-4: Meraih Pahala Membaca 4 Kitab Suci
Keutamaan Tarawih Malam ke-4: Meraih Pahala Membaca 4 Kitab Suci
Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan kompetisi dalam kebaikan. Salah satu "ladang pahala" yang paling dinanti setiap malamnya adalah Sholat Tarawih. Memasuki malam keempat, ada janji keberkahan yang luar biasa bagi mereka yang teguh melaksanakannya. Rahasia Malam Ke-4 dalam Kitab Durratun Nasihin Dalam kitab klasik yang menjadi rujukan banyak pesantren, Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi, disebutkan bahwa Allah SWT memberikan ganjaran yang sangat spesifik bagi hamba-Nya yang menghidupkan malam keempat Ramadhan. Bagi Anda yang melaksanakan Tarawih di malam ini, pahala yang dijanjikan setara dengan membaca empat kitab suci sekaligus yang diturunkan kepada para Nabi pilihan. Teks Arab dan Terjemahannya Artinya: "Dan pada malam keempat, bagi orang yang sholat tarawih akan mendapatkan pahala seperti pahala membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Qur'an)." Mengapa Keutamaan Ini Begitu Istimewa? Bayangkan, hanya dalam beberapa rakaat di malam keempat, seorang mukmin diberikan penghargaan spiritual seolah-olah ia telah mengkhatamkan seluruh wahyu besar yang pernah turun ke muka bumi: Taurat : Kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa AS. Zabur : Kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS. Injil: Kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Al-Furqan (Al-Qur'an): Mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT agar umat Nabi Muhammad SAW dapat mengejar ketertinggalan amal dari umat-umat terdahulu melalui kemuliaan bulan Ramadhan. Refleksi Diri Malam keempat biasanya menjadi fase "ujian" di mana euforia awal Ramadhan mulai sedikit meredup. Tubuh mungkin mulai merasa lelah, namun mengingat janji pahala yang begitu dahsyat ini, tentu akan membangkitkan kembali semangat kita untuk melangkah ke masjid atau menghamparkan sajadah di rumah.
ARTIKEL21/02/2026 | humas-baznas demak
Keutamaan Tarawih Malam Ke-3 Penghapusan Dosa Masa Lalu Seruan Malaikat
Keutamaan Tarawih Malam Ke-3 Penghapusan Dosa Masa Lalu Seruan Malaikat
Jika malam kedua adalah tentang bakti kepada orang tua, maka malam ketiga Ramadhan adalah tentang lembaran baru bagi diri sendiri. Di saat raga mulai terbiasa dengan ritme puasa, langit justru semakin membuka pintunya lebar-lebar bagi mereka yang melangkah ke masjid untuk tarawih. Dalam kitab Durratun Nasihin, malam ketiga menyimpan rahasia spiritual yang sangat megah. Bukan sekadar rutinitas, malam ini adalah momen "pembersihan total". Seruan dari Bawah Arasy Ada sebuah riwayat yang dikutip dalam kitab tersebut yang menggambarkan betapa istimewanya hamba yang berdiri dalam shalat tarawih malam ini: Fadhilah Malam Ke-3: “Malaikat berseru dari bawah Arasy: 'Mulailah beramal (dengan ikhlas), maka Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu'.” Kalimat ini bukan sekadar kiasan. Bagi seorang mukmin, ini adalah kabar gembira yang luar biasa. Allah memberikan kesempatan untuk "menghapus skor" kesalahan masa lalu, memberikan kita kesempatan untuk mulai catatan amal menulis dari nol (lembaran putih). Mengapa Kita Butuh "Lembaran Baru"? Manusia adalah tempatnya khilaf. Seringkali beban dosa masa lalu membuat kita merasa tak layak beribadah dengan khusyuk. Malam ke-3 hadir sebagai booster spiritual. Pesan dari bawah Arasy tersebut seolah mengatakan: "Jangan terjebak pada masa lalumu yang kelam. Malam ini, Allah sudah memaafkanmu. Sekarang, fokuslah pada amal salehmu yang baru." Menjemput Ampunan dengan Khusyuk Bagaimana cara terbaik menerima fadhilah ini? • Hadirkan Hati: Saat imam memulai takbir, bayangkan beban dosa di pundak perlahan luruh. • Istighfar di Sela Rakaat: Manfaatkan waktu jeda antar salam untuk benar-benar memohon ampunan. • Optimisme: Sholatlah dengan perasaan optimis bahwa seruan malaikat itu juga ditujukan untuk Anda. Malam ketiga bukan saatnya untuk kendor. Justru, inilah saatnya kita merayakan kasih sayang Allah yang tak terbatas. Jika Allah rela menghapus masa lalu kita yang panjang hanya dalam satu malam tarawih, lalu alasan apa lagi yang membuat kita malas melangkah ke masjid?
ARTIKEL20/02/2026 | humas-baznas demak
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-2: Ampunan Dosa untuk Orang Tua
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-2: Ampunan Dosa untuk Orang Tua
Memasuki malam kedua bulan suci Ramadhan, gema tarawih di masjid-masjid mulai menemukan ritmenya. Jika malam pertama adalah euforia penyambutan, maka malam kedua adalah langkah awal pembuktian istiqamah. Namun, tahukah Anda ada janji luar biasa yang terselip di balik setiap rakaat malam ini? Dalam kitab Durratun Nasihin, sebuah kitab klasik karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi yang sering menjadi rujukan di pesantren, disebutkan keutamaan spesifik bagi mereka yang mendirikan sholat tarawih di malam kedua. Bakti Terindah dalam Sujud Seringkali kita bingung bagaimana cara membalas jasa orang tua, terutama jika mereka telah tiada atau sudah sepuh. Malam kedua Ramadhan memberikan "jalur langit" untuk itu. Fadhilah Malam Ke-2: "Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya, jika keduanya adalah orang mukmin." Bayangkan, hanya dengan meluangkan waktu sejenak di bawah naungan malam Ramadhan, kita tidak hanya membersihkan diri sendiri, tetapi juga membawa "oleh-oleh" ampunan untuk ayah dan ibu tercinta. Ini adalah bentuk bakti (birrul walidain) yang paling senyap namun paling berdampak. Mengapa Harus Malam Ke-2? Malam-malam awal Ramadhan adalah masa transisi. Tubuh mungkin masih menyesuaikan diri dengan rasa lapar dan kantuk. Di sinilah letak ujiannya. Kitab Durratun Nasihin memotivasi umat Muslim agar tidak kendur di awal perjuangan. Memberikan ampunan kepada orang tua melalui perantara ibadah anaknya adalah bukti betapa luasnya kasih sayang Allah. Ibadah personal kita ternyata memiliki efek komunal bagi keluarga terdekat. Tips Menjaga Semangat Tarawih Agar malam kedua ini tidak terlewatkan begitu saja, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan: • Niatkan untuk Orang Tua: Sebelum takbiratul ihram, hadirkan wajah ayah dan ibu dalam pikiran. Niatkan ibadah ini sebagai hadiah untuk mereka. • Pahami Maknanya: Mengetahui fadhilah (keutamaan) akan membuat gerakan sholat terasa lebih ringan dan bermakna. • Jangan Berlebihan Saat Berbuka: Perut yang terlalu kenyang adalah musuh utama kekhusyukan tarawih. Penutup Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tapi tentang memanen ampunan yang ditebar di setiap detiknya. Malam ini, saat kening menyentuh sajadah, ingatlah bahwa ada doa dan ampunan yang mengalir untuk orang-orang yang telah membesarkan kita. Selamat menjalankan sholat tarawih malam kedua. Semoga kita dan orang tua kita pulang dalam keadaan fitrah.
ARTIKEL19/02/2026 | humas-baznas demak
7 Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Persiapan Iman, Ilmu, dan Kepedulian Sosial
7 Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Persiapan Iman, Ilmu, dan Kepedulian Sosial
Tak lama lagi bulan suci Ramadhan akan tiba. Bulan yang penuh keberkahan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual yang menghadirkan peluang besar untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kepedulian sosial. Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri menyambut tamu agung ini? Rasulullah SAW memberikan kabar gembira tentang Ramadhan sebagai bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hadirnya Ramadhan adalah anugerah yang patut disambut dengan suka cita dan kesungguhan, bukan dengan kelalaian. Berikut tujuh amalan yang dapat menjadi bekal dalam menyambut bulan suci Ramadhan: 1. Mengucapkan Tahniah atas Datangnya Ramadhan Para ulama menganjurkan untuk saling memberi kabar gembira atas datangnya Ramadhan. Ini merupakan bentuk syukur karena masih diberi kesempatan berjumpa dengan bulan penuh rahmat. 2. Membaca Doa Menyambut Ramadhan Doa yang masyhur dibaca menjelang Ramadhan adalah: Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan. Doa ini mengandung harapan agar kita diberi keberkahan sejak Rajab dan Sya’ban, serta dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan siap beribadah. 3. Membaca Doa Saat Melihat Hilal Ketika hilal Ramadhan terlihat, umat Islam dianjurkan berdoa agar bulan ini membawa keamanan, keimanan, keselamatan, dan kebaikan. 4. Meneguhkan Niat dan Tekad Ramadhan adalah saat terbaik untuk memperbarui niat. Niat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui tadarus, memperbanyak taubat, memperbaiki akhlak, serta menjadikan bulan ini sebagai titik balik perubahan diri. 5. Menambah Ilmu tentang Ramadhan Persiapan bukan hanya fisik, tetapi juga pemahaman. Memperdalam ilmu tentang rahasia puasa melalui karya-karya ulama seperti Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, Latha’if al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, maupun kajian-kajian Ramadhan dari para ulama, akan membantu kita menjalani ibadah dengan lebih bermakna. 6. Menyiapkan Kesehatan Fisik dan Psikis Ibadah puasa membutuhkan stamina dan kesiapan mental. Menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, serta menyiapkan manajemen waktu ibadah akan membantu menjalani Ramadhan secara optimal. 7. Menyusun Anggaran Zakat, Infak, dan Sedekah Ramadhan adalah bulan berbagi. Menyiapkan anggaran khusus untuk zakat, infak, dan sedekah akan memudahkan kita dalam memperbanyak amal. Momentum ini menjadi kesempatan meraih pahala berlipat sekaligus membantu sesama yang membutuhkan. Ramadhan bukan sekadar datang lalu berlalu. Ia harus disambut dengan doa, ilmu, kesiapan, dan kepedulian sosial. Sebab keberkahan Ramadhan tidak hanya diukur dari berapa lama kita berpuasa, tetapi seberapa besar perubahan yang lahir setelahnya. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momen kebangkitan spiritual dan penguatan solidaritas umat. Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Demak Sempurnakan persiapan Ramadhan Anda dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Demak. Kantor BAZNAS Kabupaten Demak Jl. Pemuda No. 56 Bintoro Demak Daftar Rekening ZIS:kabdemak.baznas.go.id/rekening Zakat Online:Bayar Zakat Online BAZNAS Demak Sedekah Online:Sedekah Online BAZNAS Demak Mari wujudkan Ramadhan yang lebih bermakna dengan berbagi dan menguatkan sesama bersama BAZNAS Demak.
ARTIKEL11/02/2026 | humas-baznas demak
Mengetuk Pintu Langit: Dua Penghalang Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban
Mengetuk Pintu Langit: Dua Penghalang Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya'ban sering disebut sebagai Lailatul Maghfirah atau malam pengampunan. Pada momentum ini, Allah SWT membentangkan rahmat-Nya seluas samudera bagi setiap hamba yang mengetuk pintu langit dengan doa. Namun, di tengah kucuran ampunan tersebut, ternyata ada "lampu merah" yang bisa menghentikan doa kita sampai ke Arsy. Meski Allah Maha Pengampun, ada dua golongan manusia yang akses rahmatnya tertutup pada malam istimewa ini. Siapa saja mereka? 1. Pelaku Syirik (Menyekutukan Allah) Dosa syirik adalah penghalang utama. Syirik bukan sekedar menyembah berhala secara fisik, namun juga mencakup pengabdian hati kepada selain Allah secara berlebihan. Ketika tauhid seseorang direbut kembali, maka pondasi amalnya pun runtuh. Tanpa taubat nasuha untuk kembali mengesakan-Nya, rahmat Nisfu Sya'ban sulit diraih. 2. Orang yang menyimpan Dendam (Musyahin) Seringkali kita luput, bahwa hubungan buruk dengan sesama manusia bisa memutus hubungan kita dengan Sang Pencipta. Musyahin adalah hati yang dipenuhi kebencian, permusuhan, dan belum mau memaafkan saudaranya. Malam Nisfu Sya'ban menuntut kejernihan hati; Tidak mungkin mendapatkan ketenangan dari Allah jika kita masih menyimpan “bara” dendam pada sesama. “Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Sya'ban, maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah & Thabrani) Membersihkan Hati dengan Berbagi Selain beristighfar dan berdamai dengan sesama, salah satu cara terbaik untuk menerima ridha Allah adalah dengan menyucikan harta. Melalui zakat dan sedekah, kita tidak hanya membantu kaum dhuafa, tetapi juga mengikis sifat kikir dan sombong yang sering menjadi akar dendam. Mari jadikan momentum Nisfu Sya'ban tahun ini sebagai titik balik untuk kembali bersih—baik hati maupun harta. Optimalkan Amal Sholeh Anda Bersama BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda melalui lembaga resmi yang amanah dan transparan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Demak. Layanan Zakat/Infaq: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat kabdemak.baznas.go.id/sedekah Rekening ZIS Transfer: kabdemak.baznas.go.id/rekening Alamat Kantor: Jalan Pemuda No.56 Bintoro Demak Mari Bersama Menebar Manfaat, Menjemput Keberkahan.
ARTIKEL02/02/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS dan Peran Strategis Zakat dalam Mendorong Kesejahteraan Umat dan Pembangunan Nasional
BAZNAS dan Peran Strategis Zakat dalam Mendorong Kesejahteraan Umat dan Pembangunan Nasional
Kontributor: Habib Akbar FadholiMahasiswa Produktif BAZNAS Demak Zakat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah individual, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang sangat kuat dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Sebagai instrumen ekonomi Islam, zakat berperan membersihkan harta sekaligus menjadi sarana distribusi kekayaan agar tidak terpusat pada kelompok tertentu saja. Indonesia, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, menyimpan potensi zakat yang sangat besar. Potensi ini mencakup zakat konsumtif untuk pemenuhan kebutuhan dasar, hingga zakat produktif yang mampu menggerakkan kemandirian ekonomi umat. Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terstruktur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi negara yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS hadir untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah sekaligus tata kelola modern. Keberadaan BAZNAS menempatkan zakat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan zakat melalui lembaga memiliki tujuan utama agar pendistribusian dan pendayagunaan zakat tepat sasaran dan tepat manfaat. Dalam masyarakat modern yang kompleks, pengelolaan zakat secara individual tidak lagi memadai. Diperlukan sistem pendataan mustahik dan muzakki yang akurat, mekanisme verifikasi yang jelas, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel. BAZNAS menjalankan peran strategis mulai dari penyusunan regulasi dan standarisasi pengelolaan zakat, penguatan basis data penerima dan pemberi zakat, hingga penerapan prinsip transparansi melalui laporan keuangan dan audit syariah. Selain itu, BAZNAS juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga pendidikan, pesantren, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat lainnya guna memperluas dampak zakat. Paradigma pengelolaan zakat pun terus berkembang, dari sekadar bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif. Melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial kemanusiaan, zakat diarahkan untuk mendorong kemandirian mustahik. Beasiswa pendidikan, layanan kesehatan bagi dhuafa, bantuan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga penguatan UMKM menjadi bukti nyata bagaimana zakat mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat bawah. Dalam situasi darurat, seperti bencana alam, zakat juga berfungsi sebagai instrumen solidaritas kebangsaan. Respons cepat BAZNAS melalui program kebencanaan menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam perlindungan sosial dan melengkapi kebijakan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat melalui lembaga yang profesional dapat menurunkan tingkat kemiskinan, memperkuat inklusi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup mustahik. Bahkan, tidak sedikit penerima zakat yang pada akhirnya mampu bertransformasi menjadi pemberi zakat, sebuah indikator keberhasilan pemberdayaan yang berkelanjutan. Meski demikian, optimalisasi zakat tidak dapat berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Kepercayaan publik, transparansi pengelolaan, serta pemahaman yang baik tentang manfaat zakat menjadi kunci utama. Oleh karena itu, BAZNAS terus mendorong peningkatan literasi zakat dan memperluas kemudahan layanan bagi para muzakki. Zakat pada hakikatnya bukan hanya ibadah ritual, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu memulihkan martabat dan masa depan masyarakat. Melalui BAZNAS, zakat dikelola untuk menjawab kebutuhan hari ini sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan. Ayo Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Demak Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak sebagai lembaga resmi yang amanah, transparan, dan profesional. Kontribusi Anda tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan umat dan pembangunan daerah. Kantor BAZNAS Kabupaten DemakJl. Pemuda No. 56 Bintoro, Demak Pembayaran ZIS Online: Zakat: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah: kabdemak.baznas.go.id/sedekah Informasi Rekening ZIS: kabdemak.baznas.go.id/rekening Bersama BAZNAS Kabupaten Demak, wujudkan zakat yang lebih berdampak untuk umat dan bangsa.
ARTIKEL28/01/2026 | humas-baznas demak
Z-Mart Buktikan UMKM Tetap Bisa Bersedekah di Tengah Dinamika Usaha
Z-Mart Buktikan UMKM Tetap Bisa Bersedekah di Tengah Dinamika Usaha
Kontributor : Ayu Sofani Mahasiswa Produktif BAZNAS Demak Di tengah-tengah usaha yang kerap berhadapan dengan pelaku UMKM, Program Z-Mart BAZNAS terus menunjukkan upaya sebagai ikhtiar pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan permodalan usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran berzakat sebagai bagian dari nilai spiritual dan sosial yang melekat dalam aktivitas usaha sehari-hari. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pengumpulan sedekah dari UMKM peserta Program Z-Mart yang dilaksanakan di Desa Truko, Kecamatan Dempet. Pada kegiatan tersebut, tim BAZNAS melakukan kunjungan sekaligus dialog singkat dengan para penerima manfaat guna melihat langsung perkembangan usaha serta komitmen mereka dalam menunaikan zakat. Salah satu penerima manfaat, Ibu Siti, pelaku usaha es teh dan makanan ringan, menyampaikan bahwa Program Z-Mart memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usahanya. Dukungan modal dan pendampingan yang diterima mampu mendorong peningkatan penjualan, sehingga usaha yang dijalankannya tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Ibu Siti mengungkapkan bahwa naik turunnya pendapatan merupakan hal yang lumrah dalam dunia usaha. Namun demikian, ia meyakini bahwa berbagi tidak harus menunggu kondisi lapang. Dengan penuh kesadaran, ia selalu mengisi kotak ZIS BAZNAS secara rutin, baik ketika usahanya mengalami peningkatan maupun saat pendapatan sedang menurun. Program Z-Mart BAZNAS tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi mustahik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan keimanan. Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat mampu tumbuh menjadi pelaku UMKM yang mandiri, berdaya, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah dan berkelanjutan. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Demak, kita kuatkan ekonomi umat dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kabupaten Demak memberikan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Layanan BAZNAS Kabupaten Demak di Jl. Pemuda No. 56 Bintoro, Demak. Masyarakat juga dapat menyalurkan ZIS melalui transfer ke rekening resmi BAZNAS Kabupaten Demak yang dapat diakses pada laman: kabdemak.baznas.go.id/rekening Selain itu, pembayaran zakat dan sedekah secara online dapat dilakukan dengan mudah melalui: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat kabdemak.baznas.go.id/sedekah Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak. Bersama-sama, kita hadirkan zakat yang menenangkan hati, memperkuat usaha, dan menebar manfaat bagi sesama.
ARTIKEL27/01/2026 | humas-baznas demak
Peran BAZNAS dalam Mengurai Benang Kusut Kemiskinan Indonesia melalui Zakat Berdaya
Peran BAZNAS dalam Mengurai Benang Kusut Kemiskinan Indonesia melalui Zakat Berdaya
Kontributor :Ali MansyurMahasiswa Produktif BAZNAS Demak Kemiskinan masih menjadi kenyataan pahit yang dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Persoalan ini tidak semata-mata tentang rendahnya penghasilan, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan kerja yang layak. Kondisi tersebut menuntut hadirnya ikhtiar bersama yang berkelanjutan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam ajaran Islam, zakat hadir sebagai instrumen sosial yang memiliki kekuatan besar untuk menjawab persoalan tersebut. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah personal, melainkan juga mekanisme distribusi harta agar tidak berputar pada kelompok tertentu saja. Ketika dikelola secara profesional dan amanah, zakat mampu menjadi solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus menumbuhkan kemandirian masyarakat penerima manfaat. Di Indonesia, amanah pengelolaan zakat secara nasional dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Lembaga resmi yang dibentuk pemerintah ini diberi kewenangan untuk menghimpun, mengelola, serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisir, transparan, dan akuntabel. Kehadiran BAZNAS menjadi harapan besar dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai sumber dana sosial untuk mendukung program pengentasan kemiskinan. Dalam praktiknya, BAZNAS menjalankan perannya melalui dua pendekatan utama, yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, seperti bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan darurat. Program ini menjadi penyangga awal agar masyarakat miskin dapat bertahan dan menjalani kehidupan yang lebih layak. Sementara itu, zakat produktif dirancang sebagai jalan menuju kemandirian. Melalui pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan berkelanjutan, BAZNAS mendorong mustahik untuk bangkit dan memiliki sumber penghasilan sendiri. Pendekatan ini menempatkan zakat tidak hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai investasi sosial yang berdampak jangka panjang. Beragam program yang dijalankan BAZNAS telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan sosial mampu meringankan beban hidup, sementara program pemberdayaan ekonomi membantu mustahik meningkatkan pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan. Dengan demikian, zakat bertransformasi menjadi instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan dan inklusif. Meski demikian, tantangan dalam pengelolaan zakat masih kerap dihadapi. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, keterbatasan data mustahik yang terintegrasi, hingga kendala geografis di wilayah tertentu menjadi pekerjaan rumah yang terus diupayakan solusinya oleh BAZNAS. Sebagai respons, BAZNAS terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas melalui pelaporan keuangan yang terbuka, sekaligus mengembangkan sistem digital untuk memudahkan pembayaran zakat dan pendataan mustahik. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran dan berdaya guna . Pada akhirnya, peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan tidak hanya terletak pada besarnya dana yang dihimpun, tetapi pada bagaimana zakat dikelola secara profesional, adil, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara lembaga, masyarakat, dan teknologi, zakat berpotensi besar menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mengurai persoalan kemiskinan di Indonesia. Mari ambil bagian dalam menghadirkan manfaat zakat yang berkelanjutan. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak agar lebih tepat sasaran, amanah, dan berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Kantor BAZNAS Kabupaten DemakJl. Pemuda No. 56 Bintoro, Demak Informasi Rekening ZIS kabdemak.baznas.go.id/rekening Pembayaran Zakat & Sedekah Online kabdemak.baznas.go.id/bayarzakatkabdemak.baznas.go.id/sedekah Zakat Anda, Harapan Mereka. Bersama BAZNAS Demak, kita wujudkan kemiskinan yang semakin berkurang dan kesejahteraan yang semakin merata.
ARTIKEL27/01/2026 | humas-baznas demak
Memahami Fidyah: Pengertian, Ketentuan, dan Cara Menghitung Fidyah Puasa Ramadhan
Memahami Fidyah: Pengertian, Ketentuan, dan Cara Menghitung Fidyah Puasa Ramadhan
Apa Itu Fidyah? Fidyah berasal dari kata fadaa yang bermakna menebus atau mengganti. Dalam konteks ibadah, fidyah merupakan bentuk tebusan yang diwajibkan bagi umat Islam yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan dengan alasan tertentu dan tidak memungkinkan untuk menggantinya (qadha) di waktu lain. Syariat Islam memberikan keringanan bagi mereka yang benar-benar tidak sanggup berpuasa. Namun, sebagai bentuk tanggung jawab ibadah, kewajiban tersebut diganti dengan fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin sesuai ketentuan yang berlaku. Secara istilah, fidyah adalah denda syar’i yang wajib ditunaikan akibat meninggalkan kewajiban puasa atau menunda pelaksanaannya tanpa uzur yang dibenarkan. Siapa Saja yang Wajib Membayar Fidyah? Berikut beberapa golongan yang dikenai kewajiban fidyah berdasarkan ketentuan fiqih: 1. Lansia Orang lanjut usia yang secara fisik tidak lagi mampu menjalankan puasa Ramadhan dan jika dipaksakan justru menimbulkan kesulitan berat (masyaqqah), diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah sebagai gantinya. 2. Orang dengan Sakit Parah Seseorang yang menderita sakit berat dan kecil kemungkinan sembuh, serta tidak sanggup berpuasa tanpa membahayakan kondisi kesehatannya, tidak diwajibkan berpuasa. Sebagai pengganti, ia berkewajiban menunaikan fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 3. Ibu Hamil dan Menyusui Wanita hamil atau menyusui diperbolehkan meninggalkan puasa apabila khawatir akan keselamatan dirinya atau bayinya. Ketentuannya sebagai berikut: Jika kekhawatiran mencakup keselamatan diri dan anak, maka cukup meng-qadha puasa tanpa fidyah. Jika kekhawatiran hanya terhadap keselamatan anak atau janin, maka wajib membayar fidyah. 4. Orang yang Meninggal Dunia dengan Utang Puasa Dalam mazhab Syafi’i, kasus ini dibagi menjadi dua: Tidak wajib fidyah, jika puasa ditinggalkan karena uzur dan tidak sempat meng-qadha hingga wafat. Wajib fidyah, jika puasa ditinggalkan tanpa uzur atau memiliki kesempatan meng-qadha namun tidak dilakukan. Dalam hal ini, ahli waris wajib membayarkan fidyah sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 5. Orang yang Menunda Qadha Puasa Seseorang yang mampu meng-qadha puasa Ramadhan namun menundanya hingga datang Ramadhan berikutnya tanpa uzur syar’i, maka ia berdosa dan wajib membayar fidyah satu mud per hari puasa yang belum diganti. Berbeda halnya jika penundaan terjadi karena uzur yang berkelanjutan, maka tidak dikenakan fidyah dan hanya wajib qadha. Cara Menghitung Fidyah Puasa Ketentuan dasar fidyah adalah: 1 mud makanan pokok (±0,6 kg atau ¾ liter beras) × jumlah hari puasa yang ditinggalkan Di wilayah Kabupaten Demak, satu mud fidyah disetarakan dengan satu paket makanan lengkap (nasi, lauk, buah, dan minuman) senilai Rp45.000 untuk satu orang fakir miskin per hari. Contoh Perhitungan Seorang lansia tidak mampu berpuasa selama 30 hari penuh di bulan Ramadhan. Perhitungannya: 1 mud × 30 hari = 30 paket makanan 30 × Rp45.000 = Rp1.350.000 Maka, total fidyah yang wajib dibayarkan (jika dalam satu bulan) adalah Rp1.350.000. Tunaikan Fidyah Secara Mudah Melalui BAZNAS Kabupaten Demak Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Demak menyediakan layanan pembayaran fidyah secara online yang aman, transparan, dan sesuai ketentuan syariat. Fidyah yang ditunaikan melalui BAZNAS Demak akan disalurkan kepada fakir miskin dalam bentuk paket makanan layak konsumsi, tepat sasaran, dan terukur. Masyarakat dapat menunaikan fidyah tanpa harus datang langsung, sehingga lebih praktis dan tetap bernilai ibadah. Salurkan fidyah Anda melalui: Layanan fidyah online BAZNAS Kabupaten Demak Dapat mengakses situs website : kabdemak.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih jenis dana (Fidyah) > isi data Transfer rekening Infak resmi BAZNAS Kabupaten Demak kemudian konfirmasi pembayaran ke kontak whatsapp center BAZNAS Demak Konsultasi dan konfirmasi layanan fidyah melalui kanal resmi BAZNAS Demak Dengan menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Demak, Anda turut berkontribusi dalam menjaga keberkahan Ramadhan sekaligus membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari sempurnakan ibadah Ramadhan dengan fidyah yang tepat, mudah, dan terpercaya bersama BAZNAS Kabupaten Demak.
ARTIKEL21/01/2026 | humas-baznas demak
Bulan Syaban, Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial Jelang Ramadhan
Bulan Syaban, Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial Jelang Ramadhan
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan Sya’ban. Salah satunya dengan memperbanyak ibadah puasa sunnah. Hal ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan persiapan spiritual agar umat Islam siap secara lahir dan batin ketika memasuki Ramadhan. Keutamaan Bulan Sya’ban Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Sya’ban merupakan bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, dan beliau menyukai amal tersebut diangkat dalam keadaan berpuasa. Keutamaan ini menjadikan Sya’ban sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas keimanan. Selain itu, terdapat malam pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban, yang dimaknai sebagai momentum muhasabah dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan refleksi diri. Menghidupkan Amalan di Bulan Sya’ban Bulan Sya’ban menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membiasakan diri dengan berbagai amalan, di antaranya memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan infak. Amalan sosial seperti berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa juga menjadi bagian penting dari penguatan nilai kepedulian dan solidaritas umat. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS mendorong masyarakat untuk menjadikan bulan Sya’ban sebagai awal membangun kesadaran berbagi. Kepedulian sosial yang ditanamkan sejak Sya’ban diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin meningkat di bulan Ramadhan. Sya’ban sebagai Jembatan Menuju Ramadhan Sya’ban dapat dimaknai sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan. Melalui pembiasaan ibadah dan peningkatan kepedulian sosial sejak bulan ini, umat Islam diharapkan mampu menjalani Ramadhan dengan lebih optimal, baik dari sisi ibadah personal maupun kontribusi sosial. Bulan Sya’ban adalah momentum berharga untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan menghidupkan berbagai amalan ibadah dan kebaikan di bulan ini, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual dan semangat berbagi yang lebih kuat. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sejak bulan Sya’ban sebagai bagian dari gerakan kebaikan yang berkelanjutan. BAZNAS Demak menyediakan beragam layanan pembayaran ZIS yang mudah, aman, dan terpercaya, baik secara langsung maupun melalui layanan digital, guna memberikan kemudahan bagi para muzaki dan dermawan. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui: Layanan pembayaran langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak jalan pemuda No. 56 Bintoro Kabupaten DemakLayanan zakat dan sedekah online melalui kanal digital resmi BAZNAS Demak kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Transfer melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Demak pada bank yang telah ditetapkan kabdemak.baznas.go.id/rekening Informasi lengkap mengenai nomor rekening, layanan online, serta konfirmasi pembayaran dapat diperoleh melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Demak atau dengan menghubungi layanan amil yang tersedia. Mari manfaatkan bulan Sya’ban sebagai awal gerakan kebaikan menuju Ramadhan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak, agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik di Kabupaten Demak. Bersama BAZNAS Demak, kuatkan ibadah, perluas manfaat, dan hadirkan keberkahan Ramadhan untuk semua. Editor : Rifqi, S.Ds Pelaksana SDM, Umum (Media Informasi)
ARTIKEL20/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Verval Pelaporan ZIS
BAZNAS Demak Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Verval Pelaporan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan memperkuat tata kelola pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) pelaporan pengelolaan ZIS yang diikuti oleh pimpinan serta amil pelaksana BAZNAS Demak. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor BAZNAS Kabupaten Demak ini menjadi ruang bersama untuk melakukan pencermatan, evaluasi, serta penyamaan persepsi dalam penyusunan laporan pengelolaan ZIS. Proses verval terfokus pada kelengkapan administrasi, keselarasan data pelaporan, serta keterhubungan antara laporan keuangan dan pelaksanaan program di lapangan. Pimpinan BAZNAS Demak Bidang Keuangan dan Pelaporan, H. Suyono, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata bersifat administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat. “Verifikasi dan validasi ini kami lakukan sebagai bentuk amanah. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat harus dikelola secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pelaporan yang valid, kepercayaan muzaki dapat terus kita jaga,” ujar H. Suyono. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan seluruh unsur pimpinan dan pelaksana amil menjadi kunci agar laporan yang disusun tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga mencerminkan dampak nyata bagi para mustahik. Melalui kegiatan verval ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap kualitas pelaporan pengelolaan ZIS semakin meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dengan tata kelola yang baik, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. Mari terus mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak agar tersalurkan tepat sasaran dan membawa keberkahan bagi sesama. Tunaikan ZIS secara online: https://kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Informasi rekening ZIS: https://kabdemak.baznas.go.id/rekening Konfirmasi & layanan zakat: Nomor WhatsApp center BAZNAS kabupaten Demak di layanan Situs web: https://kabdemak.baznas.go.id/kontak-baznas
ARTIKEL07/01/2026 | humas-baznas demak
Asesmen Mustahik Jadi Kunci Ketepatan Penyaluran Program BAZNAS
Asesmen Mustahik Jadi Kunci Ketepatan Penyaluran Program BAZNAS
Proses asesmen atau survei calon penerima manfaat (mustahik) menjadi tahapan fundamental dalam memastikan penyaluran program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh BAZNAS berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan dana umat agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Muhammad Bayu Shofi, S.E., Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak, menjelaskan bahwa asesmen dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke rumah calon mustahik untuk memperoleh data faktual mengenai kondisi sosial dan ekonomi yang bersangkutan. “Asesmen lapangan kami lakukan untuk memastikan kondisi calon penerima manfaat sesuai dengan kriteria mustahik. Mulai dari kondisi tempat tinggal, sumber penghasilan, hingga jumlah tanggungan keluarga kami verifikasi secara langsung,” ungkapnya. Menurutnya, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi administratif, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan jenis bantuan yang paling tepat bagi calon penerima manfaat. “Dengan turun langsung ke lapangan, BAZNAS dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah dana zakat yang dipercayakan oleh para muzaki,” lanjutnya. Selain itu, asesmen juga memiliki nilai edukatif bagi calon mustahik. Dalam proses tersebut, BAZNAS memberikan pemahaman terkait tujuan program, mekanisme bantuan, serta harapan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. “Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik secara bertahap,” jelasnya. Hasil asesmen kemudian dirangkum dalam laporan dan dianalisis secara objektif sebagai dasar penetapan penerima manfaat serta rekomendasi program, baik bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi. Dengan mekanisme ini, BAZNAS berkomitmen menghadirkan program yang berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan mustahik. Melalui pelaksanaan asesmen yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, terpercaya, dan berkontribusi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan umat. Kontributor: Muhammad Bayu Shofi, S.E. Pelaksana Amil BAZNAS Kabupaten Demak
ARTIKEL06/01/2026 | humas-baznas demak
Memaksimalkan Amalan Bulan Rajab: Pintu Pembuka Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Memaksimalkan Amalan Bulan Rajab: Pintu Pembuka Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Rajab sering kali disebut sebagai "Syahrullah" atau Bulannya Allah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), Rajab menjadi momen "pemanasan" yang sempurna sebelum kita memasuki bulan Sya'ban dan puncaknya di bulan Ramadan. Bagi umat Muslim, ini adalah waktu yang tepat untuk bercocok tanam kebaikan agar bisa memanen pahala yang melimpah di kemudian hari. Amalan Utama di Bulan Rajab Mengapa Bulan Rajab begitu spesial? Di bulan ini, setiap amal saleh yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan: Memperbanyak Puasa Sunnah: Menjalankan puasa di bulan haram memiliki keutamaan tersendiri untuk melatih disiplin diri. Istighfar dan Taubat: Memohon ampunan atas kekhilafan masa lalu guna membersihkan hati. Meningkatkan Kualitas Shalat: Baik shalat fardhu maupun menambahnya dengan shalat sunnah Rawatib dan Tahajud. Berbagi Melalui ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah): Menjadi jembatan kebaikan bagi sesama. Menjemput Berkah dengan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Banyak yang bertanya, "Bolehkah menunaikan zakat di bulan Rajab?" Jawabannya tentu boleh, asalkan harta tersebut sudah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Namun, selain zakat yang bersifat wajib, memperbanyak infak dan sedekah di bulan ini adalah strategi cerdas untuk meraih keberkahan. Berikut penjelasannya: 1. Zakat: Pembersih Harta Jika jadwal haul zakat mal Anda jatuh di bulan-bulan ini, segera tunaikan. Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi cara Allah membersihkan harta kita agar tumbuh lebih berkah. 2. Infak: Investasi Akhirat Infak bersifat lebih fleksibel dibanding zakat. Di bulan Rajab, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk kepentingan umum—seperti pembangunan masjid atau sarana pendidikan—adalah bentuk syukur yang nyata. 3. Sedekah: Penghapus Dosa Sedekah tidak selalu berupa uang. Senyuman, bantuan tenaga, hingga berbagi makanan berbuka puasa bagi mereka yang berpuasa Rajab termasuk sedekah yang bernilai tinggi di mata Allah. "Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya'ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadan adalah bulan untuk memanen." — Imam Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi Kesimpulan Memasuki bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak amalan dan berbagi melalui zakat, infak, serta sedekah, kita tidak hanya membantu saudara yang membutuhkan, tetapi juga sedang mempersiapkan jiwa kita menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih bersih.
ARTIKEL22/12/2025 | humas-baznas demak
Menjaga Keseimbangan Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Menjaga Keseimbangan Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Kesehatan adalah nikmat yang seringkali terlupakan hingga ia hilang dari genggaman. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ada dua nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia yaitu nikmat Sehat dan kesempatan atau waktu luang.” (HR. Bukhari). Dalam pandangan Islam, kesehatan tidak hanya terbatas pada raga yang kuat (jasmani), tetapi juga jiwa yang bersih (rohani). Keduanya harus berjalan selaras untuk mencapai tujuan hidup yang berkualitas. Berikut adalah panduan lengkap mengenai manfaat dan cara menjaga kesehatan jasmani serta rohani. 1. Kesehatan Jasmani: Investasi Masa Tua yang Produktif Jasmani yang sehat merupakan modal utama bagi seorang mukmin untuk menjalankan ibadah dengan optimal. Manfaat Menjaga Kesehatan Jasmani: Terhindar dari Penyakit: Pola makan teratur dan olahraga rutin meningkatkan imun tubuh secara signifikan, sehingga tubuh lebih kuat melawan serangan virus maupun penyakit kronis. Meningkatkan Metabolisme: Konsumsi makanan bernutrisi membantu metabolisme bekerja lebih cepat dan efisien. Panjang Umur & Kualitas Hidup: Rutin berolahraga menjaga fungsi jantung dan paru-paru, sehingga mengurangi risiko penyakit berat di hari tua. Produktivitas Meningkat: Stamina yang prima dan asupan oksigen yang cukup ke otak membuat kita lebih fokus dan bersemangat dalam bekerja. Cara Meningkatkan Kesehatan Jasmani: Olahraga secara rutin. Menjaga pola makan (gizi seimbang). Istirahat dan tidur yang cukup. Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Menghindari rokok dan alkohol. 2. Kesehatan Rohani: Fondasi Ketenangan Batin Jika jasmani berkaitan dengan fisik, maka rohani berkaitan dengan kesehatan mental dan kedekatan kepada Sang Pencipta. Manfaat Kesehatan Rohani yang Terjaga: Pengendalian Emosi: Jiwa yang sehat membuat kita lebih jernih dalam berpikir dan tenang dalam menghadapi situasi sulit. Mencegah Depresi: Dengan konsep Tawakkal, kita memiliki sandaran kuat (Allah SWT) untuk berkeluh kesah, sehingga beban hidup tidak dipendam sendiri. Berpikir Positif: Ketenangan batin memicu hormon endorfin yang meredakan stres dan kecemasan. Cara Meningkatkan Kesehatan Rohani: Mendekatkan diri kepada Allah: Menjaga shalat (wajib & sunnah), puasa, zakat, dan sedekah. Ibadah adalah obat penenang jiwa yang paling ampuh. Menjaga Silaturahim: Hubungan baik dengan sesama manusia menciptakan ketenangan batin yang luar biasa. Banyak Bersyukur: Mengingat kebesaran Allah dan memohon ampun atas segala khilaf. Menjaga Hati: Menghilangkan rasa iri, dengki, dendam, dan selalu berprasangka baik (Husnuzan). 3. Waspada Penyakit Rohani (Penyakit Hati) Penyakit hati seringkali lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena sifatnya yang merusak iman dan karakter. Tanda-tanda Penyakit Rohani: Syirik (menyekutukan Allah) dan munafik. Kufur (ingkar terhadap nikmat). Riya (ingin dipuji) dan sombong. Iri hati, dengki, dan meremehkan orang lain. Obat Penyakit Hati: Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, obat yang paling mujarab adalah membaca dan mentadabburi Al-Quran, memperbanyak dzikir, serta ikhlas dalam menjalankan perintah-Nya. 4. Korelasi Pola Makan dan Pola Hidup Para ahli kesehatan fisik dan psikis berpendapat bahwa kebugaran seseorang dipengaruhi oleh dua faktor utama: Pola Makan (20%): Berpengaruh pada fisik/jasmani. Pola Hidup (80%): Berpengaruh pada kesehatan mental dan kebugaran prima melalui penggunaan pikiran, akal, jiwa, dan perasaan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 2-4, yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman yang sehat jiwanya: mereka yang bergetar hatinya saat disebut nama Allah, mendirikan shalat, dan gemar berinfak. Kesimpulan Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur kepada Allah SWT. Ibadah yang disyariatkan, seperti puasa, bukan sekadar menahan lapar, melainkan sarana membentuk karakter kuat, jujur, dan bertakwa. Ingatlah bahwa hidup yang prima hanya bisa dicapai jika terjadi keseimbangan antara jasmani yang sehat dan rohani yang bersih. Dengan pola hidup yang proporsional dan ibadah yang ikhlas, kebahagiaan dunia serta akhirat akan lebih mudah diraih. Penulis: H.M. Muchlas al-Faroly
ARTIKEL22/12/2025 | humas-baznas demak
Transformasi Digital: Ijtihad Teknologi untuk Penguatan Fikih Zakat Kontemporer
Transformasi Digital: Ijtihad Teknologi untuk Penguatan Fikih Zakat Kontemporer
Oleh: Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec., Ph.D (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital) Di tengah derasnya arus disrupsi digital, pengelolaan zakat dituntut untuk bergerak lebih adaptif dan responsif. Zakat tidak hanya perlu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkan inovasi digital sebagai kekuatan baru dalam menghadirkan manfaat bagi umat. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang digelar BAZNAS RI pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema “Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising”, menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang digitalisasi zakat. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi tonggak strategis untuk memperkuat pemahaman fikih zakat di tengah kompleksitas ekonomi digital masa kini. Transformasi digital BAZNAS sendiri telah dibangun melalui komitmen jangka panjang. Pada tahun 2023, BAZNAS meraih Indonesia Digital Innovation Award untuk kategori Best Digital Innovation in Zakat Collection. Penghargaan tersebut menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam pengelolaan zakat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dikembangkan. Percepatan ini berlanjut melalui Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024 yang fokus pada pembangunan Kantor Digital BAZNAS. Upaya tersebut memperkuat digitalisasi dalam seluruh rantai pengelolaan zakat, mulai dari pendataan mustahik, penghimpunan dana, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran dan transparan. Fondasi ini menjadi landasan kuat menuju agenda transformasi yang lebih visioner pada 2025. Tahun 2025 menjadi fase yang lebih progresif. Jika sebelumnya digitalisasi berfokus pada infrastruktur, kini BAZNAS mulai mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dan big data dalam proses pengambilan keputusan. Teknologi bukan lagi sekadar pendukung teknis, melainkan elemen strategis dalam menentukan kebijakan yang cepat, akurat, dan berdampak besar. Hal ini sekaligus memunculkan tantangan: bagaimana fikih zakat klasik dapat ditafsirkan ulang untuk menjawab dinamika ekonomi digital yang serba cepat dan tanpa batas? Di sini, pemikiran progresif almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen kembali relevan. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel di Kemenag.go.id (24 November 2025), beliau memberikan landasan metodologis yang fleksibel dalam memperluas cakupan harta wajib zakat. Dengan tetap merujuk pada nash serta memanfaatkan qiyas, beliau membagi harta zakat ke dalam empat kategori besar: logam berharga, tumbuhan yang bermanfaat, hewan ternak dan hasil laut, serta keuntungan usaha. Kategorisasi ini bukan daftar tertutup, tetapi kerangka yang dapat dikembangkan untuk mencakup aset-aset digital modern seperti token aset, NFT, royalti digital, pendapatan sharing economy, hingga keuntungan dari perdagangan algoritmik. Pemikiran Ibrahim Hosen tentang zakat produktif semakin menemukan relevansinya di era digital. Dengan bantuan AI, potensi ekonomi mustahik dapat dianalisis secara presisi. Data dapat menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai, mulai dari permodalan usaha, pelatihan keterampilan digital, hingga penguatan akses pasar. Pada titik ini, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Perluasan makna sabilillah yang diperkenalkan Ibrahim Hosen juga membuka peluang besar bagi pemberdayaan di ranah digital. Dana zakat dapat mendukung pembangunan platform pendidikan digital, riset teknologi untuk kemaslahatan, infrastruktur digital pesantren dan madrasah, hingga menjadi modal bagi startup sosial yang memberdayakan masyarakat lemah. Zakat hadir bukan hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai motor inovasi peradaban. Rakernis 2025 dengan fokus AI dan digital fundraising menandai lompatan besar dalam pengelolaan zakat nasional. Indonesia tengah membangun sistem zakat yang modern secara teknologi sekaligus kuat secara filosofis. Sistem yang diharapkan mampu menghadirkan keadilan sosial di era ketika batas fisik dan digital semakin menyatu. Pencapaian dari 2023 hingga agenda 2025 menunjukkan bahwa transformasi digital adalah keharusan strategis. Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi memperluas jangkauan fikih zakat kontemporer agar mampu menjawab tantangan zaman secara visioner dan relevan. Menutup refleksi ini, pesan abadi Prof. KH. Ibrahim Hosen kembali mengemuka: zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar ritual formal. Dengan semangat ijtihad yang sama, transformasi digital harus dijadikan sarana menghidupkan kembali energi pembaruan fikih zakat untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan umat secara inklusif.
ARTIKEL27/11/2025 | humas-baznas demak
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat