WhatsApp Icon
BAZNAS, Kemenag, dan Bappenas Resmi Integrasikan DTSEN untuk Optimalisasi Penyaluran ZIS-DSKL

Jakarta — Upaya besar dalam membenahi tata kelola dana sosial keagamaan di Indonesia resmi dimulai. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Agama, dan Kementerian PPN/Bappenas secara resmi meluncurkan integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ke dalam sistem pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) pada Kamis (6/8/2026) di Gedung Bappenas, Jakarta.

Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas kendala klasik pengelolaan zakat di tanah air, yakni belum terhubungnya basis data secara sistemik antar kementerian, lembaga, maupun organisasi pengelola zakat di berbagai daerah. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 48 juta data penerima manfaat (mustahik) dan 23 juta pembayar zakat (muzaki). Tanpa integrasi, angka besar ini sangat rentan memicu duplikasi data serta ketidaktepatan sasaran penyaluran.

Melalui keterpaduan sistem yang terhubung langsung dengan DTSEN, BAZNAS optimistis program mobilisasi dana umat serta pemberdayaan ekonomi masyarakat akan berjalan jauh lebih akurat, efisien, dan tepat sasaran. Senada dengan hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan bahwa Satu Data ZIS-DSKL menjadi instrumen krusial untuk memastikan seluruh proses tata kelola berjalan transparan dan akuntabel demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menambahkan bahwa pembenahan data ini juga akan menutup celah praktik penerimaan bantuan ganda—misalnya mustahik yang sudah menerima bantuan dari BAZNAS pusat tidak perlu lagi menerima bantuan dari BAZNAS daerah atau Kementerian Sosial. Dengan demikian, alokasi dana umat dapat diperluas untuk merangkul masyarakat miskin lain yang selama ini belum tersentuh uluran tangan.

Peresmian penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi BAZNAS RI, pejabat madya dan pratama dari Kementerian Agama serta Bappenas, serta diikuti secara daring oleh pengurus BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ) tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia.

06/08/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Sinergi BAZNAS dan BPBD Demak Gelar Edukasi Program Mantab di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono

Demak (27/07/2026) Upaya memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Bertempat di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono, Kecamatan Gajah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak resmi menggelar kegiatan Edukasi Sosialisasi Madrasah Aman Tanggap Bencana (Mantab). Pelaksanaan program strategis ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni mulai tanggal 27 hingga 28 Juli 2026.

Program Mantab yang diinisiasi oleh BAZNAS merupakan sebuah gerakan terpadu untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan satuan pendidikan, mulai dari pemahaman risiko hingga simulasi evakuasi mandiri guna meminimalisir dampak korban jiwa saat terjadi darurat bencana.

Membuka jalannya acara, Kepala Sekolah SMA Islam Miftahul Huda, Bapak Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai mitigasi bencana sangat krusial bagi para siswa sebagai bekal penyelamatan diri sekaligus menanamkan jiwa kemanusiaan sejak dini.

"Ilmu tanggap bencana melalui program Mantab ini sangat penting bagi para siswa kami agar mereka memiliki kesadaran dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar," ujar Bapak Abdul Wahid.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa program Madrasah Aman Tanggap Bencana ini selaras dengan pilar utama BAZNAS melalui program Demak Peduli Tanggap Bencana, yang mencakup penanganan berbagai musibah seperti kebakaran, angin puting beliung, hingga banjir yang kerap melanda wilayah setempat. Pihaknya berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepekaan sosial tinggi.

"Kami berharap program ini mampu mencetak relawan-relawan yang tanggap disaat kebencanaan. Tanggap kebencanaan tidak serta-merta didapat dari ilmu di sekolah saja, akan tetapi timbul sendiri dari hati, rasa kepedulian, empati, dan kesigapan," tegas H. Bambang Soesetiarto.

Sinergi lintas instansi ini semakin diperkuat dengan kehadiran Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, yang turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, beliau memberikan edukasi komprehensif mengenai spektrum kebencanaan, mulai dari pemahaman definisi bencana, langkah-langkah mitigasi pada fase pra-bencana, penanganan tanggap darurat saat bencana terjadi, hingga pemulihan pada pasca-bencana. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi relawan dari unsur masyarakat dan peserta didik.

"Semoga dengan sosialisasi edukasi program madrasah tanggap bencana ini, ilmu yang disampaikan dapat ditularkan kepada siswa lain, ataupun dapat diaplikasikan penanganannya di saat situasi musibah kebencanaan seperti banjir, kebakaran, puting beliung, dan lain-lain," pesan Agus Sukiyono.

Sebagai penutup rangkaian agenda hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan teknis mendalam mengenai mitigasi risiko kebencanaan. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Demak, Bapak Rezki Sulityono Soedibyo, bersama jajaran Amil Pelaksana BAZNAS Demak yang telah memiliki kompetensi serta sertifikasi resmi di bidang mitigasi risiko kebencanaan. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori dasar penanggulangan bencana, tetapi juga memiliki keterampilan taktis dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.

27/07/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Buka Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 1448 H/2026 M, Pendaftaran Dibuka 20–22 Juli 2026

Demak (14/07/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali membuka Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz BAZNAS Demak Tahun 1448 H/2026 M sebagai bentuk komitmen dalam mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk menyelesaikan hafalan hingga 30 juz.

Program beasiswa ini diperuntukkan bagi santri tahfidz yang berasal dari Kabupaten Demak dan sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Demak. Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak berharap dapat memberikan dukungan pendidikan kepada santri yang termasuk dalam kategori mustahik zakat sehingga mereka dapat lebih fokus dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.

Pendaftaran Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz akan dilaksanakan pada 20–22 Juli 2026 mulai pukul 09.00–14.00 WIB di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, Jalan Pemuda Nomor 56, Bintoro, Demak. Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui tautan bazn.as/tahfidbaznasdemak sebelum peserta menyerahkan berkas secara langsung.

Seluruh peserta diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti tahapan seleksi administrasi, dilanjutkan seleksi kompetensi tahfidz, hingga pengumuman hasil seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Demak mengajak para santri yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ikhtiar dalam memperoleh dukungan pendidikan sekaligus memperkuat komitmen menjadi generasi penghafal Al-Qur'an yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Informasi Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz BAZNAS Demak 1448 H/2026 M

Persyaratan

 

  1. Warga Kabupaten Demak.
  2. Berdomisili dan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kabupaten Demak.
  3. Termasuk dalam 8 Asnaf Mustahik Zakat.
  4. Berkomitmen menyelesaikan hafalan Al-Qur'an hingga 30 juz.
  5. Minimal telah hafal 15 juz dan belum khatam.
  6. Berusia maksimal 22 tahun saat mendaftar.
  7. Belum menikah.


Dokumen yang Harus Disiapkan

 

  1. Fotokopi Kartu Santri atau Surat Keterangan sebagai santri.
  2. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  3. Surat keterangan hafal min. 15 juz (belum khatam) dari pengasuh pondok.
  4. Surat pernyataan kesanggupan khatam 30 juz (meterai Rp10.000).
  5. Surat pernyataan tidak menerima bantuan lain (meterai Rp10.000).
  6. Pas foto terbaru 3×4 (2 lembar).
  7. Surat keterangan tidak mampu dari Desa/Kelurahan (diketahui Kecamatan).
  8. Maksimal pengiriman 3 pendaftar per Pondok Pesantren.

 

Informasi Pendaftaran & Jadwal Seleksi

Tanggal Pendaftaran

20–22 Juli 2026

Waktu

09.00–14.00 WIB

Tempat

Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, Jl. Pemuda No. 56, Bintoro, Demak

Formulir Pendaftaran

bazn.as/tahfidbaznasdemak

 

Jadwal Pelaksanaan Seleksi

Tahapan Seleksi Administrasi

23 Juli 2026

Pengumuman Hasil Administrasi

25 Juli 2026

Seleksi Kompetensi Tahfidz

29 Juli 2026

Pengumuman Kelulusan

Akan diinformasikan lebih lanjut

14/07/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Gandeng Pemkab dan MUI, BAZNAS Demak Salurkan Santunan untuk Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa

DEMAK (05/07/2026) – Memasuki momentum penuh berkah di bulan Muharram 1448 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Demak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Demak Kota, dan Yayasan Pendidikan Islam Tazakka menggelar aksi sosial keagamaan. Sinergi lintas sektor ini diwujudkan melalui penyaluran santunan bagi 41 anak yatim dan dhuafa yang berlangsung khidmat di Mushola Sabiilul Huda, Kelurahan Kalicilik, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin M.Pd (Gus Bad), Ketua BAZNAS Kabupaten Demak Drs. H. Bambang Soesetiarto, S.I.P, Ketua MUI Kecamatan Demak Kota KH. Hasyim Asy’ari, jajaran Forkopimcam Demak, serta para tokoh agama setempat. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen bersama dalam menguatkan syiar Islam dan kepedulian sosial di wilayah Demak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Demak yang akrab disapa Gus Bad, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi kemanusiaan ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi memuliakan anak yatim (Idul Yatama) sebagai bentuk implementasi nyata ajaran Al-Qur'an.

“Atas nama Pemkab dan pribadi saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BAZNAS, MUI Demak Kota, dan Yayasan Pendidikan Islam Tazakka, serta tentunya warga di sini yang masih peduli dan melanggengkan tradisi Idul Yatama atau Lebaran anak yatim. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya,” ujar Gus Bad.


Lebih lanjut, Gus Bad juga mengingatkan bahwa menyantuni anak yatim bukan sekadar bantuan materiil biasa, melainkan memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan mereka sekaligus menjadi ladang pahala yang dijanjikan syurga oleh Allah SWT.

“Tentu untuk melaksanakan kegiatan syiar seperti ini bukan pekerjaan mudah, namun jika diniati ibadah dan peduli pada anak yatim dan dhuafa, Insya Allah terlaksana. Santunan anak yatim dapat membantu meringankan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makanan, pakaian, dan pendidikan,” tambahnya sembari mengutip keutamaan berinfak dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 215.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, KH Zaenal Arifin, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara tersebut, terlebih dengan kehadiran rombongan Wakil Bupati yang memberikan motivasi tersendiri bagi warga dan anak-anak penerima manfaat. Tiap anak yatim dan dhuafa dalam kesempatan ini menerima haknya berupa santunan uang tunai senilai Rp 350.000,- disertai bantuan pangan berupa 5 kilogram beras.

“Syukur Alhamdulillah acara santunan anak yatim dan dhuafa tahun ini dapat berjalan sesuai rencana. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang kerso mengayubagyo (bekerjasama) hingga kita semua dapat selalu menguri-uri Idul Yatama, ladang ibadah bagi semua pihak. Semoga tahun depan kita mampu memberikan yang lebih dari tahun ini, termasuk penerima jumlahnya juga lebih banyak,” pungkas Kyai Arifin penuh harap.

 

Melalui penyaluran santunan ini, BAZNAS Demak bersama seluruh unsur yang terlibat berharap dapat terus mengetuk pintu hati para muzzaki dan munfik agar senantiasa mengalirkan keberkahan harta mereka, demi terwujudnya kesejahteraan dan senyum bahagia di wajah anak-anak yatim serta dhuafa di Kabupaten Demak.

06/07/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
BAZNAS Demak Uji Wawancara Lisan Peserta Seleksi Beasiswa Mahasiswa Produktif 2026

DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menyelenggarakan tahapan krusial dalam seleksi Beasiswa Mahasiswa Produktif tahun 2026, yakni uji wawancara lisan pada Kamis (02/07/2026). Proses yang diawali dengan registrasi peserta ini menjadi titik penentu bagi para mahasiswa yang telah lolos tahap administrasi dan ujian tertulis sebelumnya. Laporan panitia mencatat peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan pada tahun ini, yang menunjukkan tingginya animo masyarakat dalam mengakses bantuan pendidikan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto,S.I.P menegaskan bahwa lembaga menjunjung tinggi transparansi dalam setiap tahapan seleksi. Beliau memastikan bahwa penilaian dilakukan secara profesional tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. “Hasil seleksi ini adalah murni dari hasil wawancara peserta; kami menekankan tidak ada peserta titipan. Namanya seleksi pasti ada yang gugur, namun bagi yang dinyatakan lulus nantinya, saya harap dapat memaksimalkan potensi diri untuk berkontribusi aktif dalam program-program BAZNAS Kabupaten Demak,” ungkap H. Bambang Soesetiarto.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Demak, Drs. H. Saerozi, M.Si., dalam pembacaan tata tertib dan petunjuk teknis, menyoroti peningkatan antusiasme pendaftar yang sangat besar. Beliau menjelaskan bahwa uji wawancara ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen untuk menyaring kandidat terbaik. “Kami berkomitmen mengambil yang terbaik dari yang baik. Proses seleksi telah dilakukan secara bertahap mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga puncaknya pada uji wawancara lisan hari ini,” jelas H. Saerozi di hadapan para peserta.

Materi wawancara dirancang secara komprehensif untuk mendalami profil peserta, mencakup pengenalan pribadi, kualifikasi akademik, komitmen pengabdian, integritas, hingga kedalaman pemahaman keagamaan. Tujuan dari pendalaman materi ini adalah untuk memastikan bahwa bantuan beasiswa yang disalurkan tepat sasaran dan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi penerima serta masyarakat luas. Dengan pendekatan ini, BAZNAS Demak berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang amanah.

Terkait sistem penilaian, panitia pelaksana menetapkan mekanisme akumulatif dengan bobot yang menempatkan hasil wawancara sebagai aspek penentu utama. Total nilai akhir diperoleh dari gabungan 40% hasil tes tertulis dan 60% hasil penilaian wawancara lisan. Dengan bobot yang lebih besar pada tahap akhir ini, posisi peringkat peserta masih sangat dinamis dan dapat berubah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tes wawancara yang terbagi dalam beberapa urutan teknis di bawah arahan ketat dari tim panitia BAZNAS Kabupaten Demak.

02/07/2026 | Kontributor: humas-baznas demak

Berita Terbaru

Peringati Hari Amal Bhakti ke-80, BAZNAS Demak Salurkan Bantuan Pendidikan dan Insentif Guru Kemenag Demak
Peringati Hari Amal Bhakti ke-80, BAZNAS Demak Salurkan Bantuan Pendidikan dan Insentif Guru Kemenag Demak
Demak, Sabtu (3/1/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak menggelar kegiatan peringatan yang berlangsung khidmat di Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Momentum peringatan HAB ke-80 tersebut dimanfaatkan sebagai wujud penguatan sinergi dan kepedulian terhadap sektor pendidikan keagamaan. Pada kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Demak turut ambil bagian dengan menyalurkan berbagai program bantuan dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah. BAZNAS Kabupaten Demak menyalurkan Bantuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam Tahun 2025 kepada 41 penerima manfaat dengan total nilai bantuan sebesar Rp32.800.000. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru PAI dalam menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan keagamaan. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Demak juga menyalurkan insentif bagi Tenaga Pendidik Non ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak kepada 200 penerima manfaat, dengan total bantuan mencapai Rp200.000.000. Insentif tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para tenaga pendidik non ASN yang selama ini berperan penting dalam pelayanan pendidikan dan keagamaan kepada masyarakat. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap dapat memberikan semangat baru bagi para pendidik untuk terus mengabdi, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta memperkuat peran strategis guru dalam menciptakan umat yang rukun, moderat, dan berdaya saing. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pembangunan umat yang berkelanjutan. Tentang BAZNAS Kabupaten Demak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk kesejahteraan umat. Informasi Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Demak menyediakan berbagai kemudahan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara online dan transfer rekening resmi. Pembayaran Zakat Online kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Transfer melalui Rekening ZIS Resmi kabdemak.baznas.go.id/rekening Konfirmasi Pembayaran & Layanan Informasi Silakan melakukan konfirmasi melalui kontak layanan BAZNAS Kabupaten Demak untuk mendapatkan pendampingan dan informasi lebih lanjut.
BERITA03/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Hadir dalam 20 Tahun Puspita Bahari, Perjuangan Perempuan Nelayan Pesisir
BAZNAS Kabupaten Demak Hadir dalam 20 Tahun Puspita Bahari, Perjuangan Perempuan Nelayan Pesisir
Demak, 25 Desember 2025 — Komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari menandai dua dekade perjalanan perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Demak. Berdiri sejak 25 Desember 2005, Puspita Bahari telah konsisten berada di garda terdepan dalam upaya memutus rantai kemiskinan dan kekerasan yang dialami perempuan pesisir, sekaligus menguatkan pemenuhan hak-hak dasar warga negara serta perlindungan bagi komunitas pesisir. Selama 20 tahun perjalanan gerakannya, Puspita Bahari kini menghimpun sekitar 150 anggota yang tersebar di sejumlah desa pesisir, yakni Desa Morodemak, Purworejo, Margolinduk, dan Timbulsloko. Melalui penguatan kelompok, pemberdayaan ekonomi perempuan, pendampingan kasus, hingga advokasi kebijakan, Puspita Bahari telah memberikan dampak nyata bagi lebih dari 2.000 orang. Di tengah krisis iklim yang kian dirasakan masyarakat pesisir, organisasi ini juga memainkan peran strategis dalam membangun solidaritas perempuan untuk menghadapi dampak banjir rob dan perubahan iklim lainnya. Sebagai bagian dari peringatan 20 tahun berdirinya, Puspita Bahari dengan dukungan GENERATE Project dari University of Leeds menyelenggarakan program bertajuk “Air Pasang dan Masa Depan yang Menjejak: Perempuan Pesisir Memimpin Keadilan Iklim dan Gender di Demak, Jawa Tengah”. Program ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan inisiatif gerakan perempuan nelayan di tingkat akar rumput. Rangkaian kegiatan peringatan berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Morodemak dan Ketua Puspita Bahari, dilanjutkan pemutaran film dokumenter parade 16 perahu perempuan nelayan sebagai simbol perlawanan dan harapan. Pada kesempatan tersebut, Baznas Kabupaten Demak menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah panggung Mak Jah, perempuan nelayan asal Desa Bedono. Selain itu, Puspita Bahari juga menyalurkan bantuan tanaman pangan keluarga bagi kelompok perempuan nelayan terdampak banjir rob di Desa Morodemak, Purworejo, dan Timbulsloko. Dukungan lainnya datang dari Forum Demak Hijau dan Bank Sampah Induk melalui penyerahan bantuan peralatan bank sampah. Acara juga diwarnai penyampaian pesan dan kesan dari jaringan sedulur Puspita Bahari, pembacaan puisi, tasyakuran doa bersama, serta ditutup dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan manajemen pengelolaan sampah di wilayah pesisir. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama di Rumah Perjuangan Puspita Bahari, Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Dalam sambutannya, Ketua Puspita Bahari, Masnuah, menegaskan bahwa perjalanan dua dekade ini merupakan proses pendewasaan gerakan perempuan nelayan di pesisir Demak. Ia mengakui bahwa perjuangan yang ditempuh penuh tantangan dan hambatan. Namun, dengan konsistensi, kesetiaan pada nilai-nilai gerakan perempuan, serta upaya membangun resiliensi melalui saling menguatkan dan berbagi kebaikan, Puspita Bahari mampu bertahan dan terus berkembang. Masnuah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan jaringan yang selama ini setia membersamai perjuangan Puspita Bahari. Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Morodemak, Khoerul Anwar. Ia menilai Puspita Bahari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya di Desa Morodemak sebagai lokasi awal berdirinya komunitas tersebut. Pemerintah Desa Morodemak, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan Puspita Bahari, terutama yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan perempuan, serta bangga atas kontribusi positif Puspita Bahari yang menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya. Kegiatan peringatan 20 Tahun Puspita Bahari ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas nelayan, organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat, universitas, organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, hingga media. Dukungan lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam memperjuangkan keadilan gender dan keadilan iklim bagi perempuan nelayan dan masyarakat pesisir. Sebagai informasi, Puspita Bahari merupakan komunitas perempuan nelayan di Kabupaten Demak yang berfokus pada penguatan peran perempuan pesisir, perlindungan hak-hak perempuan nelayan, serta advokasi kebijakan yang adil gender dan responsif terhadap krisis iklim.
BERITA26/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Bersama UPZ Kemenag Salurkan Insentif untuk 200 Guru Non ASN Madrasah
BAZNAS Demak Bersama UPZ Kemenag Salurkan Insentif untuk 200 Guru Non ASN Madrasah
Demak, 23 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak bersinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Demak menyalurkan bantuan insentif kepada tenaga pendidik Non ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak dan diikuti oleh guru Non ASN dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Demak. Melalui program bertema Peduli Guru: Menggugah Kesadaran Berzakat untuk Berbagi dengan Sesama, BAZNAS Kabupaten Demak menyalurkan bantuan insentif senilai Rp1.000.000 kepada masing-masing penerima, dengan total penerima manfaat sebanyak 200 tenaga pendidik Non ASN Kementerian Agama Kabupaten Demak. Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap peran strategis guru dalam mencerdaskan generasi bangsa, sekaligus upaya mendukung kesejahteraan tenaga pendidik non aparatur sipil negara. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua UPZ Kementerian Agama Kabupaten Demak, H.Masrokan,S.Ag, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Demak. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi bukti nyata optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat langsung kepada para mustahik, khususnya tenaga pendidik. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., yang hadir bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Dr.H.Taufiqur Rahman,S.Ag,M.S.I, menyampaikan bahwa program insentif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi guru Non ASN serta memotivasi mereka untuk terus mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan Kementerian Agama dan masyarakat luas. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkuat kepedulian sosial melalui pendistribusian zakat yang tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik Non ASN, serta menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Demak berharap, melalui program ini, manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan dan mendorong terciptanya ekosistem zakat yang produktif dan inklusif. Sebagai informasi, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Demak dan UPZ Kementerian Agama Kabupaten Demak terus diperkuat dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung program-program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan di Kabupaten Demak. Masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban zakat atau menyalurkan infak dan sedekah dapat melakukannya secara mudah melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Demak di kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat, kabdemak.baznas.go.id/sedekah, serta informasi rekening pada kabdemak.baznas.go.id/rekening. Dengan berzakat melalui BAZNAS, dana yang dititipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk kemaslahatan umat.
BERITA23/12/2025 | humas-baznas demak
Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Fokuskan Penghimpunan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Sumatra
Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Fokuskan Penghimpunan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Sumatra
Jakarta, Rabu (17/12/2025) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk memusatkan upaya kemanusiaan di wilayah Sumatra menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian nasional terhadap para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang hingga kini masih memerlukan dukungan intensif, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian umat. Ia berharap kebijakan pemusatan bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus meringankan beban masyarakat terdampak bencana. “Ramadhan kami jadikan momentum untuk memusatkan kepedulian kepada Sumatra. Harapannya, perolehan BAZNAS tahun ini dapat dikonsentrasikan sepenuhnya untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak,” ujar Kiai Noor dalam Konferensi Pers Sambut Ramadhan, Pulihkan Sumatra di Jakarta. Sejak bencana terjadi, BAZNAS secara aktif melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menggelar rapat koordinasi nasional bersama seluruh BAZNAS daerah. Upaya tersebut dilanjutkan dengan pembukaan donasi khusus untuk Sumatra, penyaluran bantuan ke tiga provinsi terdampak, serta pengerahan personel teknis dan relawan guna memperkuat respons kemanusiaan. Dalam pemaparannya, Kiai Noor menjelaskan bahwa BAZNAS telah mengoperasikan 54 dapur umum dan mendistribusikan bantuan melalui 135 titik layanan logistik di wilayah terdampak. Dari dapur umum tersebut, puluhan ribu porsi makanan disalurkan setiap hari guna memenuhi kebutuhan pangan para penyintas. Selain bantuan pangan, BAZNAS juga menyalurkan paket logistik keluarga, layanan air bersih, serta pelayanan kesehatan melalui puluhan pos medis yang didukung tenaga dokter, perawat, apoteker, dan bidan. BAZNAS turut menyediakan dukungan sarana komunikasi untuk menjangkau daerah yang mengalami keterbatasan jaringan, sehingga koordinasi bantuan tetap berjalan optimal. Kiai Noor menambahkan bahwa tantangan terbesar justru akan muncul pada fase pemulihan pascatanggap darurat. Kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk hilangnya permukiman dan lahan pertanian, memerlukan perhatian serius serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, menyampaikan perkembangan penghimpunan dana bantuan. Hingga saat ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp28 miliar yang berasal dari BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, titipan Lembaga Amil Zakat (LAZ), donatur individu, komunitas, serta berbagai lembaga dan perusahaan. Kanal digital dan ritel menjadi penyumbang terbesar dalam proses penghimpunan tersebut. “Dari dana yang terhimpun, sebanyak Rp23,3 miliar telah disalurkan kepada para penyintas,” ungkap Rizaludin. Ia juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan semangat berbagi dalam menyambut Ramadhan demi mendukung pemulihan Sumatra. Bantuan tersebut diarahkan untuk pembersihan tempat ibadah, pembangunan hunian sementara, masjid darurat, penyediaan sanitasi air bersih, MCK, serta fasilitas penunjang lainnya agar para penyintas dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang. BAZNAS membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai kanal resmi, baik melalui rekening BAZNAS, platform digital, maupun laman baznas.go.id/sedekahbencana, sehingga setiap donasi dapat segera dimanfaatkan bagi para korban bencana. Konferensi pers ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, jajaran Pimpinan BAZNAS RI Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE, MEc, Saidah Sakwan, MA, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi I Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA18/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan Bantuan ZIS Desember untuk Rumah Layak Huni, Pendidikan, dan Usaha Mustahik
BAZNAS Demak Salurkan Bantuan ZIS Desember untuk Rumah Layak Huni, Pendidikan, dan Usaha Mustahik
Demak, 17 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunaikan amanah para muzaki dengan melaksanakan kegiatan penyaluran dan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) periode Bulan Desember 2025. Pada kesempatan ini, BAZNAS Demak menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp584.480.500 yang diperuntukkan bagi berbagai program pemberdayaan dan layanan sosial bagi mustahik. Penyaluran ZIS tersebut mencakup beragam asnaf dan program prioritas, antara lain bantuan biaya hidup, program Rumah Layak Huni BAZNAS, bantuan pendidikan dasar dan menengah, pengembangan usaha dan bantuan modal usaha, bantuan pendidikan tinggi dalam negeri, program pencegahan kesehatan, penyaluran kursi roda dan alat kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana tempat pendidikan, serta dukungan bagi tenaga pendidik non-ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Demak. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran ZIS ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Demak dalam mengelola dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. “Dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang kami salurkan hari ini adalah titipan umat yang harus dipertanggungjawabkan sebaik mungkin. Kami berupaya agar bantuan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para mustahik dan mendorong peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Demak Bidang SDM dan Administrasi Umum, Drs. H. Saerozi, M.Si., menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang profesional dalam mendukung optimalisasi program pendistribusian. “Keberhasilan penyaluran ZIS tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana, tetapi juga oleh tata kelola, administrasi, dan sumber daya manusia yang solid. Dengan manajemen yang baik, insyaallah manfaat ZIS dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Demak Bidang Pelaporan Keuangan, H. Suyono, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa aspek akuntabilitas dan transparansi menjadi prinsip utama dalam setiap proses pendistribusian. “Kami memastikan seluruh dana yang disalurkan telah melalui proses perencanaan, verifikasi, dan pelaporan yang sesuai dengan ketentuan. Transparansi ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus terjaga,” jelasnya. Kegiatan penyaluran ZIS Bulan Desember 2025 ini ditutup dengan penyampaian harapan dan doa agar seluruh bantuan yang disalurkan dapat membawa keberkahan, meringankan beban para penerima manfaat, serta menjadi sarana peningkatan kualitas hidup mustahik. BAZNAS Demak juga berharap sinergi dan kepercayaan masyarakat terus meningkat sehingga pengelolaan zakat ke depan dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi umat di Kabupaten Demak. Tentang BAZNAS Kabupaten Demak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak merupakan lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). BAZNAS Demak berkomitmen menjalankan pengelolaan ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
BERITA17/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Kota Tegal Gali Strategi Sukses Pemberdayaan Ekonomi Melalui Studi Tiru Z-Mart di Kabupaten Demak
BAZNAS Kota Tegal Gali Strategi Sukses Pemberdayaan Ekonomi Melalui Studi Tiru Z-Mart di Kabupaten Demak
DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Tegal pada Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini merupakan agenda studi tiru yang difokuskan pada keberhasilan Kabupaten Demak dalam mengelola Program Penguatan Ekonomi Mustahik Produktif melalui inisiasi Z-Mart. Rombongan BAZNAS Kota Tegal yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Tegal, KH. Harun Abdi Manaf, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua I Ibu Hernil Tedjo Oetami, S.H., serta jajaran pelaksana dan pendamping program, disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak di ruang pertemuan utama. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., yang kemudian diperdalam secara teknis oleh jajaran pimpinan lainnya. Transformasi Ekonomi Mustahik Dalam paparannya, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Demak, Drs. H. Saerozi, M.SI., menjelaskan sejarah panjang perkembangan Z-Mart di wilayahnya. Program ini berawal dari bantuan BAZNAS RI sebanyak 55 unit pada tahap pertama, yang kemudian berkembang pesat melalui 59 penerima dari permohonan umum hingga kini mencapai hampir 600 gerai Z-Mart di seluruh Kabupaten Demak. "Alhamdulillah, program ini terus tumbuh dan berkembang membantu akses modal toko serta warung UMKM. Potensi ekonomi umat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Meskipun tidak menutup mata ada sebagian yang 'gulung tikar', namun kami secara konsisten melakukan evaluasi dan monitoring berkala," ungkap H. Saerozi dalam sambutannya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa filosofi penyaluran zakat di Demak telah bergeser dari pola konsumtif ke arah produktif. Sesuai dengan Pedoman Dasar Pelaksanaan (PDP), BAZNAS Demak tidak hanya mengelola Z-Mart, tetapi juga mengembangkan variasi program seperti Z-Kantin dan Z-Miso. Kunci Sukses: Pendampingan dan Kolaborasi Strategi utama keberhasilan Demak terletak pada sistem manajemen dan pendampingan yang ketat. Sebelum menerima modal, para mustahik wajib mengikuti latihan dasar kelompok untuk menjadi pengelola yang handal, termasuk penguasaan dasar pelaporan. Menariknya, BAZNAS Demak melibatkan penerima beasiswa produktif untuk membantu empat pendamping utama dalam menjalankan tugas monitoring di wilayah masing-masing. "Para pendamping ini bekerja dengan prinsip bekerja sambil beribadah. Dari pengelolaan yang baik tersebut, alhamdulillah setiap bulan dapat terkumpul dana sekitar 10 hingga 14 juta rupiah yang dikelola kembali untuk keberlanjutan program," tambah H. Saerozi. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari dukungan struktural pemerintah daerah. Wakil Ketua 2, H. Sulaiman, S.Pd., menambahkan bahwa BAZNAS selalu melibatkan koordinasi intensif mulai dari tingkat Lurah, Camat, hingga Bupati dalam setiap penyaluran dan pelaksanaan di lapangan. Seluruh biaya sosialisasi pun sepenuhnya ditanggung oleh anggaran internal BAZNAS. Harapan Masa Depan Menanggapi paparan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Tegal, KH. Harun Abdi Manaf, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan BAZNAS Demak dalam berbagi ilmu. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mendalam antara pelaksana dari kedua belah pihak mengenai teknis pelaksanaan dan mitigasi hambatan di lapangan. Melalui studi tiru ini, BAZNAS Kota Tegal berharap dapat mengadopsi sistem pendampingan dan manajemen Z-Mart yang telah teruji di Demak untuk diterapkan di wilayah Kota Tegal, guna meningkatkan taraf hidup mustahik secara berkelanjutan. Tentang BAZNAS: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Melalui program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Mart, BAZNAS berkomitmen mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui penguatan sektor UMKM dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA17/12/2025 | humas-baznas demak
UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan FKKSS Sinergi Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Aceh dan Sumatera Utara
UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan FKKSS Sinergi Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Aceh dan Sumatera Utara
Demak (12/12/2025) – Unit Pengumpul Zakat Persatuan Guru Seluruh Indonesia (UPZ PGSI) Kabupaten Demak berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Demak, Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS), serta sekolah dan madrasah se-Kabupaten Demak, menyampaikan bantuan bagi siswa-siswi terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui penggalangan dana bersama, terkumpul total Rp23.706.500 hingga Rabu, 10 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Dana tersebut diwujudkan dalam 150 paket perlengkapan sekolah yang berisi perlengkapan sekolah dan perlengkapan mandi. Seluruh bantuan dikemas rapi dalam 11 bal (7 bal karung PGSI dan 4 bal karung dari SMA N 2 Demak) dan siap dikirim ke lokasi tujuan. Prosesi pelepasan bantuan yang disampaikan oleh Ketua PGSI Demak NG. Noor Salim, S.Pd.I.Gr., C.PLA., Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H. Bambang Soesetiarto, SIP, perwakilan JNE Demak Kaherani Syahputra (Kepala Cabang) serta Ali Mastur (Sales Marketing), para relawan PGSI Demak, Relawan BTB Demak, guru, dan para siswa. Pengiriman bantuan difasilitasi oleh JNE yang memberikan dukungan penuh berupa jaminan biaya pengiriman. Sinergi antara UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan JNE memastikan seluruh dana yang dihimpun dapat dialokasikan sepenuhnya untuk pengadaan bantuan tanpa terpotong biaya logistik. Ketua PGSI Demak, NG. Noor Salim, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh elemen pendidikan di Demak. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru, siswa, dan orang tua yang telah berkontribusi. Bantuan ini menjadi bukti kepedulian kami terhadap saudara-saudara di Aceh dan Sumatera Utara yang sedang membutuhkan dukungan.” Senada dengan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, SIP, mengapresiasi inisiatif dan kebersamaan seluruh pihak. “BAZNAS Demak berkomitmen menjaga transparansi serta memastikan bantuan ini tersalurkan secara tepat dan memberikan manfaat optimal bagi para penerimanya.” Perwakilan JNE Demak, Kaherani Syahputra dan Ali Mastur, turut menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan wujud implementasi tagline JNE “Connecting Happiness”. "Semoga kolaborasi ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak penyuntas banjir. Kami akan memastikan keamanan paket melalui pelacakan resi sehingga posisi dan penerimanya dapat dipantau dengan jelas. Seluruh pengiriman dilakukan gratis tanpa biaya apa pun." Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban para pelajar dan keluarga di Aceh serta Sumatera Utara, sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan dan bangkit menata masa depan. --- Informasi Donasi Masyarakat yang ingin turut membantu penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat menyalurkan donasi melalui: BAZNAS Kabupaten Demak Kantor BAZNAS Demak Rekening resmi Donasi BRI Donasi Bencana 001601002118569 Konfirmasi Donasi Nomor WhatsApp +62 821-3446-6112
BERITA12/12/2025 | humas-baznas demak
SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Rp1 Juta ke BAZNAS Demak untuk Korban Bencana Sumatera
SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Rp1 Juta ke BAZNAS Demak untuk Korban Bencana Sumatera
Demak (12/12/2025) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menerima donasi sebesar Rp1.000.000 dari SMA Islam Miftahul Huda Kecamatan Gajah, Demak. Donasi ini ditujukan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan donasi dilakukan oleh perwakilan siswa dan guru SMA Islam Miftahul Huda kepada BAZNAS Kabupaten Demak di kantor BAZNAS setempat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar SMA Islam Miftahul Huda terhadap saudara-saudara yang terkena musibah. Perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas donasi yang diberikan oleh SMA Islam Miftahul Huda. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada yang membutuhkan melalui program-program bantuan BAZNAS yang ada di wilayah Sumatera. “Kami sangat berterima kasih kepada SMA Islam Miftahul Huda atas kepedulian dan donasi yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musikbah di Sumatera,” ujar Saudara Bayu sebagai Relawan BTB BAZNAS Kabupaten Demak. BAZNAS Kabupaten Demak mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Demak atau lembaga-lembaga resmi lainnya yang terpercaya.
BERITA12/12/2025 | humas-baznas demak
SMAN 2 Demak Salurkan Donasi Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Melalui BAZNAS Demak
SMAN 2 Demak Salurkan Donasi Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Melalui BAZNAS Demak
Demak, (12/11/2025) SMAN 2 Demak menunjukkan kepedulian sosialnya melalui aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran donasi tersebut dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak Donasi berasal dari para tenaga pendidik serta siswa-siswi SMAN 2 Demak, yang secara sukarela mengumpulkan berbagai kebutuhan pokok bagi para penyintas banjir. Bantuan yang diserahkan berupa paket pakaian layak pakai, makanan kering, biskuit, serta donasi uang tunai sebesar Rp 3.606.000. Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar SMAN 2 Demak terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Melalui program ini, sekolah berharap dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas pada diri para peserta didik. BAZNAS Demak mengapresiasi langkah SMAN 2 Demak yang turut berkontribusi dalam upaya kemanusiaan lintas daerah. Seluruh bantuan akan segera disalurkan kepada para korban banjir melalui jaringan resmi BAZNAS agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak. Aksi donasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja sama antara lembaga pendidikan dan lembaga zakat, serta menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Demak. Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi: BAZNAS Kabupaten Demak Alamat: Jl.Pemuda No.56 Bintoro Demak Telepon: 089525750763 / 083138153002 Email: [email protected]
BERITA11/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Selenggarakan LDK Program Z-Mart untuk Penguatan Ekonomi Mustahik Karangtengah
BAZNAS Demak Selenggarakan LDK Program Z-Mart untuk Penguatan Ekonomi Mustahik Karangtengah
DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis usaha produktif. Pada Kamis (11/12/2025), BAZNAS Demak menggelar kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi calon penerima manfaat program Z-Mart di Kecamatan Karangtengah. Pelatihan yang dipusatkan di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Demak ini memberikan pembekalan dasar mengenai keterampilan manajerial dan pengetahuan usaha bagi para peserta, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro khususnya pemilik warung kelontong. LDK menjadi tahapan awal yang wajib diikuti sebelum peserta memperoleh bantuan modal usaha dan pendampingan lanjutan dari BAZNAS. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa mentalitas kewirausahaan menjadi kunci keberhasilan program. "BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan modal, tetapi juga menanamkan semangat berusaha dan kemampuan mengelola bisnis agar para mustahik dapat berkembang," ujarnya. Ia berharap para penerima manfaat ke depan dapat meningkat levelnya hingga menjadi muzakki atau pemberi zakat. Wakil Ketua IV BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.SI., turut menyampaikan bahwa program Z-Mart dirancang untuk memperkuat posisi warung tradisional agar tetap kompetitif di tengah persaingan ritel modern. "Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali strategi pemasaran dan pengelolaan usaha yang tepat untuk meningkatkan daya saing," jelasnya. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan, H. Suyono, S.Pd., yang menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib sebagai fondasi keberlanjutan usaha. Di sesi berikutnya, para Amil Pelaksana BAZNAS Demak memberikan paparan teknis terkait manajemen Z-Mart, teknik pemasaran, serta format pelaporan keuangan sederhana yang mudah diterapkan. Program Z-Mart merupakan inisiatif nasional BAZNAS yang bertujuan memperkuat usaha ritel mikro umat. Program ini telah memberikan dampak nyata bagi ribuan mustahik di berbagai daerah melalui dukungan modal, pelatihan, serta pendampingan intensif. Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Demak BAZNAS Kabupaten Demak menyediakan layanan digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS): Bayar Zakat Online: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Informasi Rekening Resmi: kabdemak.baznas.go.id/rekening Setelah melakukan transaksi, masyarakat diimbau untuk melakukan konfirmasi melalui WhatsApp layanan penghimpunan guna penerbitan bukti setor zakat.
BERITA11/12/2025 | humas-baznas demak
SMP Plus Latansa Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Melalui BAZNAS Demak
SMP Plus Latansa Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Melalui BAZNAS Demak
Demak (10/12/2025) – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi dan pendidik SMP Plus Latansa Demak dengan menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1.500.000 untuk membantu korban bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak sebagai lembaga resmi penyalur zakat, infak, dan sedekah. Penyerahan donasi dilakukan di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana internal yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMP Plus Latansa. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H.Bambang Soesetiarto, S.I.P, menyampaikan apresiasi atas partisipasi keluarga besar SMP Plus Latansa. “Kami berterima kasih atas amanah donasi sebesar Rp1.500.000 ini. Kepedulian para siswa dan pendidik Latansa menjadi wujud nyata solidaritas dalam membantu para penyintas banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Insyaallah bantuan ini kami salurkan tepat sasaran,” ujarnya. Perwakilan SMP Plus Latansa, menuturkan bahwa aksi ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para siswa. “Kami ingin membentuk kepedulian sejak dini. Melalui BAZNAS Demak, kami percaya donasi ini dapat disampaikan secara amanah kepada warga terdampak bencana,” ucapnya. Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, kerugian materiel, serta mengganggu aktivitas warga. Bantuan masyarakat, termasuk dari lembaga pendidikan, menjadi dukungan penting bagi proses pemulihan kondisi di lapangan. BAZNAS Demak menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh donasi tersalurkan sesuai kebutuhan dan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan. “Kami membuka ruang kolaborasi bagi sekolah, lembaga, dan masyarakat luas untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambah Ketua BAZNAS. Informasi Donasi Bencana Banjir Sumatera Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat menyalurkan donasi melalui: BAZNAS Kabupaten Demak Rekening BRI Donasi Bencana: 001601002118569 Konfirmasi Donasi – Layanan Penghimpunan: wa.me/62 821-3446-6112 Atau dapat berkunjung langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Demak: Jl. Pemuda No. 56, Bintoro, Kabupaten Demak
BERITA10/12/2025 | humas-baznas demak
Humas BAZNAS RI Tinjau UMKM Z-Mart Binaan di Demak, Pendapatan Penerima Manfaat Meningkat
Humas BAZNAS RI Tinjau UMKM Z-Mart Binaan di Demak, Pendapatan Penerima Manfaat Meningkat
Demak, (10/12/2025) — Di sela agenda kunjungan dan pelaksanaan Diklat Z-PR Optimasi Kehumasan dan Kantor Digital, Tim Humas BAZNAS RI menyempatkan diri meninjau langsung salah satu UMKM Z-Mart binaan BAZNAS Kabupaten Demak. Dua perwakilan tim, Mas'ud, S.Ag., M.I.Kom., dan Achmad Fathony, mengunjungi warung milik Ibu Wahyu yang berlokasi di Kelurahan Singorejo, Kecamatan Demak. Ibu Wahyu tercatat sebagai penerima manfaat program Z-Mart sejak 2024. Usaha Meningkat, Pendapatan Bertambah Dalam kunjungan tersebut, Ibu Wahyu mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan permodalan yang diberikan BAZNAS Demak. “Alhamdulillah, setelah mendapatkan tambahan modal, stok dagangan bertambah, pendapatan juga ikut meningkat, sehingga keuangan usaha dapat berputar dan berkembang,” tuturnya. Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci agar warungnya mampu bersaing dengan usaha sejenis di lingkungan sekitar. Program Berkelanjutan dengan Sistem Kotak Infak Mas'ud mengapresiasi perkembangan usaha Ibu Wahyu yang dinilai menunjukkan kemajuan positif. Ia juga menjelaskan mekanisme keberlanjutan program Z-Mart melalui penempatan kotak infak di setiap warung binaan. “Alhamdulillah, BAZNAS Demak menitipkan kotak infak di setiap warung penerima manfaat Z-Mart,” jelasnya. Dana yang terkumpul dari kotak infak tersebut nantinya didayagunakan kembali untuk mendukung penerima manfaat Z-Mart lainnya. Program Z-Mart sendiri menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada para muzakki atas pengelolaan zakat yang disalurkan, sekaligus upaya mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi mustahik. Ajak Masyarakat Salurkan Zakat BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang produktif dan berkelanjutan. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Demak akan membantu lebih banyak mustahik tumbuh menjadi muzakki yang berdaya dan mandiri
BERITA10/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Gelar Diklat Public Relation (Z-PR) untuk Penguatan Kehumasan di BAZNAS Kabupaten Demak
BAZNAS RI Gelar Diklat Public Relation (Z-PR) untuk Penguatan Kehumasan di BAZNAS Kabupaten Demak
Demak (09/12/2025) – Tim Humas BAZNAS RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor BAZNAS Kabupaten Demak dalam rangka memberikan materi Diklat Public Relation (Z-PR). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor BAZNAS Demak ini diikuti oleh seluruh pimpinan, amil-amilat, serta penerima Beasiswa Produktif BAZNAS Demak. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P, dalam sambutan pembukaan menyampaikan pentingnya fungsi kehumasan dalam memperkuat citra lembaga dan membangun kedekatan dengan masyarakat. “Kehumasan bukan hanya urusan menyampaikan informasi, tetapi memastikan pesan yang kita bawa mampu dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari tingkat desa hingga instansi kedinasan, humas adalah jembatan komunikasi yang menjaga agar amanah zakat dapat tersampaikan dengan jelas dan transparan,” ujar Bambang. Materi dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.Si, yang membawahi Bidang SDM dan Umum, termasuk kehumasan. Ia menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola dan kelembagaan BAZNAS. “Prinsip dasar kehumasan adalah kejelasan, keterbukaan, dan kebermanfaatan. Karena itu, manajemen humas harus berjalan profesional, terencana, serta memanfaatkan kanal digital untuk komunikasi dan edukasi zakat, infak, dan sedekah. Dunia digital ini adalah ruang dakwah kita,” jelas Saerozi. Setelah itu, peserta menerima pemaparan dari Sekretaris BAZNAS RI, Achmad Fathony, dan dilanjutkan oleh Mas'ud, S.Ag., M.I.Kom, Senior Humas BAZNAS RI sebagai narasumber utama. Dalam sesi utama, peserta mendapatkan pendalaman materi mulai dari: Manajemen redaksi dan simulasi interaksi kantor digital Pengenalan CCM (Crisis Communication Management) Praktik pembuatan konten Z-Magazine sebagai bagian dari laporan kegiatan digital BAZNAS Suasana diklat berjalan interaktif, terutama saat peserta diajak melakukan praktik langsung pengelolaan konten publikasi. Salah satu peserta, Ayu Sofani, penerima Beasiswa Produktif BAZNAS Demak, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat yang ia peroleh dari pelatihan tersebut. “Diklat ini membuka wawasan saya tentang kaidah jurnalistik yang baik. Saya juga baru tahu bahwa sekarang redaksi berita bisa dibantu teknologi AI, sehingga proses penulisan dan penyajian informasi menjadi lebih mudah,” ujar Ayu. Kegiatan ditutup oleh Wakil Ketua III BAZNAS Demak, H. Suyono, M.Si, yang menegaskan bahwa peningkatan kapasitas humas merupakan kebutuhan penting untuk memperkuat kepercayaan publik. “Ilmu yang didapat dalam diklat ini harus diterapkan dalam pelaporan dan komunikasi kita kepada masyarakat. Semakin baik kita menyampaikan informasi, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik terhadap BAZNAS. Ini adalah kunci agar layanan zakat semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya,” ungkap Suyono. Dengan terselenggaranya diklat ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap seluruh amil, pimpinan, dan penerima beasiswa mampu menjadi corong informasi yang baik, serta mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana edukasi zakat kepada masyarakat.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak Alamat : Jl. Pemuda No. 56 Bintoro Kabupaten Demak Layanan Informasi : +62 895-2575-0763 Email : [email protected] Instagram : @baznas_kabdemak Website : kabdemak.baznas.go.id
BERITA09/12/2025 | humas-baznas demak
Taufiq Hidayat, Komandan BTB BAZNAS Terapkan Pengalaman Global untuk Tangani Bencana di Sumatera Utara
Taufiq Hidayat, Komandan BTB BAZNAS Terapkan Pengalaman Global untuk Tangani Bencana di Sumatera Utara
Ketika banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera Utara, Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat, hadir membawa rekam jejak pengalaman kemanusiaan berskala global. Sebelumnya, Taufiq terjun langsung dalam berbagai operasi besar seperti penanganan gempa Myanmar, krisis Rohingya, respons gempa Turki–Suriah, hingga penyaluran bantuan untuk Palestina melalui Mesir. “Setiap bencana memiliki karakteristik berbeda, namun prinsip dasar kemanusiaan tetap sama: respon yang tepat, cepat, dan penuh empati,” ujarnya saat ditemui di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12/2025), di tengah pengawasan pendistribusian ratusan porsi makanan siap saji untuk para penyintas. Perjalanannya di dunia kemanusiaan dimulai dari penugasan strategis tingkat nasional, termasuk penanganan pemulasaraan jenazah COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengalaman tersebut memperkuat ketangkasannya dalam menghadapi kondisi ekstrem. Ia kemudian terlibat dalam berbagai operasi internasional, mulai dari pengelolaan logistik di kamp pengungsi Rohingya, hingga mendampingi proses pencarian, penyelamatan, dan rehabilitasi di area terdampak gempa Turki. Kini, Taufiq menerapkan seluruh pengetahuan itu di Sumatera Utara. Bersama tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P., dan personel lokal, ia menempuh perjalanan dua hari dari Bandara Silangit menuju wilayah terdampak yang terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang rusak. “Dalam respon bencana, yang utama adalah assessment cepat dan adaptif. Setelah kami tiba, hal pertama yang dipetakan adalah kebutuhan mendesak: makanan, air bersih, dan komunikasi,” jelasnya. Berdasarkan identifikasi lapangan tersebut, BAZNAS segera mendirikan sejumlah dapur umum. Di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, dapur umum PTPN 5 Simarpinggan mampu menghasilkan hingga 1.950 bungkus makanan per hari bagi sekitar 630 jiwa. Sementara itu, dapur umum di Masjid An-Nursina, Tapanuli Tengah, menyiapkan 600 bungkus makanan setiap proses produksi. Seluruh operasi dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas mulai dari belanja logistik di Pasar Sibolga, proses memasak, hingga pendistribusian ke titik-titik pengungsian. Tantangan lain yang cukup signifikan adalah terputusnya jaringan komunikasi. Berbekal pengalamannya di berbagai zona krisis internasional, Taufiq segera menghadirkan solusi dengan mendatangkan perangkat internet satelit Starlink dari Jakarta. “Konektivitas adalah kunci koordinasi. Seperti halnya di Turki maupun kamp pengungsian, teknologi berbasis satelit menjadi pilihan saat infrastruktur darat lumpuh,” terangnya. Ia juga memastikan ketersediaan bahan bakar bagi genset, meski harus menghadapi antrean panjang di SPBU. Kecakapan Taufiq dalam memimpin tidak hanya terbentuk dari pengalaman lapangan global, tetapi juga pembinaan karakter di dalam negeri. Ia merupakan salah satu dari 500 ‘zakat warrior’ BAZNAS yang mengikuti Diklat Bela Negara di Rindam Jaya, Jakarta—program yang mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan pesantren dengan prinsip ketangguhan ala militer. “Diklat itu membentuk kami sebagai amil yang tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan perubahan sosial,” ungkap Taufiq, yang mencerminkan karakter amil dengan ketangguhan fisik sekaligus keteduhan akhlak. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya membangun amil yang memiliki daya juang tinggi. Sosok Taufiq menjadi salah satu contoh nyata penerapan visi tersebut. Kombinasi pelatihan karakter dan pengalaman internasional menjadikannya pemimpin lapangan yang sigap, fokus, dan berintegritas di tengah situasi genting. Tugas kemanusiaannya di Sumatera Utara menjadi babak baru dalam perjalanan panjang seorang “prajurit filantropi”. Taufiq menunjukkan bahwa pengalaman dari berbagai krisis global dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat Indonesia. Dari garis depan kemanusiaan dunia hingga pelosok Tapanuli, Taufiq bersama para ‘zakat warrior’ BAZNAS terus menorehkan kiprah kemanusiaan: menghadirkan pertolongan dengan semangat patriotisme dan kepedulian tanpa batas.
BERITA08/12/2025 | humas-baznas demak
Kolaborasi ISNU Demak dan BAZNAS RI: Mengupas Potensi Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat
Kolaborasi ISNU Demak dan BAZNAS RI: Mengupas Potensi Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat
DEMAK (24/11/2025) – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan "Ngaji Bersama" dengan tema Zakat dalam Perspektif Pemberdayaan Ummat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran zakat tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga instrumen vital dalam mensejahterakan masyarakat. Ketua ISNU Demak, Agus Taufiqurrahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS RI atas dukungan penuh terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata peran cendekiawan NU. "ISNU adalah wadah bagi para sarjana, baik dari latar belakang agama, ilmu umum, hingga lulusan pesantren. Melalui kegiatan ini, kita mengkaji zakat untuk menjawab persoalan umat, di mana zakat harus mampu menjadi instrumen untuk mensejahterakan umat," ujar Agus. Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua PCNU Demak, KH. Muhammad Aminuddin. Beliau menyoroti filosofi kata "Ngaji" yang berasal dari kata "Aji", yang bermakna harapan agar manusia menjadi pribadi yang berharga dan bermanfaat. Ia berharap ISNU dapat menjalankan amanat para cendekiawan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga NU dan Kabupaten Demak. "Orang berilmu itu baik, namun yang terpenting adalah bagaimana mengamalkannya, bukan sekadar 'katanya'. Mari saling mengingatkan dengan disiplin ilmu masing-masing," pesan Kiai Aminuddin. Transformasi Paradigma Zakat: Dari Konsumtif ke Produktif Dalam sesi materi, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P dari BAZNAS Kabupaten Demak memaparkan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengelolaan dana zakat. Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki makna ganda: secara spiritual sebagai penyucian (Thaharah) harta dan jiwa, serta secara sosial-ekonomi bermakna pertumbuhan (An-Nama'). "Dana zakat yang dikelola dengan benar harus mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan kaum dhuafa," jelasnya. Bambang menekankan transformasi penyaluran dari pola konsumtif menuju produktif. Jika zakat konsumtif bersifat jangka pendek seperti bantuan sembako ("Memberi Ikan"), maka zakat produktif berfokus pada pemberian modal usaha atau alat kerja ("Memberi Kail") untuk kemandirian jangka panjang. Tujuannya jelas, yakni mengubah status penerima zakat (Mustahik) menjadi pemberi zakat (Muzakki). Strategi ini diterapkan melalui alokasi dana ideal, di mana 70% disalurkan untuk program pemberdayaan (jangka panjang) seperti modal usaha dan beasiswa, sedangkan 30% untuk layanan sosial (jangka pendek) seperti bantuan bencana dan lansia. Dampak Nyata Pemberdayaan Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Demak mencakup 4 pilar utama: Ekonomi (bantuan modal UMKM), Pendidikan (beasiswa/pelatihan), Kesehatan, dan Dakwah . Salah satu contoh sukses adalah program Z-Mart, di mana penerima manfaat tidak hanya mendapat modal tetapi juga pendampingan manajemen, sehingga mereka kini mampu menyisihkan penghasilan untuk berinfak. "Berdasarkan data, terjadi kenaikan pendapatan yang signifikan pada mustahik, estimasinya dari rata-rata Rp1,2 juta menjadi Rp2,8 juta per bulan setelah 6-12 bulan pendampingan," tambah pemaparan tersebut. Hadir pula sebagai narasumber, Faris Septian, S.Sos, M.Hum dari Divisi Pelatihan dan Dakwah BAZNAS RI sekaligus Pengurus Pusat ISNU Bagian Filantropi Islam, Melalui roadmap pemberdayaan yang jelas—mulai dari tahap Rescue (pemenuhan kebutuhan dasar), Recovery, Develop, hingga Independence—sinergi antara ulama, sarjana, dan pengelola zakat ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan struktural.
BERITA24/11/2025 | humas-baznas demak
Perkuat Ekonomi Umat BAZNAS Demak Sasar Tiga Kecamatan Terakhir untuk Program Z-Mart dan Pengentasan Kemiskinan Struktural
Perkuat Ekonomi Umat BAZNAS Demak Sasar Tiga Kecamatan Terakhir untuk Program Z-Mart dan Pengentasan Kemiskinan Struktural
DEMAK (20/11/2025) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak terus mengintensifkan langkah strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai bentuk intervensi nyata, BAZNAS Demak menargetkan perluasan program Z-Mart di wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur, yang menjadi wilayah terakhir dalam rangkaian pembentukan Z-Mart se-Kabupaten Demak. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat sinergi antara BAZNAS, pihak kecamatan, hingga pemerintah desa. Ketua BAZNAS Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial agar program ini berjalan efektif. Menurutnya, segala upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan merupakan kerja kolektif yang tercatat oleh pemerintah daerah, sehingga penyatuan langkah antara kecamatan dan kelurahan menjadi kunci. “Intervensi langkah dari kecamatan dan kelurahan untuk pengentasan kemiskinan UMKM adalah kerja keras kita yang terekam oleh pemerintah daerah. Kecamatan dan kelurahan bisa menyatu dan terkoordinir,” ujar Bambang. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Demak telah siap sepenuhnya untuk melakukan eksekusi program, namun membutuhkan dukungan penuh dari pihak kecamatan, terutama dalam hal pendampingan survei asesmen ke lapangan. "Harus kita sampaikan jika ada kesulitan koordinasi di kecamatan. Dari BAZNAS Demak sudah siap, kami mengharapkan dukungan dari kecamatan mengenai survei asesmen untuk kunjungan survei tersebut," lanjutnya. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Demak menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Wakil Ketua 4 BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.SI., menjelaskan bahwa pola kerja BAZNAS harus selaras dengan pola kerja pemerintah daerah karena BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan dalam pembinaan dan penyaluran. Koordinasi yang dibangun bertujuan untuk meminimalisir kesalahpahaman di lapangan, mengingat rencananya Bupati Demak juga akan hadir dalam sosialisasi penyaluran. H. Saerozi juga menyoroti standar penetapan penerima bantuan (mustahik) yang harus sesuai dengan syariat dan aturan negara. "Harus sesuai dengan asnaf, salah satunya fakir miskin. Untuk menentukan fakir miskin, standar Islam berbeda dengan standar sosial. Kalau di bawah pendapatan Rp3,2 juta, itu termasuk had kifayah dan berhak untuk menerima," jelas Saerozi merujuk pada Perbaznas No. 27 Tahun 2022 tentang pendistribusian. Ia menyadari bahwa proses pemilihan calon penerima kerap menimbulkan dinamika di tingkat desa. Oleh karena itu, BAZNAS meminta pemerintah desa untuk benar-benar memastikan calon penerima sesuai dengan kriteria asnaf. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua 3 BAZNAS Demak, H. Suyono, S.Pd., M.SI., memperjelas bahwa prioritas program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang terjerat kemiskinan struktural, bukan sekadar kultural. “Peserta calon penerima sasaran adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kategori miskin, khususnya miskin struktural. Ini yang dipilih untuk ditingkatkan kesejahteraannya. Diupayakan di desa untuk dikoordinasi supaya cepat dan sudah clear semuanya,” tegas Suyono. Secara teknis, tim Pelaksana BAZNAS Demak memaparkan bahwa sasaran Z-Mart adalah toko kelontong menengah yang menjual sembako. Prioritas penerima manfaat mengacu pada data Desil 1 hingga 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, jika ditemukan kandidat di luar data tersebut yang layak, penentuan akhir akan diputuskan melalui hasil asesmen survei faktual. Persyaratan administrasi yang dibutuhkan meliputi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa yang diketahui kecamatan, serta laporan sosial terpadu calon penerima. Program Z-Mart ini tidak hanya sekadar memberikan modal usaha, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan manajerial. Sebelum menerima bantuan, para calon penerima akan mendapatkan pelatihan dasar berdagang serta ditanamkan gerakan "Cinta Sedekah", yakni konsep berdagang sembari bersedekah. Sebagai instrumen keberlanjutan dan monitoring, setiap Z-Mart akan dilengkapi dengan kotak infak. "Kotak infak adalah salah satu bentuk monitoring dan bekerja sambil bersedekah, yang nantinya hasil dari sedekah kotak infak tersebut digunakan untuk keberlanjutan program Z-Mart itu sendiri," ungkap perwakilan Pelaksana BAZNAS. Evaluasi juga dilakukan terhadap sistem distribusi barang, di mana BAZNAS memastikan supplier menyediakan barang yang laku dijual dan sesuai kebutuhan pasar setempat, guna menghindari kendala stok mati yang pernah terjadi sebelumnya. Tentang BAZNAS Kabupaten Demak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat Kabupaten Demak. BAZNAS Demak berkomitmen untuk mendistribusikan dana umat secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
BERITA21/11/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Gelar Rakor 2025: Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Menuju Masyarakat Sejahtera
BAZNAS Kabupaten Demak Gelar Rakor 2025: Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Menuju Masyarakat Sejahtera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2025 bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini mengusung tema “Harmoni Zakat Membangun Bangsa, Capai Asta Cita” , sebagai momentum untuk memperkokoh sinergi seluruh elemen pengelola zakat di Kabupaten Demak dalam upaya membangun kesejahteraan umat. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.IP , menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakor menjadi sarana penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menumbuhkan kepedulian dan pemerataan kesejahteraan. “Kita ingin zakat dikeluarkan dengan penuh keikhlasan, agar benar-benar memberi manfaat bagi para mustahik,” demikian dalam berbagai hal yang disampaikan pada Rabu (12/11/2025). Dalam laporan kinerjanya, Bambang mengungkapkan bahwa total penghimpunan zakat di Kabupaten Demak pada tahun 2024 mencapai Rp 8,9 miliar , dan tetap optimis dapat menembus angka Rp 10,2 miliar hingga akhir tahun 2025. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menunaikan zakat sebagai wujud tanggung jawab sosial dan keagamaan. “Peningkatan ini luar biasa. Tahun 2021 kita baru di angka Rp 4 miliar, lalu melonjak menjadi Rp 8 miliar pada tahun 2022. Terima kasih kepada Ibu Bupati Demak dr. Hj. Eisti'anah, SE atas dukungan penuh, serta para muzaki dari berbagai OPD,” ungkapnya. Keberhasilan ini turut mengantarkan BAZNAS Kabupaten Demak meraih penghargaan nasional dari BAZNAS RI Tahun 2025 sebagai Pengelola Z-Mart Terbaik se-Indonesia dan Pengumpul Zakat Terproduktif . Program Z-Mart sendiri merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Demak yang fokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program tersebut, setiap desa di Kabupaten Demak memiliki dua pelaku usaha penerima bantuan modal sebesar Rp 5 juta, sehingga secara keseluruhan terdapat 498 Z-Mart yang tersebar di 249 desa dan kelurahan . Rakor BAZNAS 2025 ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahyani, M.Si , Wakil Bupati Demak KH. Muhammad Badruddin , Ketua TP PKK dr. Zaky Maardi , Sekda H. Akhmad Sugiharto, ST, MT , dan Ketua MUI KH. Ghozali Ihsan . Dalam sambutannya, Wakil Bupati KH. Muhammad Badruddin menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja BAZNAS dan para muzaki yang telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kemiskinan di Kabupaten Demak. “Semoga keberhasilan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Demak,” ujarnya. Ia juga berpesan agar BAZNAS terus berinovasi dengan menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk menjalin kemitraan dengan dunia usaha. “Kelola potensi zakat ini dengan profesional, transparan, dan akuntabel. Ke depan, semoga semakin banyak mustahik yang produktif dan berdaya,” tambahnya. Sebagai puncak kegiatan, Rakor tersebut menghasilkan Resolusi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BAZNAS Kabupaten Demak Tahun 2025 yang dibacakan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Demak. Dalam resolusi tersebut, BAZNAS menetapkan arah kebijakan utama yang fokus pada penguatan kelembagaan dan peningkatan penghimpunan zakat . Resolusi tersebut menegaskan komitmen BAZNAS untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak . Selain itu, BAZNAS juga mendorong pembentukan jaringan pendukung Gerakan Zakat dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Pemda, sektor usaha, organisasi masyarakat, komunitas muzaki, dan komunitas mustahik. Dalam hal penghimpunan, BAZNAS bertujuan meningkatkan pengumpulan zakat dari Aparatur Negara melalui sistem penggajian , serta dari non-aparatur negara dengan strategi ritel , penggalangan dana digital , dan pendekatan inovatif lainnya. Melalui ini, ditetapkan target pengumpulan zakat BAZNAS Demak Tahun 2025 sebesar Rp 13,2 miliar untuk mendukung pencapaian target Zakat Nasional sebesar Rp 66 triliun . Rakerda juga menetapkan langkah-langkah strategi untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, serta masjid dan musala . Pembentukan UPZ Desa akan melibatkan peran aktif Camat, Kantor Urusan Agama (KUA) , dan Penyuluh Agama dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi zakat di masyarakat. Dalam aspek penyaluran, resolusi tersebut menetapkan prioritas pemanfaatan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk mendukung program pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan program Pemerintah Daerah. Pengelolaan zakat juga harus senantiasa berpegang pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI . Selain itu, BAZNAS Demak berkomitmen untuk memperkuat pengendalian internal melalui penerapan SOP dan Kode Etik Amil , peningkatan kapasitas sumber daya manusia amil zakat, serta pembentukan Desa Sadar Zakat (DSZ) dan pelatihan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) guna memperkuat peran lembaga sosial di tengah masyarakat. Dengan hasil Rakor dan resolusi tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak menegaskan langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Demak menjadi kabupaten yang religius, berdaya, dan sejahtera.
BERITA13/11/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Gelar Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 2025 Bertepatan dengan Hari Santri Nasional
BAZNAS Demak Gelar Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 2025 Bertepatan dengan Hari Santri Nasional
Demak (23/10/2025) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menggelar program tahunan Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz BAZNAS Demak Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional 2025, yang tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, BAZNAS Hadir untuk Santri.” Dalam suasana yang penuh semangat keislaman, para santri dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti proses seleksi dengan antusias. Program beasiswa ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Demak dalam mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, berakhlak, dan mandiri. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seleksi ini dilakukan secara objektif dan transparan. Ia menegaskan tidak ada peserta yang memperoleh perlakuan khusus. “Dalam pelaksanaan seleksi pasti ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. Tidak ada istilah titipan siapa pun, semua hasil bergantung pada kemampuan hafalan para santri,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa proses uji hafalan tidak mencakup keseluruhan juz Al-Qur’an, melainkan hanya beberapa ayat dari surat-surat yang ada di dalamnya. “Mudah-mudahan para peserta dapat menghafal dengan baik dan lancar,” harapnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Demak Bidang SDM dan Administrasi Umum, Drs. H. Saerozi, M.Si, menekankan pentingnya semangat para santri dalam menjaga dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an. “Beasiswa Santri Tahfidz ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan juga bentuk motivasi agar para santri lebih giat dan semangat dalam menghafal serta menjaga Al-Qur’an,” ujarnya. Beliau menambahkan, makna mendalam dari Al-Qur’an tidak hanya terletak pada hafalan, tetapi juga pada bagaimana para santri mampu mengamalkan akidah dan akhlak yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dari total 58 peserta yang diundang, tercatat 53 santri hadir mengikuti seleksi uji kompetensi hafalan. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda penghafal Al-Qur’an yang berdaya, berakhlak mulia, serta menjadi bagian dari pembangunan bangsa menuju Indonesia yang berperadaban dan berkeadilan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Demak mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung keberlanjutan Program Beasiswa Santri Tahfidz. “Mari bersama-sama menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Demak. Setiap kebaikan yang kita titipkan akan menjadi bagian dari upaya membangun santri berdaya, santri yang turut membangun Indonesia,” tutup H. Bambang Soesetiarto. Dengan semangat Hari Santri Nasional, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan lembaga zakat dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama.
BERITA23/10/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Jateng Gelar Rakorda, Dorong Pembentukan UPZ di Setiap Desa dan Sinergi dengan Program Nasional
BAZNAS Jateng Gelar Rakorda, Dorong Pembentukan UPZ di Setiap Desa dan Sinergi dengan Program Nasional
Kabupaten Semarang (19/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dihadiri pimpinan dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan di Bandungan, Kabupaten Semarang ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan peran lembaga zakat dalam mendukung pembangunan desa dan program nasional pemerintah. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus BAZNAS di daerah untuk mempercepat pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh desa di Jawa Tengah. Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah mendorong terbentuknya Koperasi Merah Putih di setiap desa di Indonesia. “UPZ di desa-desa sebenarnya sudah mulai terbentuk. Namun perlu dipertegas lagi agar seluruh desa bisa terbentuk, baik itu berbasis di masjid-masjid maupun di tingkat kelurahan,” ujar Prof. Noor Achmad saat membuka Rakorda BAZNAS Provinsi Jawa Tengah". Ia menambahkan, keberadaan UPZ di tingkat desa diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi Koperasi Merah Putih dalam menggerakkan potensi ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, sinergi tersebut bukan hanya memperkuat penghimpunan zakat, tetapi juga mampu mendorong terbukanya lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi desa. “Rakorda ini bukan hanya untuk memperkuat pembentukan UPZ di tingkat desa, tetapi juga menegaskan kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Banyak program Asta Cita yang bersinggungan langsung dengan misi BAZNAS, seperti memperkuat masyarakat desa, membuka peluang kerja, dan menghidupkan UMKM,” jelasnya. Prof. Noor juga mengimbau agar setelah Rakorda ini, para pengurus BAZNAS kabupaten/kota segera melakukan koordinasi dengan kepala daerah masing-masing untuk menyinergikan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah tersebut. Rakorda turut dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. K.H. Ahmad Darodji, M.Si, Asisten Administrasi Sekda Jawa Tengah Dhoni Widianto, Kabag Kesra Pemkab Semarang Asep, serta para perwakilan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Dhoni Widianto menyampaikan apresiasi atas kiprah BAZNAS Jawa Tengah yang dinilai telah menunjukkan kinerja luar biasa. Kolaborasi erat antara BAZNAS Jateng dan Pemerintah Provinsi Jateng bahkan berhasil mengantarkan Jawa Tengah meraih enam penghargaan nasional pada ajang BAZNAS Award 2025. Penghargaan tersebut meliputi kategori Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Terbaik, Inovasi Pendayagunaan ZIS Terbaik, Sinergi Program Pendayagunaan Terbaik, Kelembagaan Terbaik, Top Achievement Award 2025, serta Lembaga Amil Zakat Pengumpul Palestina Terbaik. “Program-program dari BAZNAS ini diharapkan terus berkolaborasi dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selama ini sinergi yang terjalin sudah memberikan dampak besar, terutama dalam upaya membebaskan kemiskinan dan memberdayakan UMKM di Jawa Tengah. Kami berharap sinergi ini juga semakin kuat di tingkat kabupaten dan kota,” ungkap Dhoni. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Tengah Dr. K.H. Ahmad Darodji, M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis dalam menyongsong program kerja tahun 2026. “Kami akan memperkuat konsolidasi, inovasi, dan penguatan kelembagaan sesuai arahan Ketua BAZNAS Pusat. Dengan dukungan dari kepala daerah serta komitmen internal yang kuat, kami optimistis pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat dapat semakin optimal,” ujar Ahmad Darodji. Melalui Rakorda ini, BAZNAS Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umat di seluruh pelosok desa.
BERITA22/10/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Buka Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 1447 H/2025 M
BAZNAS Demak Buka Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 1447 H/2025 M
Demak (10/10/2025) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak secara resmi mengumumkan dibukanya seleksi beasiswa santri tahfidz 1447 H / 2025 M, program tahunan ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Demak dalam mendukung peningkatan keimanan, serta mencerdaskan ummat, sejalan dengan semangat program unggulan daerah "Demak Cerdas dan Demak Taqwa" melalui program ini, BAZNAS Demak memberikan kesempatsan bagi santri dan santriwati tahfidz asal kabupaten demak yang tergolong dalam 8 ashnaf mustahik zakat untuk memperoleh bantuan pendidikan berbasis keagamaan. beasiswa tersebut dirancang untuk memberikan dukungan kepada para penghafal Al-Qur'an agar lebih fokus dalam menyempurnakan hafalannya hingga khatam 30 Juz. adapun persyaratan utama bagi calon penerima antara lain : Warga Demak termasuk dalam kategori Ashnaf Mustahik Zakat. memiliki hafalan 15 Juz dan belum khatam 30 Juz berusia 22 Tahun (Belum Menikah), serta setiap pesantren hanya dapat mengajukan satu peserta untuk mengikuti seleksi Proses pendaftaran dilakukan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak.Jl. Pemuda No. 56 Bintoro, Demak dengan waktu pelayanan Senin - Kamis Pukul 08.00 - 15.00 dan Jum'at Pukul 09.00 - 10.30 WibCalon pendaftar diharuskan melengkapi sejumlah dokumen penting, diantaranya : Fotokopi Kartu Santri atau Surat Keterangan dari Pesantren Fotokopi KTP dan KK Surat Keterangan Hafalan minimal 15 Juz dan Belum Khatam dari Pengasuh Pesantren Surat Pernyataan Sanggup menyelesaikan hafalan 30 Juz dan tidak menerima bantuan dari lembaga lain, masing-masing bermaterai 10Rb Pas Foto Berwarna (3x4) 2 Lembar Surat Keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa yang diketahui kecamatan (dapat diserahkan setelah dinyatakan lolos seleksi) Sementara itu, Pembukaan Pendaftaran Mulai Hari Senin, 13 Oktober 2025 sampai dengan Rabu Sore 15 Oktober 2025, dan tahapan seleksi akan dilaksanakan dengan jadwal berikut Jadwal Pelaksanaan Seleksi: Tahapan Seleksi Tanggal Waktu & Tempat A. Seleksi Administrasi 16 Oktober 2025 Diumumkan kemudian. B. Pengumuman Lolos Administrasi 17 Oktober 2025 Diumumkan kemudian. C. Seleksi Kompetensi Tahfidz 22 Oktober 2025 Pukul 09.00 WIB – Selesai, di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak. D. Pengumuman Lolos Akhir 24 Oktober 2025 (Akan diinformasikan kembali) BAZNAS Demak mengajak seluruh santri tahfidz yang memenuhi kriteria untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website resmi BAZNAS Kabupaten Demak di kabdemak.baznas.go.id atau di media sosial instagram resmi @baznas_kabdemak
BERITA10/10/2025 | humas-baznas demak
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →