Berita Terbaru
Harapan Baru Penyintas Gempa NTT: BAZNAS Bangun Huntara Layak untuk Warga Manggarai Timur
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membersamai para penyintas bencana alam di tanah air. Kali ini, kabar membahagiakan datang dari Desa Waso, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga yang sebelumnya harus berjuang bertahan hidup di bawah tenda beralaskan terpal akibat gempa bumi, kini dapat bernapas lega karena telah resmi menempati Hunian Sementara (Huntara) layak harian yang dibangun khusus oleh BAZNAS RI.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa penyediaan hunian darurat ini merupakan wujud nyata kepedulian muzaki dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Melalui langkah ini, para penyintas diharapkan bisa kembali memulai aktivitas harian dan memulihkan roda kehidupan mereka di tempat yang jauh lebih aman dan nyaman.
"Kami berharap Huntara dan fasilitas yang dibangun ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta membangkitkan kembali semangat para korban untuk menata kehidupan pascabencana," ujar Idy Muzayyad melalui keterangan tertulis pada Rabu (7/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, rasa syukur yang mendalam turut dirasakan oleh salah seorang penerima manfaat bernama Jalaluddin (33). Bersama keluarganya, ia kini bisa merasakan kehangatan tempat tinggal setelah berbulan-bulan hidup di dalam keterbatasan tenda darurat.
“Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu kami mendapatkan hunian, walaupun ini hunian sementara, ini sangat layak bagi kami. Dan ini sangat membantu bagi kami. Sebelumnya kami hidup di dalam tenda beralaskan terpal,” ungkap Jalaluddin penuh haru.
Lebih lanjut, Jalaluddin juga mengapresiasi berbagai uluran tangan lainnya dari BAZNAS yang tidak hanya berfokus pada tempat tinggal, melainkan menyentuh kebutuhan esensial sehari-hari hingga sarana ibadah.
"Bantuan ini sangat berguna bagi kami dan sangat membantu bagi kekurangan-kekurangan kami pasca gempa NTT ini. Dan semoga kebaikan para muzaki dan teman-teman BAZNAS dilipatgandakan oleh Allah SWT," tambahnya.
Sebagai informasi, langkah kemanusiaan BAZNAS RI di Manggarai Timur tidak berhenti pada pembangunan Huntara saja. Guna mempercepat pemulihan psikososial dan infrastruktur warga, BAZNAS juga turut menghadirkan beragam fasilitas pendukung krusial, mulai dari masjid darurat, sekolah darurat, pembangunan jembatan darurat, hingga penyediaan sumur bor untuk menjamin akses air bersih bagi para penyintas.
BERITA07/10/2026 | humas-baznas demak
Sinergi Penguatan ZIS, BAZNAS Kabupaten Demak Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jepara
JEPARA — Badan Ambil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak melaksanakan kunjungan kerja dan studi tiru ke Kantor BAZNAS Kabupaten Jepara, Selasa (06/10/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk mempelajari strategi optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di kalangan pemerintah desa dan masyarakat yang telah terbukti sukses diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Jepara.
Studi tiru tersebut dilatarbelakangi oleh lonjakan capaian penghimpunan dana ZIS BAZNAS Jepara yang dinilai sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., mengungkapkan bahwa pencapaian lembaganya dengan BAZNAS Jepara pada beberapa tahun silam sempat berada di posisi yang hampir setara.
"Sekitar lima tahun lalu, penghimpunan dana ZIS yang dilakukan oleh BAZNAS Jepara dan BAZNAS Demak hampir setara, yakni berada di kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar per tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir peningkatan di Jepara sangat signifikan. Karena itu, kami perlu belajar agar strategi dan langkah serupa bisa kami terapkan di Demak untuk target pengumpulan tahun ini yang berada di kisaran Rp11 miliar," ungkap Bambang Soesetiarto dalam sambutannya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya ingin mendalami pola fundraising serta tata hubungan strategis bersama para pemangku kepentingan lainnya.
Menyambut hangat kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrulloh, S.Hum., membagikan kunci sukses pengelolaan kelembagaan yang bertumpu pada kekuatan silaturahmi dan komunikasi yang cair antarpelaksana. Menurutnya, harmonisasi komunikasi personal dan kelembagaan—termasuk dengan jajaran pimpinan daerah menjadi modal utama dalam merumuskan kebijakan demi kesejahteraan masyarakat yang diridhai Allah SWT.
"Komunikasi dengan stakeholder berjalan baik, kuncinya adalah silaturahmi. Untuk menjalin komunikasi yang baik, apa pun itu bisa dicairkan dan dibicarakan secara langsung melalui tatap muka. Jangan manja, berikan bantuan kepada masyarakat secara maksimal dan terus berusaha memaksimalkan kinerja." tutur M. Nasrulloh.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Jepara, Kusdiyanto, memaparkan strategi taktis penguatan penghimpunan di tingkat akar rumput. Ia menyebutkan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara kini telah seratus persen memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi.
"Penghimpunan yang melibatkan langsung UPZ desa di antaranya melalui program Sedekah Perangkat dan Kotak Sedekah. Meskipun perolehan dari Sedekah Perangkat masih terus berproses dan belum sepenuhnya maksimal, kami terus mendorong agar capaiannya meningkat setiap tahun, termasuk optimalisasi hasil Kotak Sedekah," kata Kusdiyanto.
Ia menambahkan, BAZNAS Jepara juga konsisten mengelola ragam skema penghimpunan lain, seperti pemotongan langsung gaji ASN, Pekan Peduli Sosial (PPS), Gerakan Bulan Sedekah (GBS), hingga optimalisasi dana Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dihimpun melalui jaringan UPZ Masjid di seluruh pelosok Jepara.
Strategi tersebut semakin diperkuat dengan langkah ekspansif BAZNAS Jepara, yang meliputi penguatan dampak syiar zakat, perbaikan pola penyaluran agar tepat sasaran dan menghindari program lambat produktif, serta pelibatan lembaga skala kabupaten. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Jepara serta kerja sama strategis bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengoptimalkan pengumpulan UPZ masjid dan memasukkan materi zakat ke dalam materi khotbah para khatib.
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muadz, turut memberikan apresiasi tinggi atas legalitas formal dan syariat yang dijalankan BAZNAS. Ia menilai kehadiran BAZNAS memiliki legitimasi kuat dari pusat hingga daerah dalam mengelola dana keagamaan umat secara profesional. Senada dengan hal tersebut, Kabag Kesra Demak yang diwakili oleh H. Syaikhul Mukhib menyatakan komitmennya untuk mengadopsi dan mengkolaborasikan hasil pembelajaran studi tiru ini ke dalam program-program pembangunan umat di Kabupaten Demak.
Melalui kolaborasi lintas daerah ini, BAZNAS berharap amanah pengumpulan dan pendistribusian ZIS dapat terus ditingkatkan sebagai panggilan kemanusiaan yang menghadirkan kebermanfaatan luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA06/10/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Gelar Verval Pelaporan ZIS dan Matangkan Perencanaan Program Tahun 2027
Demak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga kepercayaan umat melalui tata kelola kelembagaan yang profesional. Langkah nyata ini diwujudkan lewat kegiatan verifikasi dan validasi (verval) pelaporan pengelolaan zakat infak sedekah bulan September 2026 yang dilangsungkan di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, Senin (5/10/2026). Agenda strategis yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran pelaksana divisi ini bertujuan untuk memastikan setiap aliran dana umat dikelola dengan standar transparansi dan akuntabilitas.
Dalam arahannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Demak H.Suyono,S.Pd,M.SI menegaskan bahwa ketelitian dalam pencatatan administratif serta pertanggungjawaban dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) merupakan hal yang mutlak. Menurutnya, aspek tersebut menjadi kunci utama agar kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik secara tepat sasaran.
"Ketelitian administratif dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan ZIS adalah fondasi utama kita. Melalui verval ini, kami ingin memastikan setiap rupiah dana umat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik," tegas Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Demak.
Selain mematangkan aspek pelaporan, forum penting ini juga mengupas tuntas progres pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) serta Kaji Dampak Zakat (KDZ). Kedua instrumen tersebut dinilai krusial sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas program zakat yang telah berjalan dalam mendongkrak kesejahteraan umat.
Pembahasan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kesiapan penyusunan RKAT Tahun 2027, Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Kerja (Renja) yang disampaikan oleh pelaksana SDM, Ratna Kusuma Sari, S.Kom. Penyusunan tersebut menjadi bagian dari persiapan BAZNAS Kabupaten Demak dalam mengoptimalkan kinerja kelembagaan pada tahun mendatang.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Demak terus memperkuat tata kelola lembaga melalui pelaporan yang tertib, evaluasi program, serta perencanaan yang terarah untuk mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.
(Kontributor: Ni'matul Udzma Nurul Islami)
BERITA05/10/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 Ribu Pekerja Rentan Lewat Program JSB 2026
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan umat melalui penyaluran dana zakat yang berdaya guna. Kali ini, BAZNAS RI resmi mengasuransikan jaminan sosial bagi 100 ribu pekerja rentan di seluruh Indonesia, termasuk pemulung, buruh tani, nelayan, pedagang kecil, hingga guru ngaji, lewat program unggulan Jaminan Sosial BAZNAS (JSB) 2026.
?Seremoni penyerahan bantuan kepesertaan ini dilangsungkan secara simbolis di Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (2/10/2026). Hadir langsung dalam agenda tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Dyah Tri Kumolo Sari, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Dr. Ir. Saiful Hidayat, M.T. Melalui program ini, para mustahik atau penerima zakat yang memenuhi kriteria mendapatkan perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama enam bulan penuh.
?Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa dana zakat harus dikelola secara progresif agar tidak berhenti sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif harian, melainkan menjelma sebagai instrumen pemberdayaan yang tangguh.
?“Melalui Program Jaminan Sosial BAZNAS, kami berupaya memberikan perlindungan kepada pekerja rentan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Perlindungan ini diharapkan dapat membantu mustahik menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih aman,” jelas Sodik.
?Sodik merinci, JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan yang tersebar di minimal 10 provinsi prioritas. Menariknya, 30 persen dari kuota tersebut dialokasikan khusus untuk masyarakat di wilayah 3T, sementara 70 persen sisanya menyasar wilayah lain dengan pertimbangan kerentanan ekonomi yang tinggi.
?Langkah strategis BAZNAS ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolo Sari, menilai sinergi ini sangat selaras dengan visi pemerintah dalam memperluas jaring pengaman sosial bagi masyarakat prasejahtera.
?“Terima kasih kepada BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah bersama pemerintah hadir membantu pekerja miskin dan tidak mampu. Program ini agar dilanjutkan untuk 100.000 pekerja yang membutuhkan, mulai dari pekerja informal sampai masyarakat daerah tertinggal lainnya,” ungkap Dyah.
?Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektoral ini menjadi jembatan penting untuk merangkul para pekerja informal yang selama ini belum tersentuh jaminan sosial secara maksimal.
?“Jadi, semangat program pemberdayaan berdampak dan berkelanjutan ini sangat sejalan dengan tujuan dari BPJS Ketenagakerjaan bahwa kita bersama-sama ingin menjadikan masyarakat semakin produktif. Harapannya, perlindungan dan pemberdayaan ini harus berjalan seiring sehingga membuat masyarakat memiliki ketahanan terhadap risiko,” pungkas Saiful.
?Selain memberikan ketenangan lewat JKK dan JKM, BAZNAS RI juga aktif memberikan edukasi terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan serta memperkuat basis data pekerja rentan. Dengan ikhtiar mulia ini, BAZNAS berharap para mustahik dapat mencari nafkah dengan rasa aman, bermartabat, dan kian berdaya menghadapi berbagai risiko kerja.
BERITA02/10/2026 | humas-baznas demak
Purna Tugas Magang, BAZNAS Kabupaten Demak Lepas Dua Mahasiswa UIN Sunan Kudus dengan Pesan Kebaikan
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak resmi melepas dua mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, yakni Hani Novita Sari dan Siti Lailatul Nikmah, setelah merampungkan program magang selama tiga bulan di kantor BAZNAS Kabupaten Demak.
Momen perpisahan ini diwarnai dengan ungkapan syukur dan apresiasi mendalam dari jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., menyampaikan pesan khusus kepada kedua mahasiswi tersebut agar senantiasa menjunjung tinggi integritas dalam melangkah ke dunia nyata.
"Jadilah pribadi yang jujur dan amanah di mana pun kalian berada. Apa yang sudah kalian pelajari selama berada di BAZNAS semoga dapat menjadi bekal dan diterapkan dalam kehidupan maupun di dunia kerja ke depannya," pesan H. Bambang Soesetiarto, S.I.P.
Senada dengan Ketua BAZNAS, Dosen Pembimbing Magang, Shobirin, M.Ag., turut berpesan agar pengalaman berharga selama tiga bulan ini dijadikan batu loncatan yang positif. Ia mengingatkan para mahasiswanya untuk senantiasa menghormati para mentor di lembaga zakat tersebut serta menjaga tali persaudaraan.
"Orang-orang yang ada di BAZNAS ini adalah guru kalian selama melaksanakan magang. Banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka, baik dari pengalaman maupun cara mereka bekerja. Setelah selesai magang, teruslah menyambung silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan BAZNAS," tutur Shobirin, M.Ag.
Rasa kesan mendalam turut diungkapkan oleh Siti Lailatul Nikmah, yang akrab disapa Lala. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga di luar teori akademik perkuliahan selama mengabdi di BAZNAS Kabupaten Demak.
"Selama magang di BAZNAS Kabupaten Demak, saya banyak mendapatkan pengalaman baru. Bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga tentang bagaimana beradaptasi, bekerja sama, dan belajar dari orang-orang di sekitar," ungkap Lala.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Hani Novita Sari. Ia mengaku awalnya hanya berniat menuntaskan kewajiban akademik semata, namun justru pulang membawa segudang nilai kehidupan yang bermakna luas.
"Kalau boleh saya jujur, I didn't expect an internship to leave this much of an impression on me. Awalnya aku datang buat menyelesaikan kewajiban dari kampus, tapi ternyata pulang membawa banyak hal yang nggak aku sangka. I learned bahwa pekerjaan bukan hanya tentang apa yang kita kerjain, tapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain, menghargai, menjaga amanah, dan meninggalkan kesan yang baik. Mungkin itu yang paling aku bawa dari perjalanan ini, bukan hanya pengalaman, tapi juga pelajaran tentang menjadi manusia yang baik di mana pun berada," ujar Hani.
Melalui program magang ini, BAZNAS Kabupaten Demak senantiasa berkomitmen untuk membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda, tidak hanya dalam aspek profesionalisme kerja, tetapi juga dalam internalisasi nilai-nilai amanah, kepedulian sosial, dan kemanusiaan. Segenap keluarga besar BAZNAS Kabupaten Demak mendoakan agar Hani dan Lala senantiasa diberikan kesuksesan, keberkahan ilmu, serta kemudahan dalam menempuh masa depan karier maupun pendidikan mereka.
BERITA30/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Bersama MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Pemulihan Warga Terdampak Gempa NTT
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali memperkuat sinergi kebaikan dengan dunia usaha melalui penandatanganan kolaborasi kemanusiaan bersama PT Miniso Lifestyle Trading Indonesia. Perusahaan ritel terkemuka tersebut resmi menyalurkan dana kemanusiaan sebesar Rp62.463.552 guna mendukung proses pemulihan masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Serah terima amanah kebaikan ini dilangsungkan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). Hadir menyerahkan bantuan secara langsung, Brand Manager PT Miniso Lifestyle Trading Indonesia, Fitria Indah Lestari, M.M., yang disambut hangat oleh Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., didampingi Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Hj. Neyla Saida Anwar menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak Miniso kepada lembaga zakat resmi pemerintah ini. Beliau menegaskan bahwa dana yang dihimpun akan segera dioptimalkan melalui program-program pemulihan yang tepat sasaran demi meringankan beban para mustahik dan penyintas bencana di NTT.
“Terima kasih PT Miniso Lifestyle Trading Indonesia atas kepedulian dan kepercayaannya menyalurkan bantuan ini melalui BAZNAS. Dengan bantuan dari Miniso, kami berharap dapat turut mempercepat proses pemulihan masyarakat di NTT,” ujar Neyla.
Neyla menambahkan, BAZNAS terus berkomitmen untuk menghadirkan uluran tangan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai penjuru nusantara. Namun, kerja sama pentahelix yang melibatkan sektor korporasi menjadi kunci penting agar manfaat yang ditebar bisa semakin luas dan berkelanjutan. BAZNAS senantiasa membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi dunia usaha yang ingin membersamai misi kemanusiaan ini.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, turut menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Miniso. Menurutnya, keterlibatan aktif sektor swasta akan memperkuat ekosistem filantropi Islam di Indonesia, khususnya dalam merespons darurat kemanusiaan secara cepat dan terukur.
“Kami mengapresiasi kepedulian Miniso dan berharap kolaborasi seperti ini dapat menginspirasi perusahaan dan dunia usaha lainnya untuk ikut mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan,” tutur Fitriansyah.
Sementara itu, Brand Manager PT Miniso Lifestyle Trading Indonesia, Fitria Indah Lestari, M.M., mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka dalam misi kemanusiaan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus panggilan jiwa untuk saling menolong sesama anak bangsa. Keputusan mempercayakan penyaluran kepada BAZNAS didasarkan pada profesionalisme serta pengalaman panjang lembaga dalam mengelola dana umat secara transparan dan akuntabel.
“Kami mempercayakan bantuan ini kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan penyaluran bantuan. Kami percaya BAZNAS dapat menentukan jalur penyaluran dan penerima manfaat berdasarkan kebutuhan di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ucap Fitria.
Lebih lanjut, Fitria mengajak seluruh elemen industri ritel serta para pelaku usaha lainnya di tanah air untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan ini. Mengingat fase pemulihan pascagempa membutuhkan waktu dan dukungan yang panjang, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama agar masyarakat NTT bisa segera bangkit kembali menata masa depan mereka.
“Kami mengajak rekan-rekan di industri ritel maupun perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bersama-sama mengambil bagian dan menyalurkan bantuan melalui BAZNAS. Apa yang kami lakukan mungkin hanya satu langkah kecil, tetapi jika semakin banyak perusahaan bergerak bersama, dampaknya tentu akan menjadi jauh lebih besar bagi masyarakat di NTT,” pungkasnya.
BERITA29/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Bangun Huntara dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Gempa NTT
Berita Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam membersamai masyarakat terdampak bencana melalui pembangunan 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang distribusinya masih akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan ini tersebar di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak sembilan unit—meliputi Desa Gololijun, Satar Kampas, dan Satar Punda Barat—serta satu unit lainnya di Kelurahan Ite Jaya, Kabupaten Ngada.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa langkah ini dihadirkan untuk memberikan rasa aman serta tempat tinggal yang layak bagi warga sambil menanti proses pemulihan hunian permanen mereka.
"Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," jelas Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Sejak awal bencana terjadi, BAZNAS RI telah bergerak cepat merespons situasi darurat dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan esensial. Hingga kini, selain 10 unit huntara, BAZNAS telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih, menyediakan 84.250 porsi makanan siap saji dari dapur umum, memberikan layanan kesehatan bagi 821 pasien, serta mendirikan empat masjid darurat dan tiga sekolah darurat.
Melalui semangat kebersamaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS RI turut mengajak seluruh masyarakat luas untuk terus mengulurkan tangan dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara kita di NTT.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya," pungkasnya.
BERITA29/09/2026 | humas-baznas demak
Sinergi Pemkab dan BAZNAS Distribusi 75.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Menghadapi musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kembali menunjukkan aksi nyata kepeduliannya. Pada Senin, 28 September 2026, BAZNAS Kabupaten Demak mengerahkan personel bersama armada operasional untuk melaksanakan aksi droping air bersih bagi warga masyarakat yang mengalami kekeringan.
Aksi kemanusiaan ini menyasar tiga titik lokasi utama, yakni Desa Ngaluran di Kecamatan Karanganyar, serta Desa Raji dan Desa Turirejo yang berada di wilayah Kecamatan Demak Kota. Berdasarkan laporan sitrep pelaksanaan, total bantuan air bersih yang didistribusikan mencapai 15 tangki atau setara dengan 75.000 liter air bersih, dengan dukungan armada yang terdiri dari 1 unit mobil LAB dan 15 tangki air dari BPBD Kabupaten Demak.
Distribusi air bersih ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dan tertib oleh sekira 600 warga setempat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi kembali cadangan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci di tengah teriknya cuaca cerah.
Kehadiran bantuan ini mendatangkan rasa syukur yang mendalam dari warga dan perangkat desa setempat. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Raji, Bapak Muhammad Bashor, dalam keterangannya di lokasi penyerahan bantuan
"Alhamdulillah pada hari ini, menerima bantuan lima tangki air dari BAZNAS Kabupaten Demak. Perhatian BAZNAS masih melekat pada warga Desa Raji alhamdulillah ini, dan ini akan kami distribusikan ke masing-masing wilayah. Semoga bantuan dari BAZNAS ini bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat Desa Raji tercinta."
Senada dengan hal tersebut, apresiasi dan ucapan terima kasih juga diungkapkan oleh pihak Pemerintah Desa Ngaluran yang diwakili oleh Bapak Abdul Manaf. Ia menuturkan bahwa sumber-sumber air warga di desanya telah mengalami kekeringan total akibat kemarau panjang, sehingga pasokan air bersih dari BAZNAS ini menjadi bantuan yang sangat vital bagi masyarakat.
Kami dari Pemerintah Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, terima kasih atas bantuan air bersih, semoga bermanfaat. Dan memang karena kemarau panjang ini Desa Ngaluran banyak merasakan kekurangan air... sehingga sampai sekarang pun kalau ada bantuan air bersih memang sangat dibutuhkan."
Melalui program pendistribusian air bersih ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap kehadiran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat dapat terus memberikan kemaslahatan nyata serta meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah diuji oleh kekeringan di musim kemarau ini.
Mari ulurkan tangan dan ringankan beban saudara kita yang terdampak kekeringan. Salurkan infak, sedekah, dan donasi kemanusiaan Anda melalui Rekening Kemanusiaan / Bencana BAZNAS Kabupaten Demak untuk membantu penyediaan air bersih dan penanganan darurat lainnya.
BERITA28/09/2026 | humas-baznas demak
Sinergi BAZNAS dan Pemkab Demak dalam Semarak MAPSI ke-28: Cetak Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia
DEMAK – Semangat syiar Islam dan kepedulian terhadap pendidikan karakter anak bangsa mewarnai pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-28 Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2026. Berlokasi di SD Donorejo 1, Kecamatan Karangtengah, helatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak ini berlangsung semarak dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
?Ajang tahunan ini menjadi sarana strategis bagi para peserta didik untuk mengasah potensi, menguji kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam. BAZNAS memandang kegiatan ini sejalan dengan visi penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah pada program Demak Cerdas dan Demak Taqwa, yakni investasi jangka panjang dalam mencetak SDM berdaya saing dan berakhlakul karimah.
?Ratusan peserta perwakilan dari berbagai kecamatan memadati lokasi acara dengan antusiasme tinggi. Berbekal semangat ukhuwah islamiyah dan sportivitas, para siswa tampil percaya diri memperebutkan deretan piala kebanggaan. Suasana semakin hangat berkat dorongan motivasi dari guru pendamping, panitia, serta jajaran tamu undangan.
?"Pelaksanaan MAPSI tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, percaya diri, kreatif, dan berprestasi," ujar perwakilan panitia di sela-sela kegiatan.
?Dukungan BAZNAS dalam agenda ini diharapkan dapat makin memperkuat pembinaan generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademis dan seni, tetapi juga memiliki keteguhan moral berbasis nilai-nilai keislaman.
?"Melalui MAPSI ke-28 ini, diharapkan lahir generasi muda Kabupaten Demak yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter religius dan mencintai nilai-nilai agama. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, BAZNAS, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan ajaran Islam," tegas perwakilan BAZNAS di lokasi acara.
BERITA24/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Bina Mahasiswa Produktif Perkuat Karakter dan Literasi Keuangan
Demak (24/09/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali melaksanakan pembinaan rutin bulanan bagi penerima manfaat Program Mahasiswa Produktif. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, Kamis (24/09), tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah dan lantunan Asmaulhusna sebagai bentuk penguatan mental dan spiritual para peserta. Suasana khidmat tersebut menjadi pengantar sebelum mahasiswa mendapatkan pembinaan karakter dan pengarahan dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak.
Dalam arahannya, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial bagi mahasiswa yang menerima amanah dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat.
“Pembinaan karakter ini merupakan ikhtiar kami untuk memperkuat ketahanan diri mahasiswa secara menyeluruh—mengukuhkan kekuatan jiwa, raga, dan hati agar tahan banting menghadapi dinamika zaman. Kami ingin para penerima manfaat Program Mahasiswa Produktif tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kokoh serta integritas yang tinggi,” ujar Pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima para mahasiswa merupakan amanah dari para muzaki yang perlu diwujudkan melalui semangat belajar, peningkatan prestasi, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Zakat yang dititipkan melalui BAZNAS harus menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk terus berprestasi dan kelak memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,” lanjutnya.
Selain pembinaan karakter, kegiatan tersebut juga diisi dengan materi literasi dan inklusi keuangan. Materi disampaikan oleh Miftahul Naim, salah satu penerima manfaat Program Mahasiswa Produktif BAZNAS Demak yang juga menjadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) di bawah bimbingan Setda Bagian Perekonomian.
Dalam pemaparannya, Miftahul Naim mengajak para mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Menurutnya, kemampuan memahami dan mengatur keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam mempersiapkan kemandirian di masa mendatang.
“Literasi keuangan adalah kunci utama agar kita mampu merencanakan masa depan finansial yang lebih mandiri dan terarah. Sebagai mahasiswa penerima manfaat, kita dituntut bijak mengelola potensi dan sumber daya yang ada agar siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ungkap Miftahul Naim.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. BAZNAS Kabupaten Demak terus mendorong agar program pendidikan tidak berhenti pada pemberian bantuan finansial, tetapi juga diiringi dengan pembinaan yang mampu memperkuat karakter dan kemandirian penerima manfaat. Hal ini sejalan dengan pola pendampingan Program Mahasiswa Produktif BAZNAS Demak yang menggabungkan dukungan pendidikan dengan penguatan kapasitas mahasiswa.
Sebagai bagian akhir dari kegiatan, BAZNAS Kabupaten Demak menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada para mahasiswa penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menunjang keberlanjutan pendidikan sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi.
Melalui pembinaan rutin dan penyaluran bantuan pendidikan tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak berharap para penerima manfaat mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Para mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
BERITA24/09/2026 | humas-baznas demak
LDK Z-Mart : BAZNAS Demak Perkuat Kesiapan Calon Penerima Manfaat
Demak, 23 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak melaksanakan Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi calon penerima manfaat program Z-Mart dari Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Karangawen dan Mranggen. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan persiapan dan pembekalan calon penerima manfaat sebelum memperoleh dukungan program Z-Mart.
Z-Mart merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi produktif BAZNAS yang diarahkan untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha. Program tersebut tidak hanya memberikan dukungan usaha, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu mengelola usahanya secara lebih terarah, dan berkelanjutan.
Melalui Latihan Dasar Kelompok, calon penerima manfaat mendapatkan pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, serta tata kelola program Z-Mart. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembekalan agar penerima manfaat memiliki kesiapan dalam menjalankan program sekaligus membangun komitmen bersama untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Selain sebagai sarana pembekalan, kegiatan LDK dimaksudkan untuk memastikan proses verifikasi calon penerima manfaat berjalan dengan baik. BAZNAS Kabupaten Demak juga memberikan gambaran mengenai konsep program produktif berkelanjutan, termasuk penguatan identitas dan branding usaha serta teknis pelaporan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan program.
“Melalui Latihan Dasar Kelompok ini, kami ingin memastikan calon penerima manfaat benar-benar memahami program Z-Mart, mulai dari tujuan pemberdayaan, pengelolaan usaha, branding, hingga teknis pelaporan. Harapannya, program ini tidak berhenti pada bantuan usaha, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan,” ujar pendamping program produktif BAZNAS Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh amil BAZNAS Kabupaten Demak dari bidang pendistribusian dan pendayagunaan, pendamping program produktif BAZNAS Kabupaten Demak serta perwakilan pengurus dari badko tingkat kecamatan. Kehadiran tim BAZNAS sekaligus menjadi bagian dari proses verivikasi, pendampingan dan penguatan kapasitas calon penerima manfaat agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan tujuan pemberdayaan zakat.
Melalui program Z-Mart, BAZNAS Kabupaten Demak terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Dengan pembekalan, pendampingan, dan pelaporan yang terarah, program diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan penerima manfaat.
BERITA23/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan Beasantri Tahfidz Tahap II Tahun 2026
Demak, 23 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan penyaluran beasiswa tahap II sekaligus setoran hafalan bagi penerima Beasiswa Santri Tahfidz BAZNAS Kabupaten Demak Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Demak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan serta mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan menghafal dan memahami Al-Qur’an.
Program Beasiswa Santri Tahfidz merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Demak terhadap pengembangan pendidikan santri, khususnya dalam bidang tahfidzul Qur’an. Melalui program tersebut, BAZNAS memberikan dukungan kepada santri yang memiliki komitmen dalam menghafal Al-Qur’an agar dapat terus mengembangkan potensi, menjaga hafalan, serta meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Penerima beasantri tahfidz menerima bantuan pendidikan Rp 3.000.000 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kabupaten Demak. Penetapan tersebut menjadi landasan dalam pelaksanaan program. Dalam kegiatan setoran hafalan, para santri menunjukkan capaian hafalan di hadapan penguji. Proses tersebut tidak hanya menjadi sarana evaluasi hafalan, tetapi juga untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar menjalankan komitmen yang telah disepakati sejak awal.
“Data setoran hafalan yang kami terima menunjukkan bahwa para santri harus betul-betul konsekuen dengan komitmen yang telah dituliskan. Kami yang akan melihat sekaligus menilai perkembangan hafalan para santri,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Para santri juga diingatkan agar tidak hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi memperhatikan kualitas bacaan Al-Qur’an. Tartil menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus diperhatikan dalam proses menghafal dan menjaga hafalan.
“Bacaan tartil harus diperhatikan. Dalam penilaian tahfidz memang menjadi nomor satu, tetapi bukan berarti mengalahkan bidang-bidang lainnya. Semua aspek tetap harus diperhatikan agar kualitas hafalan dan bacaan para santri semakin baik,” ungkapnya.
Standar penilaian yang digunakan dalam kegiatan tersebut juga mengacu pada standar yang lazim digunakan dalam musabaqah, sehingga para santri diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan baik, tidak hanya dari sisi hafalan, tetapi juga dari aspek kelancaran, ketepatan bacaan, tartil, dan kualitas penampilan dalam membaca Al-Qur’an.
Lebih lanjut, para santri diharapkan mampu memenuhi target dan komitmen yang telah dituangkan dalam program Beasiswa Santri Tahfidz. Dukungan yang diberikan BAZNAS diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penerima manfaat untuk terus menjaga hafalan dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Hal tersebut sejalan dengan perumpamaan orang mukmin yang ahli Al-Qur’an sebagaimana gambaran tentang buah yang memiliki aroma harum dan rasa yang manis. Seorang Muslim yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memiliki keutamaan dalam hafalan, tetapi juga mampu menghadirkan akhlak yang baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui program Beasiswa Santri Tahfidz, BAZNAS Kabupaten Demak terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi Qur’ani. Program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki bacaan yang baik, akhlak mulia, serta mampu menjadi generasi penerus yang memberikan kemanfaatan bagi umat dan masyarakat.
BERITA23/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Gelar LDK Calon Penerima Z-Mart Kelompok Badko Mijen dan Gajah
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menggelar agenda penguatan ekonomi keumatan melalui Rangkaian Kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi calon penerima manfaat program Z-Mart pada Rabu (23/09/2026). Pelatihan kali ini ditujukan khusus bagi kelompok penerima dari wadah Badan Koordinasi (Badko) Kecamatan Mijen dan Kecamatan Gajah.
Kegiatan LDK tersebut dipandu langsung oleh Bidang Pelaksana Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Demak bersama Amil Pelaksana Pendamping Program Z-Mart. Kehadiran para pendamping ini bertujuan untuk verifikasi dan memberikan pembekalan yang komprehensif, mulai dari pemahaman mendasar mengenai filosofi program hingga kesiapan teknis para calon penerima manfaat dalam mengelola warung berkelanjutan.
Dalam kesempatannya, pihak Pelaksana Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Demak menegaskan bahwa program Z-Mart bukan sekadar bantuan modal usaha biasa. “Kami menekankan komitmen kuat dari seluruh calon penerima Z-Mart, terutama dalam hal branding, kerapian pelaporan bulanan, dan manajemen teknis operasional warung. Sinergi ini merupakan kunci agar warung usaha Bapak dan Ibu sekalian dapat terus berkembang, mandiri secara finansial, serta berdaya guna secara berkesinambungan,” tegasnya di hadapan para peserta.
Melalui pendampingan dan kepatuhan pada prosedur teknis usaha, BAZNAS Kabupaten Demak optimistis warung Z-Mart yang dikelola kelompok Badko Kecamatan Mijen dan Gajah ini tidak hanya mampu menopang perekonomian keluarga, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi berbasis zakat di wilayah masing-masing.
BERITA23/09/2026 | humas-baznas demak
Perkuat Ekonomi Guru Ngaji, BAZNAS Demak Bekali Calon Penerima Z-Mart Kecamatan Bonang
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak terus berkomitmen memperkuat pilar ekonomi para pendidik keagamaan di wilayahnya. Pada Senin (21/9/2026), BAZNAS Kabupaten Demak secara resmi menggelar Rangkaian Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi para calon penerima manfaat program Z-Mart yang tergabung dalam wadah Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kecamatan Bonang.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal untuk membekali para guru ngaji dengan pengetahuan manajemen usaha ritel modern. Melalui program Z-Mart, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan modal, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar toko kelontong yang dikelola para ustaz dan ustazah mampu bersaing serta tumbuh secara mandiri. Program penguatan ekonomi ini menjadi sarana konkrit transformasi para mustahik menuju muzaki, khususnya di lingkungan tenaga pendidik Al-Qur'an.
Dalam pelaksanaannya, para peserta melewati serangkaian prosedur dan ketentuan penguatan ekonomi yang ditetapkan oleh BAZNAS. Prosedur tersebut mencakup penataan warung, manajemen stok barang, hingga pembentukan kedisiplinan kelompok usaha bersama. Ketentuan ini diterapkan guna memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan dapat berdaya guna secara optimal dan berkelanjutan.
Pelaksana Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Demak M.Saiful Anam, S.T menyampaikan bahwa keterlibatan Badko LPQ Kecamatan Bonang menjadi krusial dalam menyasarkan bantuan secara tepat guna. “Program Z-Mart ini hadir sebagai bentuk apresiasi dan ikhtiar kita bersama dalam memuliakan para guru ngaji. Melalui pembekalan LDK ini, kami berharap para pengelola LPQ tidak hanya tangguh dalam mensyiarkan Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi yang kokoh untuk menopang kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Demak dan Badko LPQ Kecamatan Bonang ini, diharapkan ritel Z-Mart dapat meluas dan menjadi penggerak roda ekonomi berbasis keumatan di tingkat kecamatan.
BERITA23/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan 16.000 Liter Air Bersih ke Madrasah
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki atau setara 16.000 liter untuk membantu warga madrasah yang terdampak musim kemarau di MIN 1 Demak, Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Rabu (23/9/2026).
Penyaluran yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB di tengah kondisi cuaca terik ini menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Demak. Langkah cepat tanggap darurat ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak untuk mengoptimalkan penanganan krisis air di wilayah tersebut.
Pendistribusian air bersih tersebut disaksikan langsung oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak di lokasi kegiatan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk program kemanusiaan serta tanggap bencana yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak kemarau panjang. Kami berharap pasokan 16.000 liter air bersih ini dapat menyokong kegiatan belajar mengajar dan sanitasi warga madrasah agar kembali berjalan normal,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Demak di sela-sela kegiatan.
Melalui bantuan ini, sekitar 600 penerima manfaat yang terdiri atas para siswa, guru, dan staf MIN 1 Demak kini dapat kembali memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian. Penyaluran air bersih ini diharapkan mampu memastikan proses belajar mengajar di lingkungan madrasah tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
BAZNAS Kabupaten Demak mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengalirkan kepedulian bagi sesama yang membutuhkan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana dan kekeringan. Informasi layanan zakat dan program kemanusiaan selengkapnya dapat diakses melalui website resmi kabdemak.baznas.go.id
BERITA23/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Kukuhkan Pengurus UPZ Masjid Baitul Majid Desa Tuwang Periode 2026–2031
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak resmi mengukuhkan dan memberikan pembinaan kepada pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Baitul Majid Desa Tuwang, Kecamatan Karanganyar, untuk periode 2026–2031. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Baitul Majid pada Minggu (20/9/2026) ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat desa.
Ketua Takmir Masjid Baitul Majid, Ya'qub, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Demak dan berharap jajaran pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga para pengurus yang dilantik dapat menjadi pribadi yang baik serta mampu mengemban amanah agama dan negara di Desa Tuwang. Semoga seluruh ikhtiar kita bersama dalam memakmurkan masjid ini dicatat sebagai amal kebaikan,” ujar Ya'qub.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Tuwang yang diwakili oleh Ustaz Abdur Rohman turut menyampaikan terima kasih atas terbentuknya kepengurusan UPZ yang diketuai oleh H. Sutikno. Pihak pemdes juga mengapresiasi keaktifan para ketua RT yang gigih menyosialisasikan gerakan ZIS kepada warga, serta menekankan pentingnya keterbukaan publik.
“Kami berharap pengurus UPZ yang dipimpin Bapak H. Sutikno dapat bekerja dengan lancar dan transparan. Setiap penarikan dan rekapitulasi harap dicantumkan secara terbuka di papan pengumuman maupun spanduk. Semoga keberadaan UPZ ini membawa manfaat nyata bagi fuqara dan masakin di desa kita,” ungkap Ustaz Abdur Rohman.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua UPZ Masjid Baitul Majid terpilih, H. Sutikno, memohon doa restu agar kepengurusan baru ini konsisten membawa iklim yang lebih baik. Ia juga menyampaikan laporan penghimpunan dana ZIS yang telah berjalan di Desa Tuwang.
“Mohon doanya agar ke depan pengelolaan ZIS di desa kita semakin membaik. Perlu kami laporkan bahwa pada Tahun 2026 Masa Tanam (MT) I terkumpul ZIS sebesar Rp41.502.000, sedangkan pada MT II terhimpun Rp37.605.000. Pada kegiatan ini akan segera disalurkan santunan kepada 29 warga fakir miskin dan dhuafa,” jelas H. Sutikno.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Demak, H.M. Sulaiman, S.Pd., memberikan arahan tegas mengenai pentingnya integritas, transparansi, dan kepatuhan syariah dalam mengelola zakat. Beliau mengingatkan bahwa perjuangan mengelola ZIS selalu diwarnai tantangan.
“Pengurus UPZ harus ekstra hati-hati karena mengelola ZIS pasti ada dinamika dan ujiannya. Untuk tata kelola, pastikan pembukuan dan rekening dipisah antara akun zakat dan infak. Mengenai hak amil, batas maksimal adalah 12,5% untuk zakat dan 20% untuk infak. Hak tersebut bisa diambil untuk pengurus atau diinfakkan kembali guna mendukung operasional UPZ. Namun ingat, hukum syariatnya sah jika ada ikrar akad penyerahan terlebih dahulu sebelum disedekahkan kembali,” tegas H.M. Sulaiman.
Lebih lanjut, H.M. Sulaiman menggarisbawahi landasan syar'i gerakan penarikan zakat yang berpedoman pada Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103.
“Dalam memperjuangkan zakat, kita meneladani perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 103, ‘Khuth min amwalihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkihim biha’ yang artinya 'Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka'. Sejak zaman Sahabat Nabi SAW, mengajak umat untuk berzakat memang membutuhkan pendekatan yang tegas dan persuasif demi kemaslahatan mereka sendiri. Dalam hal ini, BAZNAS Kabupaten Demak mempermudah koordinasi teknis, di mana pihak UPZ cukup menyampaikan laporan administrasi rekapitulasinya secara rutin,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan santunan secara langsung oleh BAZNAS Kabupaten Demak bersama pengurus UPZ kepada 29 orang mustahik di Desa Tuwang.
BERITA20/09/2026 | humas-baznas demak
Kemenag dan BAZNAS Sinergi Luncurkan Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 untuk Perkuat Pendidikan Santri
Berita Nasional
JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memegang peranan krusial dalam memperkuat pilar pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui peluncuran resmi Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 yang diinisiasi bersama oleh BAZNAS RI dan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa kemitraan antara Kemenag dan BAZNAS tidak sekadar terjalin pada tataran struktural, melainkan bergerak secara fungsional lewat program nyata yang langsung menyasar kebutuhan mendasar lembaga pesantren. Melalui integrasi program ini, bantuan yang dialokasikan dapat disalurkan secara lebih terarah serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para santri.
“Dengan demikian, insyaallah penyaluran dana-dana umat melalui BAZNAS dapat dipertanggungjawabkan secara konkret dan terukur,” ujar Menag Nasaruddin.
Lebih lanjut, Menag mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para muzaki untuk mengoptimalkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi BAZNAS guna mendukung keberlangsungan masa depan generasi penghafal Al-Qur'an dan penuntut ilmu di pesantren.
"Karena itu saya mohon kepada para muzaki, mari menyalurkan bantuannya ke BAZNAS ya, supaya nanti bisa memberikan bantuan kepada para santri-santri kita. Nah kita berharap dengan adanya Dirjen Pondok Pesantren, dengan adanya keberpihakan BAZNAS, maka santri-santri kita itu bisa bernapas," tuturnya.
Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 hadir sebagai bantuan stimulan dari BAZNAS RI berupa dana sebesar Rp25 juta per instansi bagi pesantren yang telah terdaftar resmi di Kementerian Agama. Bantuan ini dirancang sebagai pemantik sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama merenovasi fasilitas asrama, sehingga tercipta hunian santri yang lebih layak, sehat, aman, dan kondusif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
BERITA17/09/2026 | humas-baznas demak
Tingkatkan Kelayakan Sarana Santri, BAZNAS dan Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 Miliar Lewat Program Pesantren Nyaman Belajar
Berita Nasional
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan senilai Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Penyaluran bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan serta hunian bagi para santri yang tersebar di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menjelaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Program ini dirancang guna memastikannya dana zakat dapat memberikan kemanfaatan yang nyata dan berkesinambungan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang layak bagi para santri.
“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Rabu (16/9/2026).
Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., turut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi strategis ini. Ia menekankan bahwa program PNB tidak hanya sekadar pembenahan fisik, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun iklim pesantren yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang santri.
“Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman,” kata Menag Nasaruddin.
Menag Nasaruddin menambahkan bahwa tingginya kebutuhan pengembangan fasilitas pesantren di berbagai daerah memerlukan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak—mulai dari pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), ormas Islam, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga para muzaki dan masyarakat umum. Ia menaruh harapan besar agar program ini terdistribusi secara transparan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan melalui integrasi data pesantren milik Kementerian Agama.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan tekad BAZNAS dalam menghadirkan ruang belajar dan tempat tinggal yang aman bagi para santri. Ia memaparkan bahwa penyaluran bantuan difokuskan pada pesantren yang paling membutuhkan dukungan sarana dasar.
Idy menjelaskan, prioritas program ini ditujukan bagi pesantren yang membina minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) maupun daerah rawan bencana. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses belajar mengajar para santri di seluruh penjuru negeri dapat berjalan lebih optimal.
BERITA17/09/2026 | humas-baznas demak
Sinergi Dindikbud, Kemenag dan BAZNAS Demak Sukses Gelar MAPSI SMP ke-14 untuk Penguatan Karakter Islami
DEMAK — (16/09/2026) Bertempat di SMPN 1 Karangtengah Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak sukses menggelar ajang Pekan Keterampilan dan Seni Islam (MAPSI) jenjang SMP. Ajang tahunan yang berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini diselenggarakan sebagai wadah evaluasi pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta pembentukan karakter dan ketakwaan siswa. Tak hanya menjadi ruang inkubasi inovasi dan kreativitas, ajang ini juga memupuk nilai sportivitas serta semangat kebersamaan antarsiswa sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini diikuti oleh 809 peserta dari SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Demak. Suksesnya gelaran ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara Dindikbud, Kementerian Agama (Kemenag), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Kepala Dindikbud Kabupaten Demak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. "Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran dinas, Kementerian Agama, BAZNAS, para guru pendamping, serta instansi terkait yang telah berkolaborasi aktif demi suksesnya penyelenggaraan MAPSI tahun ini," ungkapnya.
Bupati Demak turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Dindikbud Demak, Kemenag, BAZNAS, koordinator wilayah (korwil), hingga para guru pendamping yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dalam membimbing para peserta. Bupati menilai kualitas persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.
"Kegiatan MAPSI ini memiliki arti yang sangat penting sebagai ajang mengukur prestasi akademik maupun non-akademik, sekaligus membina akhlak mulia para peserta didik. Kami berharap para peserta yang tampil hari ini dapat terus dibina untuk menjadi calon-calon kontingen MTQ Kabupaten Demak di masa depan," ujar Bupati Demak.
Bupati juga menekankan bahwa penanaman nilai-nilai seni dan keterampilan Islam ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Demak dalam mewujudkan daerah yang semakin maju, bermartabat, cerdas, serta berkarakter islami. Sinergitas tiga pilar — Dindikbud, Kemenag, dan BAZNAS — menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal generasi penerus bangsa.
"Menjadi juara tentu sebuah kebanggaan, namun yang paling utama adalah terbangunnya rasa percaya diri, kejujuran, dan sportivitas. Jadikan ajang ini sebagai bagian dari proses belajar dan pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri. Mari kita bersama-sama mendorong generasi muda Demak agar terus mengukir prestasi," lanjut Bupati Demak.
Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan dari seluruh dunia pendidikan. Pemkab Demak akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan sokongan sinergis dari lembaga negeri, swasta, Kemenag, hingga BAZNAS. Kebersamaan ini diharapkan dapat mewujudkan generasi muda Demak yang cerdas secara intelektual, memiliki kedalaman iman, serta berakhlaqul karimah.
BERITA16/09/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan 26 Paket Ternak Ayam Petelur Mandiri Tahap II untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Ummat
DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui program pendayagunaan zakat secara produktif. Pada Selasa (15/9/2026), BAZNAS Kabupaten Demak merampungkan penyaluran bantuan Tahap II berupa 26 paket Ternak Mandiri Ayam Petelur kepada para penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kabupaten Demak. Penyaluran ini melengkapi tahap sebelumnya, di mana sebanyak 74 paket bantuan serupa telah diserahkan secara simbolis dalam acara sosialisasi dan pendistribusian Tahap I.
Program Ternak Mandiri Ayam Petelur ini diusung sebagai strategi BAZNAS Kabupaten Demak dalam memadukan penguatan ekonomi produktif dengan intervensi pencegahan stunting di tingkat keluarga. Selain memberikan sumber pendapatan harian bagi peternak, keberadaan ayam petelur produktif di lingkungan rumah tangga diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan bergizi seimbang, khususnya asupan protein hewani harian untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H.Bambang Soesetiarto,S.I.P, menekankan bahwa program ini tidak sekadar memberikan modal usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis daerah dalam mengatasi risiko stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. "Melalui program ayam petelur mandiri ini, kami ingin membangun dua fondasi sekaligus: penguatan ekonomi produktif keluarga dan ketahanan pangan berbasis pemenuhan gizi harian. Kami berharap para penerima manfaat dapat mengelola bantuan ini secara konsisten, sehingga hasilnya tidak hanya menopang kebutuhan ekonomi harian tetapi juga memastikan gizi keluarga terpenuhi agar anak-anak terbebas dari risiko stunting," ujarnya.
Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari salah satu penerima manfaat program, Heru Santoso, saat menerima paket ternak mandiri tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Demak dan para donatur yang telah mengamanahkan zakatnya.
"Saya Heru Santoso, mengucapkan terima kasih banyak untuk para muzakki BAZNAS Kabupaten Demak atas bantuannya berupa satu paket ternak mandiri ayam petelur. Semoga kedepannya menjadi berkah, barokah, dan bermanfaat, khususnya bagi penerima bantuan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Demak. Dari zakat, terbitlah kemandirian umat," ujar Heru.
Ia juga menunjukkan kondisi ternak ayam petelur di kandangnya yang sudah mulai berproduksi. "Dari 16 ayam petelur Sudah bertelur 5-10 telur dalam sehari. Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi," tambah Heru dengan penuh optimisme.
Program pemberdayaan ini menjadi bukti nyata manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dan akuntabel oleh BAZNAS Kabupaten Demak demi mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ummat secara berkelanjutan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak.
Bersama BAZNAS, zakat yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah dan produktif untuk memberdayakan ekonomi ummat serta menghadirkan kemandirian bagi sesama. Tunaikan zakat Anda sekarang dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan ini
BERITA15/09/2026 | humas-baznas demak

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.
Lihat Daftar Rekening →