WhatsApp Icon
BAZNAS Demak Kukuhkan Pengurus UPZ Masjid Baitul Majid Desa Tuwang Periode 2026–2031

DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak resmi mengukuhkan dan memberikan pembinaan kepada pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Baitul Majid Desa Tuwang, Kecamatan Karanganyar, untuk periode 2026–2031. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Baitul Majid pada Minggu (20/9/2026) ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat desa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Majid, Ya'qub, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Demak dan berharap jajaran pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga para pengurus yang dilantik dapat menjadi pribadi yang baik serta mampu mengemban amanah agama dan negara di Desa Tuwang. Semoga seluruh ikhtiar kita bersama dalam memakmurkan masjid ini dicatat sebagai amal kebaikan,” ujar Ya'qub.

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Tuwang yang diwakili oleh Ustaz Abdur Rohman turut menyampaikan terima kasih atas terbentuknya kepengurusan UPZ yang diketuai oleh H. Sutikno. Pihak pemdes juga mengapresiasi keaktifan para ketua RT yang gigih menyosialisasikan gerakan ZIS kepada warga, serta menekankan pentingnya keterbukaan publik.

“Kami berharap pengurus UPZ yang dipimpin Bapak H. Sutikno dapat bekerja dengan lancar dan transparan. Setiap penarikan dan rekapitulasi harap dicantumkan secara terbuka di papan pengumuman maupun spanduk. Semoga keberadaan UPZ ini membawa manfaat nyata bagi fuqara dan masakin di desa kita,” ungkap Ustaz Abdur Rohman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua UPZ Masjid Baitul Majid terpilih, H. Sutikno, memohon doa restu agar kepengurusan baru ini konsisten membawa iklim yang lebih baik. Ia juga menyampaikan laporan penghimpunan dana ZIS yang telah berjalan di Desa Tuwang.

“Mohon doanya agar ke depan pengelolaan ZIS di desa kita semakin membaik. Perlu kami laporkan bahwa pada Tahun 2026 Masa Tanam (MT) I terkumpul ZIS sebesar Rp41.502.000, sedangkan pada MT II terhimpun Rp37.605.000. Pada kegiatan ini akan segera disalurkan santunan kepada 29 warga fakir miskin dan dhuafa,” jelas H. Sutikno.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Demak, H.M. Sulaiman, S.Pd., memberikan arahan tegas mengenai pentingnya integritas, transparansi, dan kepatuhan syariah dalam mengelola zakat. Beliau mengingatkan bahwa perjuangan mengelola ZIS selalu diwarnai tantangan.

“Pengurus UPZ harus ekstra hati-hati karena mengelola ZIS pasti ada dinamika dan ujiannya. Untuk tata kelola, pastikan pembukuan dan rekening dipisah antara akun zakat dan infak. Mengenai hak amil, batas maksimal adalah 12,5% untuk zakat dan 20% untuk infak. Hak tersebut bisa diambil untuk pengurus atau diinfakkan kembali guna mendukung operasional UPZ. Namun ingat, hukum syariatnya sah jika ada ikrar akad penyerahan terlebih dahulu sebelum disedekahkan kembali,” tegas H.M. Sulaiman.

Lebih lanjut, H.M. Sulaiman menggarisbawahi landasan syar'i gerakan penarikan zakat yang berpedoman pada Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103.

“Dalam memperjuangkan zakat, kita meneladani perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 103, ‘Khuth min amwalihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkihim biha’ yang artinya 'Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka'. Sejak zaman Sahabat Nabi SAW, mengajak umat untuk berzakat memang membutuhkan pendekatan yang tegas dan persuasif demi kemaslahatan mereka sendiri. Dalam hal ini, BAZNAS Kabupaten Demak mempermudah koordinasi teknis, di mana pihak UPZ cukup menyampaikan laporan administrasi rekapitulasinya secara rutin,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan santunan secara langsung oleh BAZNAS Kabupaten Demak bersama pengurus UPZ kepada 29 orang mustahik di Desa Tuwang.

20/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Kemenag dan BAZNAS Sinergi Luncurkan Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 untuk Perkuat Pendidikan Santri

Berita Nasional

JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memegang peranan krusial dalam memperkuat pilar pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui peluncuran resmi Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 yang diinisiasi bersama oleh BAZNAS RI dan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa kemitraan antara Kemenag dan BAZNAS tidak sekadar terjalin pada tataran struktural, melainkan bergerak secara fungsional lewat program nyata yang langsung menyasar kebutuhan mendasar lembaga pesantren. Melalui integrasi program ini, bantuan yang dialokasikan dapat disalurkan secara lebih terarah serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para santri.

“Dengan demikian, insyaallah penyaluran dana-dana umat melalui BAZNAS dapat dipertanggungjawabkan secara konkret dan terukur,” ujar Menag Nasaruddin.

Lebih lanjut, Menag mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para muzaki untuk mengoptimalkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi BAZNAS guna mendukung keberlangsungan masa depan generasi penghafal Al-Qur'an dan penuntut ilmu di pesantren.

"Karena itu saya mohon kepada para muzaki, mari menyalurkan bantuannya ke BAZNAS ya, supaya nanti bisa memberikan bantuan kepada para santri-santri kita. Nah kita berharap dengan adanya Dirjen Pondok Pesantren, dengan adanya keberpihakan BAZNAS, maka santri-santri kita itu bisa bernapas," tuturnya.

Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 hadir sebagai bantuan stimulan dari BAZNAS RI berupa dana sebesar Rp25 juta per instansi bagi pesantren yang telah terdaftar resmi di Kementerian Agama. Bantuan ini dirancang sebagai pemantik sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama merenovasi fasilitas asrama, sehingga tercipta hunian santri yang lebih layak, sehat, aman, dan kondusif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.

17/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Tingkatkan Kelayakan Sarana Santri, BAZNAS dan Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 Miliar Lewat Program Pesantren Nyaman Belajar

Berita Nasional 

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan senilai Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Penyaluran bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan serta hunian bagi para santri yang tersebar di 700 pesantren di seluruh Indonesia.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menjelaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Program ini dirancang guna memastikannya dana zakat dapat memberikan kemanfaatan yang nyata dan berkesinambungan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang layak bagi para santri.

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Rabu (16/9/2026).

Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., turut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi strategis ini. Ia menekankan bahwa program PNB tidak hanya sekadar pembenahan fisik, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun iklim pesantren yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang santri.

“Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman,” kata Menag Nasaruddin.

Menag Nasaruddin menambahkan bahwa tingginya kebutuhan pengembangan fasilitas pesantren di berbagai daerah memerlukan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak—mulai dari pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), ormas Islam, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga para muzaki dan masyarakat umum. Ia menaruh harapan besar agar program ini terdistribusi secara transparan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan melalui integrasi data pesantren milik Kementerian Agama.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan tekad BAZNAS dalam menghadirkan ruang belajar dan tempat tinggal yang aman bagi para santri. Ia memaparkan bahwa penyaluran bantuan difokuskan pada pesantren yang paling membutuhkan dukungan sarana dasar.

Idy menjelaskan, prioritas program ini ditujukan bagi pesantren yang membina minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) maupun daerah rawan bencana. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses belajar mengajar para santri di seluruh penjuru negeri dapat berjalan lebih optimal.

17/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
Sinergi Dindikbud, Kemenag dan BAZNAS Demak Sukses Gelar MAPSI SMP ke-14 untuk Penguatan Karakter Islami

DEMAK — (16/09/2026) Bertempat di SMPN 1 Karangtengah Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak sukses menggelar ajang Pekan Keterampilan dan Seni Islam (MAPSI) jenjang SMP. Ajang tahunan yang berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini diselenggarakan sebagai wadah evaluasi pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta pembentukan karakter dan ketakwaan siswa. Tak hanya menjadi ruang inkubasi inovasi dan kreativitas, ajang ini juga memupuk nilai sportivitas serta semangat kebersamaan antarsiswa sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung semarak ini diikuti oleh 809 peserta dari SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Demak. Suksesnya gelaran ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara Dindikbud, Kementerian Agama (Kemenag), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Kepala Dindikbud Kabupaten Demak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. "Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran dinas, Kementerian Agama, BAZNAS, para guru pendamping, serta instansi terkait yang telah berkolaborasi aktif demi suksesnya penyelenggaraan MAPSI tahun ini," ungkapnya.

Bupati Demak turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Dindikbud Demak, Kemenag, BAZNAS, koordinator wilayah (korwil), hingga para guru pendamping yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dalam membimbing para peserta. Bupati menilai kualitas persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.

"Kegiatan MAPSI ini memiliki arti yang sangat penting sebagai ajang mengukur prestasi akademik maupun non-akademik, sekaligus membina akhlak mulia para peserta didik. Kami berharap para peserta yang tampil hari ini dapat terus dibina untuk menjadi calon-calon kontingen MTQ Kabupaten Demak di masa depan," ujar Bupati Demak.

Bupati juga menekankan bahwa penanaman nilai-nilai seni dan keterampilan Islam ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Demak dalam mewujudkan daerah yang semakin maju, bermartabat, cerdas, serta berkarakter islami. Sinergitas tiga pilar — Dindikbud, Kemenag, dan BAZNAS — menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal generasi penerus bangsa.

"Menjadi juara tentu sebuah kebanggaan, namun yang paling utama adalah terbangunnya rasa percaya diri, kejujuran, dan sportivitas. Jadikan ajang ini sebagai bagian dari proses belajar dan pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri. Mari kita bersama-sama mendorong generasi muda Demak agar terus mengukir prestasi," lanjut Bupati Demak.

Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan dari seluruh dunia pendidikan. Pemkab Demak akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan sokongan sinergis dari lembaga negeri, swasta, Kemenag, hingga BAZNAS. Kebersamaan ini diharapkan dapat mewujudkan generasi muda Demak yang cerdas secara intelektual, memiliki kedalaman iman, serta berakhlaqul karimah.

16/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan 26 Paket Ternak Ayam Petelur Mandiri Tahap II untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Ummat

DEMAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui program pendayagunaan zakat secara produktif. Pada Selasa (15/9/2026), BAZNAS Kabupaten Demak merampungkan penyaluran bantuan Tahap II berupa 26 paket Ternak Mandiri Ayam Petelur kepada para penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kabupaten Demak. Penyaluran ini melengkapi tahap sebelumnya, di mana sebanyak 74 paket bantuan serupa telah diserahkan secara simbolis dalam acara sosialisasi dan pendistribusian Tahap I.

Program Ternak Mandiri Ayam Petelur ini diusung sebagai strategi BAZNAS Kabupaten Demak dalam memadukan penguatan ekonomi produktif dengan intervensi pencegahan stunting di tingkat keluarga. Selain memberikan sumber pendapatan harian bagi peternak, keberadaan ayam petelur produktif di lingkungan rumah tangga diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan bergizi seimbang, khususnya asupan protein hewani harian untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H.Bambang Soesetiarto,S.I.P, menekankan bahwa program ini tidak sekadar memberikan modal usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis daerah dalam mengatasi risiko stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. "Melalui program ayam petelur mandiri ini, kami ingin membangun dua fondasi sekaligus: penguatan ekonomi produktif keluarga dan ketahanan pangan berbasis pemenuhan gizi harian. Kami berharap para penerima manfaat dapat mengelola bantuan ini secara konsisten, sehingga hasilnya tidak hanya menopang kebutuhan ekonomi harian tetapi juga memastikan gizi keluarga terpenuhi agar anak-anak terbebas dari risiko stunting," ujarnya.

Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari salah satu penerima manfaat program, Heru Santoso, saat menerima paket ternak mandiri tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Demak dan para donatur yang telah mengamanahkan zakatnya.

"Saya Heru Santoso, mengucapkan terima kasih banyak untuk para muzakki BAZNAS Kabupaten Demak atas bantuannya berupa satu paket ternak mandiri ayam petelur. Semoga kedepannya menjadi berkah, barokah, dan bermanfaat, khususnya bagi penerima bantuan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Demak. Dari zakat, terbitlah kemandirian umat," ujar Heru.

Ia juga menunjukkan kondisi ternak ayam petelur di kandangnya yang sudah mulai berproduksi. "Dari 16 ayam petelur Sudah bertelur 5-10 telur dalam sehari. Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi," tambah Heru dengan penuh optimisme.

Program pemberdayaan ini menjadi bukti nyata manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dan akuntabel oleh BAZNAS Kabupaten Demak demi mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ummat secara berkelanjutan.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Demak.

Bersama BAZNAS, zakat yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah dan produktif untuk memberdayakan ekonomi ummat serta menghadirkan kemandirian bagi sesama. Tunaikan zakat Anda sekarang dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan ini

15/09/2026 | Kontributor: humas-baznas demak

Berita Terbaru

BAZNAS RI Salurkan 186 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah
BAZNAS RI Salurkan 186 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan sebanyak 186.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan respons cepat atas krisis kebutuhan dasar yang dialami warga pascabencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi darurat bencana. “Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih kerap terputus, padahal air merupakan kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Menurutnya, air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian masyarakat terdampak. “BAZNAS memandang pemenuhan air bersih sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat. Karena itu, intervensi ini kami lakukan secepat mungkin sesuai kebutuhan di lapangan,” imbuhnya. Selain distribusi air bersih, BAZNAS RI juga melakukan pipanisasi di Dusun 3 Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinang Sore, sebagai langkah pemulihan akses air bersih yang lebih berkelanjutan bagi warga. Tak hanya itu, perbaikan sumur bor dan mesin air turut dilakukan di tiga kecamatan di wilayah Tapanuli Tengah guna mengoptimalkan kembali sumber air yang sebelumnya rusak akibat bencana. Saidah berharap, perbaikan sarana air bersih ini dapat dimanfaatkan tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Ia menegaskan, seluruh bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzaki yang dikelola BAZNAS RI dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan. “BAZNAS akan terus memantau kebutuhan lanjutan warga di wilayah terdampak sebagai bentuk komitmen mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” tuturnya. “BAZNAS ada untuk Sumatra. Melalui dukungan para muzaki serta sinergi dengan berbagai pihak, kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih hingga proses pemulihan pascabencana,” pungkas Saidah.
BERITA14/01/2026 | humas-baznas demak
Gandeng MUI dan Kemenag, Kabag Kesra Setda BAZNAS Demak Bahas Ketentuan Zakat Profesi Terbaru 2026
Gandeng MUI dan Kemenag, Kabag Kesra Setda BAZNAS Demak Bahas Ketentuan Zakat Profesi Terbaru 2026
DEMAK (14/01/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategi guna membahas penetapan nishab zakat pendapatan dan jasa untuk tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di Renz Café Demak pada Rabu (14/01/2026) ini melibatkan lintas sektoral, mulai dari MUI, Kementerian Agama, hingga Bagian Kesra Setda Demak Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, SIP, menegaskan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk memberikan kepastian hukum dan syariat bagi para muzakki (pembayar zakat) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak dan masyarakat umum. Pedoman Syariah dan Regulasi Terbaru Dalam pembahasan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Demak, H. Muchlas Ar, S.Ag, MH, menjelaskan bahwa perhitungan nishab zakat pendapatan tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Agama (PMA) dan Fatwa MUI. “Penetapan emas sebagai landasan nishab memiliki dasar hukum syariah yang kuat. Zakat pendapatan dan jasa ini merupakan hasil ijtihad para ulama berdasarkan kajian fiqh kontemporer,” ujar Muchlas. Senata dengan hal tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.Si, menambahkan bahwa operasional operasional saat ini mengacu pada Surat Keputusan BAZNAS RI Nomor 13 Tahun 2025. SK tersebut menjadi landasan utama dalam menentukan batas penghasilan minimal yang wajib dikenakan zakat. Dukungan Pemerintah Daerah dan Teknis Pemotongan Pemerintah Kabupaten Demak melalui perwakilan Bagian Kesra, Sunu Dwi Sudarso, S.Sos, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kebijakan ini. Pemkab berkomitmen menyelaraskan aturan internal agar sejalan dengan keputusan resmi nishab zakat tahun 2026. Terkait teknis di lapangan, Seksi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf (Penzawa) Kemenag Demak memberikan klarifikasi penting mengenai status pemotongan pendapatan. “Jika pemotongan gaji dilakukan pada penghasilan yang belum mencapai nishab, maka tidak diklasifikasikan sebagai zakat, melainkan masuk dalam kategori infaq, sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaku,” ungkap perwakilan Kemenag, H. Masrokan. Kesepakatan dan Langkah Selanjutnya Ketua MUI Kabupaten Demak, Drs. KH. A. Ghozali Ihsan, MSI, tekanan pentingnya legalitas formal dalam setiap penetapan zakat. Menurutnya, seluruh besaran nishab harus dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) yang jelas sebagai payung hukum. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, disepakati beberapa poin utama: Besaran Zakat: Seluruh penghasilan (gaji dan tunjangan lainnya) dikenakan zakat sebesar 2,5% sesuai dengan akad muzakki. Masa Transisi: Sambil menunggu terbitnya SK Nishab Zakat Pendapatan & Jasa BAZNAS RI Tahun 2026, Kabupaten Demak tetap menggunakan acuan SK Nomor 13 Tahun 2025 dengan emas kadar 12 Karat. Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di Kabupaten Demak, sehingga penyalurannya dapat lebih optimal bagi kesejahteraan umat. Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda Melalui BAZNAS Demak Mari bersihkan harta dan bantu sesama dengan menunaikan zakat pendapatan Anda secara tepat dan amanah. BAZNAS Kabupaten Demak hadir sebagai lembaga resmi yang siap mengelola dana ZIS Anda untuk kemaslahatan umat di wilayah Demak. Layanan Jemput Zakat/Konsultasi: Hubungi Kantor BAZNAS Kabupaten Demak. Pembayaran melalui Transfer: kabdemak.baznas.go.id/rekening Konfirmasi Zakat Infak Sedekah: kabdemak.baznas.go.id/kontak-baznas
BERITA14/01/2026 | humas-baznas demak
Rakor Evaluasi PPG PAI UIN Walisongo Perkuat Sinergi Dinas Pendidikan Kemenag dan BAZNAS Cetak Guru Profesional Berakhlak
Rakor Evaluasi PPG PAI UIN Walisongo Perkuat Sinergi Dinas Pendidikan Kemenag dan BAZNAS Cetak Guru Profesional Berakhlak
Rakor Evaluasi PPG PAI, UIN Walisongo–Dinas–BAZNAS Demak Perkuat Sinergi Cetak Guru Profesional Berakhlak Yogyakarta (12/01/2026) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang mengadakan rapat koordinasi (rakor) evaluasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama Dinas Pendidikan dan BAZNAS Kabupaten Demak serta BAZNAS Kabupaten Kudus dan Peserta Penerima Manfaat Pendidikan Profesi Guru di Hotel Abadi Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategi untuk memperoleh umpan balik (feedback) atas pelaksanaan PPG sekaligus memperkuat kerja sama lintas lembaga. Program PPG PAI yang dilaksanakan di FTIK UIN Walisongo ini diikuti oleh 205 peserta, terdiri atas 99 guru dari Kota Semarang, 41 guru dari Kabupaten Demak, dan 65 guru dari Kabupaten Kudus. Seluruh peserta dinyatakan lulus, dengan tingkat penghargaan mencapai 99 persen. Pembiayaan bagi guru PAI dari Demak dan Kudus didukung oleh BAZNAS sebagai wujud peran zakat dalam penguatan sektor pendidikan. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan bahwa esensi PPG tidak berhenti pada perolehan sertifikat, melainkan pada pembentukan karakter pendidik. Menurutnya, anak-anak sangat mudah terpengaruh, baik oleh hal positif maupun negatif, terutama melalui media sosial. Oleh karena itu, guru harus hadir sebagai figur teladan. “Yang terpenting adalah akhlak. Pendidikan profesi guru bukan hanya soal legalitas mengajar, tetapi bagaimana guru mampu mendidik akhlak peserta didik. Saat anak memasuki usia remaja, pembinaan karakter menjadi semakin sulit jika tidak ditanamkan sejak dini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kesuksesan seseorang lebih ditentukan oleh sikap dan karakter. “Sekitar 70 persen ditentukan oleh sikap, dan 30 persen oleh pengetahuan serta keterampilan,” ujarnya. Pemerintah Kota Semarang selanjutnya berkomitmen untuk terus menginventarisasi guru PAI dan memastikan seluruhnya tersertifikasi. Pada tahun 2026, sebanyak 156 guru telah disiapkan untuk kembali dikirim mengikuti PPG di UIN Walisongo. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, SIP, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. “Di kabupaten, APBD bisa diibaratkan sebagai tangan kanan, sementara BAZNAS sebagai tangan kiri. Keduanya harus bergerak bersama,” ujarnya. Ia juga menyampaikan adanya himbauan Bupati Demak kepada seluruh masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Demak agar manfaatnya kembali kepada umat, termasuk untuk pembiayaan guru pendidikan. Sementara itu, Kasi PAI Kementerian Agama Kabupaten Demak menekankan bahwa PPG merupakan bagian dari transformasi guru. “Yang penting adalah kehadiran, kesungguhan mengikuti proses, serta komitmen menjalankan tugas. Pembinaan guru bersertifikat harus menjadi program berkelanjutan dari pusat, dan kami mohon kerja sama UIN melalui tridarma perguruan tinggi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Demak atas dukungan yang diberikan. Dari total 234 guru PAI, saat ini sekitar 60 guru masih menempuh PPG pada angkatan keempat. Ke depan, BAZNAS diharapkan tidak hanya mendukung PPG, tetapi juga berbagai pelatihan peningkatan kompetensi guru. Pihak FTIK UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja yang sama, termasuk dalam peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur'an (BTQ). Meski PPG bertransformasi memiliki tantangan berupa waktu pelaksanaan yang singkat dan terbatasnya jam tatap muka, FTIK menyatakan telah berupaya memberikan layanan akademik terbaik bagi mahasiswa PPG. Rakor evaluasi ini menegaskan bahwa keberhasilan PPG tidak hanya diukur dari angka kelulusan, tetapi dari lahirnya guru-guru PAI yang profesional, berkarakter, dan mampu menjadi teladan akhlak bagi generasi masa depan. Sinergi antara UIN Walisongo, pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta BAZNAS menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
BERITA12/01/2026 | humas-baznas demak
Audit KAP Tarmidzi Achmad bersama Baznas Demak melaksanakan audit di UPZ Kemenag Demak Targetkan Transparansi Pengelolaan Zakat yang Capai Rp 2,5 Miliar Tahun 2025
Audit KAP Tarmidzi Achmad bersama Baznas Demak melaksanakan audit di UPZ Kemenag Demak Targetkan Transparansi Pengelolaan Zakat yang Capai Rp 2,5 Miliar Tahun 2025
Demak (09/01/2026) – Kantor Akuntan Publik (KAP) Tarmidzi Achmad bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan audit terhadap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak. Audit ini menjadi bagian dari upaya penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp 2,5 miliar. Pelaksanaan audit tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mengenai Pengelolaan Zakat, serta Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah. Langkah ini juga selaras dengan komitmen Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dalam memperkuat regulasi dan kualitas audit pada lembaga pengelola zakat. Perwakilan BAZNAS Kabupaten Demak menyampaikan bahwa UPZ Kemenag Demak memiliki peran strategis dalam menghimpun zakat, khususnya dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemenag dan madrasah negeri. Capaian penghimpunan dana ZIS sebesar Rp 2,5 miliar pada tahun 2025 dinilai sebagai indikator tingginya kepercayaan para muzakki terhadap sistem pengelolaan zakat yang berjalan. Dalam proses audit, tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap mekanisme pengelolaan dana, mulai dari pencatatan dan pelaporan keuangan, penyaluran zakat kepada delapan asnaf mustahik sesuai ketentuan syariah, hingga penggunaan dana operasional. Seluruh tahapan tersebut disesuaikan dengan Fatwa MUI Nomor 8 Tahun 2020 yang mengatur batas maksimal penggunaan dana operasional, yakni 12,5 persen dari dana zakat dan 20 persen dari dana infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Melalui kegiatan audit ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di UPZ Kemenag Demak semakin meningkat. Selain itu, hasil audit juga diharapkan menjadi dasar evaluasi dan penyempurnaan sistem pengelolaan zakat ke depan, sehingga potensi penghimpunan ZIS dapat terus berkembang untuk mendukung program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
BERITA09/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Distribusikan 13 Ribu Paket Logistik untuk Korban Bencana di Wilayah Sumatra
BAZNAS Distribusikan 13 Ribu Paket Logistik untuk Korban Bencana di Wilayah Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Sejak 26 November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah menyalurkan sebanyak 13.000 paket logistik keluarga kepada masyarakat terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Rincian penyaluran bantuan tersebut meliputi 6.488 paket untuk penyintas bencana di Provinsi Aceh, 4.000 paket di Provinsi Sumatra Utara, serta 3.500 paket di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama masa tanggap darurat bencana. Pimpinan BAZNAS RI, Kiai Noor, menyampaikan bahwa distribusi paket logistik keluarga merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian BAZNAS dalam mendampingi para penyintas agar tetap memiliki ketahanan di tengah kondisi yang sulit. Ia menegaskan bahwa jumlah bantuan masih berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan kebutuhan para pengungsi di lapangan. Selain menyalurkan paket logistik keluarga, BAZNAS juga mengoperasikan berbagai layanan kemanusiaan lainnya, seperti dapur umum, layanan kesehatan, distribusi bantuan pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, hingga perlengkapan ibadah. Seluruh layanan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu BAZNAS dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS telah menyiapkan sejumlah program recovery untuk mendukung kebangkitan masyarakat pascabencana. Program pemulihan ini difokuskan pada aspek sosial, pendidikan, dan ekonomi agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Kiai Noor menegaskan bahwa pendampingan pascabencana menjadi bagian penting dari misi jangka menengah dan panjang BAZNAS. Menurutnya, BAZNAS tidak hanya hadir saat kondisi darurat, tetapi juga berupaya memastikan masyarakat terdampak dapat pulih dan kembali mandiri. Pada kesempatan tersebut, Kiai Noor turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kemanusiaan, relawan, serta para muzaki yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Hingga 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra telah menerima berbagai bentuk bantuan kemanusiaan dari BAZNAS sebagai bagian dari upaya bersama membantu masyarakat terdampak bencana.
BERITA06/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Salurkan 20 Ribu Paket Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Salurkan 20 Ribu Paket Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Aceh, 5 Januari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak pascabencana melalui program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS. Program ini diwujudkan dengan penyaluran bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa penyintas banjir di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk ikhtiar nyata BAZNAS agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan meskipun berada dalam keterbatasan akibat bencana. “BAZNAS berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Dampak ekonomi pascabencana tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar mereka,” ujar Kiai Noor saat kegiatan penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1/2026). Ia menjelaskan, secara total BAZNAS menyalurkan sebanyak 20.000 paket perlengkapan siswa yang terdiri atas tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada para siswa di wilayah Sumatra yang terdampak banjir. Selain mendukung sektor pendidikan, BAZNAS juga memberikan bantuan perlengkapan ibadah sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan keagamaan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang didistribusikan di 500 titik wilayah terdampak bencana. “Wilayah Sumatra masih menjadi perhatian kami karena sejumlah daerah masih merasakan dampak banjir dan longsor yang memengaruhi kehidupan sosial serta keberlangsungan pendidikan masyarakat,” tambah Kiai Noor. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS tidak hanya terbatas pada masa tanggap darurat, tetapi juga berlanjut hingga tahap pemulihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat kembali menjalani aktivitas belajar secara normal. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, membangkitkan semangat anak-anak untuk terus belajar, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” tuturnya. Dalam kegiatan pendistribusian tersebut turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI, antara lain Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, bersama pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat.
BERITA05/01/2026 | humas-baznas demak
Peringati Hari Amal Bhakti ke-80, BAZNAS Demak Salurkan Bantuan Pendidikan dan Insentif Guru Kemenag Demak
Peringati Hari Amal Bhakti ke-80, BAZNAS Demak Salurkan Bantuan Pendidikan dan Insentif Guru Kemenag Demak
Demak, Sabtu (3/1/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak menggelar kegiatan peringatan yang berlangsung khidmat di Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Momentum peringatan HAB ke-80 tersebut dimanfaatkan sebagai wujud penguatan sinergi dan kepedulian terhadap sektor pendidikan keagamaan. Pada kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Demak turut ambil bagian dengan menyalurkan berbagai program bantuan dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah. BAZNAS Kabupaten Demak menyalurkan Bantuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam Tahun 2025 kepada 41 penerima manfaat dengan total nilai bantuan sebesar Rp32.800.000. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru PAI dalam menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan keagamaan. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Demak juga menyalurkan insentif bagi Tenaga Pendidik Non ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak kepada 200 penerima manfaat, dengan total bantuan mencapai Rp200.000.000. Insentif tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para tenaga pendidik non ASN yang selama ini berperan penting dalam pelayanan pendidikan dan keagamaan kepada masyarakat. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap dapat memberikan semangat baru bagi para pendidik untuk terus mengabdi, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta memperkuat peran strategis guru dalam menciptakan umat yang rukun, moderat, dan berdaya saing. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pembangunan umat yang berkelanjutan. Tentang BAZNAS Kabupaten Demak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk kesejahteraan umat. Informasi Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Demak menyediakan berbagai kemudahan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara online dan transfer rekening resmi. Pembayaran Zakat Online kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Transfer melalui Rekening ZIS Resmi kabdemak.baznas.go.id/rekening Konfirmasi Pembayaran & Layanan Informasi Silakan melakukan konfirmasi melalui kontak layanan BAZNAS Kabupaten Demak untuk mendapatkan pendampingan dan informasi lebih lanjut.
BERITA03/01/2026 | humas-baznas demak
BAZNAS Kabupaten Demak Hadir dalam 20 Tahun Puspita Bahari, Perjuangan Perempuan Nelayan Pesisir
BAZNAS Kabupaten Demak Hadir dalam 20 Tahun Puspita Bahari, Perjuangan Perempuan Nelayan Pesisir
Demak, 25 Desember 2025 — Komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari menandai dua dekade perjalanan perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Demak. Berdiri sejak 25 Desember 2005, Puspita Bahari telah konsisten berada di garda terdepan dalam upaya memutus rantai kemiskinan dan kekerasan yang dialami perempuan pesisir, sekaligus menguatkan pemenuhan hak-hak dasar warga negara serta perlindungan bagi komunitas pesisir. Selama 20 tahun perjalanan gerakannya, Puspita Bahari kini menghimpun sekitar 150 anggota yang tersebar di sejumlah desa pesisir, yakni Desa Morodemak, Purworejo, Margolinduk, dan Timbulsloko. Melalui penguatan kelompok, pemberdayaan ekonomi perempuan, pendampingan kasus, hingga advokasi kebijakan, Puspita Bahari telah memberikan dampak nyata bagi lebih dari 2.000 orang. Di tengah krisis iklim yang kian dirasakan masyarakat pesisir, organisasi ini juga memainkan peran strategis dalam membangun solidaritas perempuan untuk menghadapi dampak banjir rob dan perubahan iklim lainnya. Sebagai bagian dari peringatan 20 tahun berdirinya, Puspita Bahari dengan dukungan GENERATE Project dari University of Leeds menyelenggarakan program bertajuk “Air Pasang dan Masa Depan yang Menjejak: Perempuan Pesisir Memimpin Keadilan Iklim dan Gender di Demak, Jawa Tengah”. Program ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan inisiatif gerakan perempuan nelayan di tingkat akar rumput. Rangkaian kegiatan peringatan berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Morodemak dan Ketua Puspita Bahari, dilanjutkan pemutaran film dokumenter parade 16 perahu perempuan nelayan sebagai simbol perlawanan dan harapan. Pada kesempatan tersebut, Baznas Kabupaten Demak menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah panggung Mak Jah, perempuan nelayan asal Desa Bedono. Selain itu, Puspita Bahari juga menyalurkan bantuan tanaman pangan keluarga bagi kelompok perempuan nelayan terdampak banjir rob di Desa Morodemak, Purworejo, dan Timbulsloko. Dukungan lainnya datang dari Forum Demak Hijau dan Bank Sampah Induk melalui penyerahan bantuan peralatan bank sampah. Acara juga diwarnai penyampaian pesan dan kesan dari jaringan sedulur Puspita Bahari, pembacaan puisi, tasyakuran doa bersama, serta ditutup dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan manajemen pengelolaan sampah di wilayah pesisir. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama di Rumah Perjuangan Puspita Bahari, Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Dalam sambutannya, Ketua Puspita Bahari, Masnuah, menegaskan bahwa perjalanan dua dekade ini merupakan proses pendewasaan gerakan perempuan nelayan di pesisir Demak. Ia mengakui bahwa perjuangan yang ditempuh penuh tantangan dan hambatan. Namun, dengan konsistensi, kesetiaan pada nilai-nilai gerakan perempuan, serta upaya membangun resiliensi melalui saling menguatkan dan berbagi kebaikan, Puspita Bahari mampu bertahan dan terus berkembang. Masnuah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan jaringan yang selama ini setia membersamai perjuangan Puspita Bahari. Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Morodemak, Khoerul Anwar. Ia menilai Puspita Bahari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya di Desa Morodemak sebagai lokasi awal berdirinya komunitas tersebut. Pemerintah Desa Morodemak, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan Puspita Bahari, terutama yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan perempuan, serta bangga atas kontribusi positif Puspita Bahari yang menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya. Kegiatan peringatan 20 Tahun Puspita Bahari ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas nelayan, organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat, universitas, organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, hingga media. Dukungan lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam memperjuangkan keadilan gender dan keadilan iklim bagi perempuan nelayan dan masyarakat pesisir. Sebagai informasi, Puspita Bahari merupakan komunitas perempuan nelayan di Kabupaten Demak yang berfokus pada penguatan peran perempuan pesisir, perlindungan hak-hak perempuan nelayan, serta advokasi kebijakan yang adil gender dan responsif terhadap krisis iklim.
BERITA26/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Bersama UPZ Kemenag Salurkan Insentif untuk 200 Guru Non ASN Madrasah
BAZNAS Demak Bersama UPZ Kemenag Salurkan Insentif untuk 200 Guru Non ASN Madrasah
Demak, 23 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak bersinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Demak menyalurkan bantuan insentif kepada tenaga pendidik Non ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak dan diikuti oleh guru Non ASN dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Demak. Melalui program bertema Peduli Guru: Menggugah Kesadaran Berzakat untuk Berbagi dengan Sesama, BAZNAS Kabupaten Demak menyalurkan bantuan insentif senilai Rp1.000.000 kepada masing-masing penerima, dengan total penerima manfaat sebanyak 200 tenaga pendidik Non ASN Kementerian Agama Kabupaten Demak. Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap peran strategis guru dalam mencerdaskan generasi bangsa, sekaligus upaya mendukung kesejahteraan tenaga pendidik non aparatur sipil negara. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua UPZ Kementerian Agama Kabupaten Demak, H.Masrokan,S.Ag, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Demak. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi bukti nyata optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat langsung kepada para mustahik, khususnya tenaga pendidik. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., yang hadir bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Dr.H.Taufiqur Rahman,S.Ag,M.S.I, menyampaikan bahwa program insentif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi guru Non ASN serta memotivasi mereka untuk terus mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan Kementerian Agama dan masyarakat luas. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkuat kepedulian sosial melalui pendistribusian zakat yang tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik Non ASN, serta menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Demak berharap, melalui program ini, manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan dan mendorong terciptanya ekosistem zakat yang produktif dan inklusif. Sebagai informasi, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Demak dan UPZ Kementerian Agama Kabupaten Demak terus diperkuat dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung program-program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan di Kabupaten Demak. Masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban zakat atau menyalurkan infak dan sedekah dapat melakukannya secara mudah melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Demak di kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat, kabdemak.baznas.go.id/sedekah, serta informasi rekening pada kabdemak.baznas.go.id/rekening. Dengan berzakat melalui BAZNAS, dana yang dititipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk kemaslahatan umat.
BERITA23/12/2025 | humas-baznas demak
Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Fokuskan Penghimpunan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Sumatra
Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Fokuskan Penghimpunan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Sumatra
Jakarta, Rabu (17/12/2025) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk memusatkan upaya kemanusiaan di wilayah Sumatra menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian nasional terhadap para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang hingga kini masih memerlukan dukungan intensif, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian umat. Ia berharap kebijakan pemusatan bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus meringankan beban masyarakat terdampak bencana. “Ramadhan kami jadikan momentum untuk memusatkan kepedulian kepada Sumatra. Harapannya, perolehan BAZNAS tahun ini dapat dikonsentrasikan sepenuhnya untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak,” ujar Kiai Noor dalam Konferensi Pers Sambut Ramadhan, Pulihkan Sumatra di Jakarta. Sejak bencana terjadi, BAZNAS secara aktif melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menggelar rapat koordinasi nasional bersama seluruh BAZNAS daerah. Upaya tersebut dilanjutkan dengan pembukaan donasi khusus untuk Sumatra, penyaluran bantuan ke tiga provinsi terdampak, serta pengerahan personel teknis dan relawan guna memperkuat respons kemanusiaan. Dalam pemaparannya, Kiai Noor menjelaskan bahwa BAZNAS telah mengoperasikan 54 dapur umum dan mendistribusikan bantuan melalui 135 titik layanan logistik di wilayah terdampak. Dari dapur umum tersebut, puluhan ribu porsi makanan disalurkan setiap hari guna memenuhi kebutuhan pangan para penyintas. Selain bantuan pangan, BAZNAS juga menyalurkan paket logistik keluarga, layanan air bersih, serta pelayanan kesehatan melalui puluhan pos medis yang didukung tenaga dokter, perawat, apoteker, dan bidan. BAZNAS turut menyediakan dukungan sarana komunikasi untuk menjangkau daerah yang mengalami keterbatasan jaringan, sehingga koordinasi bantuan tetap berjalan optimal. Kiai Noor menambahkan bahwa tantangan terbesar justru akan muncul pada fase pemulihan pascatanggap darurat. Kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk hilangnya permukiman dan lahan pertanian, memerlukan perhatian serius serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, menyampaikan perkembangan penghimpunan dana bantuan. Hingga saat ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp28 miliar yang berasal dari BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, titipan Lembaga Amil Zakat (LAZ), donatur individu, komunitas, serta berbagai lembaga dan perusahaan. Kanal digital dan ritel menjadi penyumbang terbesar dalam proses penghimpunan tersebut. “Dari dana yang terhimpun, sebanyak Rp23,3 miliar telah disalurkan kepada para penyintas,” ungkap Rizaludin. Ia juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan semangat berbagi dalam menyambut Ramadhan demi mendukung pemulihan Sumatra. Bantuan tersebut diarahkan untuk pembersihan tempat ibadah, pembangunan hunian sementara, masjid darurat, penyediaan sanitasi air bersih, MCK, serta fasilitas penunjang lainnya agar para penyintas dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang. BAZNAS membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai kanal resmi, baik melalui rekening BAZNAS, platform digital, maupun laman baznas.go.id/sedekahbencana, sehingga setiap donasi dapat segera dimanfaatkan bagi para korban bencana. Konferensi pers ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, jajaran Pimpinan BAZNAS RI Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE, MEc, Saidah Sakwan, MA, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi I Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA18/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Salurkan Bantuan ZIS Desember untuk Rumah Layak Huni, Pendidikan, dan Usaha Mustahik
BAZNAS Demak Salurkan Bantuan ZIS Desember untuk Rumah Layak Huni, Pendidikan, dan Usaha Mustahik
Demak, 17 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunaikan amanah para muzaki dengan melaksanakan kegiatan penyaluran dan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) periode Bulan Desember 2025. Pada kesempatan ini, BAZNAS Demak menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp584.480.500 yang diperuntukkan bagi berbagai program pemberdayaan dan layanan sosial bagi mustahik. Penyaluran ZIS tersebut mencakup beragam asnaf dan program prioritas, antara lain bantuan biaya hidup, program Rumah Layak Huni BAZNAS, bantuan pendidikan dasar dan menengah, pengembangan usaha dan bantuan modal usaha, bantuan pendidikan tinggi dalam negeri, program pencegahan kesehatan, penyaluran kursi roda dan alat kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana tempat pendidikan, serta dukungan bagi tenaga pendidik non-ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Demak. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran ZIS ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Demak dalam mengelola dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. “Dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang kami salurkan hari ini adalah titipan umat yang harus dipertanggungjawabkan sebaik mungkin. Kami berupaya agar bantuan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para mustahik dan mendorong peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Demak Bidang SDM dan Administrasi Umum, Drs. H. Saerozi, M.Si., menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang profesional dalam mendukung optimalisasi program pendistribusian. “Keberhasilan penyaluran ZIS tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana, tetapi juga oleh tata kelola, administrasi, dan sumber daya manusia yang solid. Dengan manajemen yang baik, insyaallah manfaat ZIS dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Demak Bidang Pelaporan Keuangan, H. Suyono, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa aspek akuntabilitas dan transparansi menjadi prinsip utama dalam setiap proses pendistribusian. “Kami memastikan seluruh dana yang disalurkan telah melalui proses perencanaan, verifikasi, dan pelaporan yang sesuai dengan ketentuan. Transparansi ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus terjaga,” jelasnya. Kegiatan penyaluran ZIS Bulan Desember 2025 ini ditutup dengan penyampaian harapan dan doa agar seluruh bantuan yang disalurkan dapat membawa keberkahan, meringankan beban para penerima manfaat, serta menjadi sarana peningkatan kualitas hidup mustahik. BAZNAS Demak juga berharap sinergi dan kepercayaan masyarakat terus meningkat sehingga pengelolaan zakat ke depan dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi umat di Kabupaten Demak. Tentang BAZNAS Kabupaten Demak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak merupakan lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). BAZNAS Demak berkomitmen menjalankan pengelolaan ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
BERITA17/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Kota Tegal Gali Strategi Sukses Pemberdayaan Ekonomi Melalui Studi Tiru Z-Mart di Kabupaten Demak
BAZNAS Kota Tegal Gali Strategi Sukses Pemberdayaan Ekonomi Melalui Studi Tiru Z-Mart di Kabupaten Demak
DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Tegal pada Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini merupakan agenda studi tiru yang difokuskan pada keberhasilan Kabupaten Demak dalam mengelola Program Penguatan Ekonomi Mustahik Produktif melalui inisiasi Z-Mart. Rombongan BAZNAS Kota Tegal yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Tegal, KH. Harun Abdi Manaf, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua I Ibu Hernil Tedjo Oetami, S.H., serta jajaran pelaksana dan pendamping program, disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak di ruang pertemuan utama. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., yang kemudian diperdalam secara teknis oleh jajaran pimpinan lainnya. Transformasi Ekonomi Mustahik Dalam paparannya, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Demak, Drs. H. Saerozi, M.SI., menjelaskan sejarah panjang perkembangan Z-Mart di wilayahnya. Program ini berawal dari bantuan BAZNAS RI sebanyak 55 unit pada tahap pertama, yang kemudian berkembang pesat melalui 59 penerima dari permohonan umum hingga kini mencapai hampir 600 gerai Z-Mart di seluruh Kabupaten Demak. "Alhamdulillah, program ini terus tumbuh dan berkembang membantu akses modal toko serta warung UMKM. Potensi ekonomi umat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Meskipun tidak menutup mata ada sebagian yang 'gulung tikar', namun kami secara konsisten melakukan evaluasi dan monitoring berkala," ungkap H. Saerozi dalam sambutannya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa filosofi penyaluran zakat di Demak telah bergeser dari pola konsumtif ke arah produktif. Sesuai dengan Pedoman Dasar Pelaksanaan (PDP), BAZNAS Demak tidak hanya mengelola Z-Mart, tetapi juga mengembangkan variasi program seperti Z-Kantin dan Z-Miso. Kunci Sukses: Pendampingan dan Kolaborasi Strategi utama keberhasilan Demak terletak pada sistem manajemen dan pendampingan yang ketat. Sebelum menerima modal, para mustahik wajib mengikuti latihan dasar kelompok untuk menjadi pengelola yang handal, termasuk penguasaan dasar pelaporan. Menariknya, BAZNAS Demak melibatkan penerima beasiswa produktif untuk membantu empat pendamping utama dalam menjalankan tugas monitoring di wilayah masing-masing. "Para pendamping ini bekerja dengan prinsip bekerja sambil beribadah. Dari pengelolaan yang baik tersebut, alhamdulillah setiap bulan dapat terkumpul dana sekitar 10 hingga 14 juta rupiah yang dikelola kembali untuk keberlanjutan program," tambah H. Saerozi. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari dukungan struktural pemerintah daerah. Wakil Ketua 2, H. Sulaiman, S.Pd., menambahkan bahwa BAZNAS selalu melibatkan koordinasi intensif mulai dari tingkat Lurah, Camat, hingga Bupati dalam setiap penyaluran dan pelaksanaan di lapangan. Seluruh biaya sosialisasi pun sepenuhnya ditanggung oleh anggaran internal BAZNAS. Harapan Masa Depan Menanggapi paparan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Tegal, KH. Harun Abdi Manaf, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan BAZNAS Demak dalam berbagi ilmu. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mendalam antara pelaksana dari kedua belah pihak mengenai teknis pelaksanaan dan mitigasi hambatan di lapangan. Melalui studi tiru ini, BAZNAS Kota Tegal berharap dapat mengadopsi sistem pendampingan dan manajemen Z-Mart yang telah teruji di Demak untuk diterapkan di wilayah Kota Tegal, guna meningkatkan taraf hidup mustahik secara berkelanjutan. Tentang BAZNAS: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Melalui program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Mart, BAZNAS berkomitmen mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui penguatan sektor UMKM dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA17/12/2025 | humas-baznas demak
UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan FKKSS Sinergi Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Aceh dan Sumatera Utara
UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan FKKSS Sinergi Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Aceh dan Sumatera Utara
Demak (12/12/2025) – Unit Pengumpul Zakat Persatuan Guru Seluruh Indonesia (UPZ PGSI) Kabupaten Demak berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Demak, Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS), serta sekolah dan madrasah se-Kabupaten Demak, menyampaikan bantuan bagi siswa-siswi terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui penggalangan dana bersama, terkumpul total Rp23.706.500 hingga Rabu, 10 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Dana tersebut diwujudkan dalam 150 paket perlengkapan sekolah yang berisi perlengkapan sekolah dan perlengkapan mandi. Seluruh bantuan dikemas rapi dalam 11 bal (7 bal karung PGSI dan 4 bal karung dari SMA N 2 Demak) dan siap dikirim ke lokasi tujuan. Prosesi pelepasan bantuan yang disampaikan oleh Ketua PGSI Demak NG. Noor Salim, S.Pd.I.Gr., C.PLA., Ketua BAZNAS Kabupaten Demak H. Bambang Soesetiarto, SIP, perwakilan JNE Demak Kaherani Syahputra (Kepala Cabang) serta Ali Mastur (Sales Marketing), para relawan PGSI Demak, Relawan BTB Demak, guru, dan para siswa. Pengiriman bantuan difasilitasi oleh JNE yang memberikan dukungan penuh berupa jaminan biaya pengiriman. Sinergi antara UPZ PGSI, BAZNAS Demak, dan JNE memastikan seluruh dana yang dihimpun dapat dialokasikan sepenuhnya untuk pengadaan bantuan tanpa terpotong biaya logistik. Ketua PGSI Demak, NG. Noor Salim, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh elemen pendidikan di Demak. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru, siswa, dan orang tua yang telah berkontribusi. Bantuan ini menjadi bukti kepedulian kami terhadap saudara-saudara di Aceh dan Sumatera Utara yang sedang membutuhkan dukungan.” Senada dengan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, SIP, mengapresiasi inisiatif dan kebersamaan seluruh pihak. “BAZNAS Demak berkomitmen menjaga transparansi serta memastikan bantuan ini tersalurkan secara tepat dan memberikan manfaat optimal bagi para penerimanya.” Perwakilan JNE Demak, Kaherani Syahputra dan Ali Mastur, turut menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan wujud implementasi tagline JNE “Connecting Happiness”. "Semoga kolaborasi ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak penyuntas banjir. Kami akan memastikan keamanan paket melalui pelacakan resi sehingga posisi dan penerimanya dapat dipantau dengan jelas. Seluruh pengiriman dilakukan gratis tanpa biaya apa pun." Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban para pelajar dan keluarga di Aceh serta Sumatera Utara, sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan dan bangkit menata masa depan. --- Informasi Donasi Masyarakat yang ingin turut membantu penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat menyalurkan donasi melalui: BAZNAS Kabupaten Demak Kantor BAZNAS Demak Rekening resmi Donasi BRI Donasi Bencana 001601002118569 Konfirmasi Donasi Nomor WhatsApp +62 821-3446-6112
BERITA12/12/2025 | humas-baznas demak
SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Rp1 Juta ke BAZNAS Demak untuk Korban Bencana Sumatera
SMA Islam Miftahul Huda Gajah Salurkan Donasi Rp1 Juta ke BAZNAS Demak untuk Korban Bencana Sumatera
Demak (12/12/2025) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak menerima donasi sebesar Rp1.000.000 dari SMA Islam Miftahul Huda Kecamatan Gajah, Demak. Donasi ini ditujukan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan donasi dilakukan oleh perwakilan siswa dan guru SMA Islam Miftahul Huda kepada BAZNAS Kabupaten Demak di kantor BAZNAS setempat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar SMA Islam Miftahul Huda terhadap saudara-saudara yang terkena musibah. Perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas donasi yang diberikan oleh SMA Islam Miftahul Huda. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada yang membutuhkan melalui program-program bantuan BAZNAS yang ada di wilayah Sumatera. “Kami sangat berterima kasih kepada SMA Islam Miftahul Huda atas kepedulian dan donasi yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musikbah di Sumatera,” ujar Saudara Bayu sebagai Relawan BTB BAZNAS Kabupaten Demak. BAZNAS Kabupaten Demak mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Demak atau lembaga-lembaga resmi lainnya yang terpercaya.
BERITA12/12/2025 | humas-baznas demak
SMAN 2 Demak Salurkan Donasi Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Melalui BAZNAS Demak
SMAN 2 Demak Salurkan Donasi Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Melalui BAZNAS Demak
Demak, (12/11/2025) SMAN 2 Demak menunjukkan kepedulian sosialnya melalui aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran donasi tersebut dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak Donasi berasal dari para tenaga pendidik serta siswa-siswi SMAN 2 Demak, yang secara sukarela mengumpulkan berbagai kebutuhan pokok bagi para penyintas banjir. Bantuan yang diserahkan berupa paket pakaian layak pakai, makanan kering, biskuit, serta donasi uang tunai sebesar Rp 3.606.000. Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar SMAN 2 Demak terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Melalui program ini, sekolah berharap dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas pada diri para peserta didik. BAZNAS Demak mengapresiasi langkah SMAN 2 Demak yang turut berkontribusi dalam upaya kemanusiaan lintas daerah. Seluruh bantuan akan segera disalurkan kepada para korban banjir melalui jaringan resmi BAZNAS agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak. Aksi donasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja sama antara lembaga pendidikan dan lembaga zakat, serta menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Demak. Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi: BAZNAS Kabupaten Demak Alamat: Jl.Pemuda No.56 Bintoro Demak Telepon: 089525750763 / 083138153002 Email: [email protected]
BERITA11/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS Demak Selenggarakan LDK Program Z-Mart untuk Penguatan Ekonomi Mustahik Karangtengah
BAZNAS Demak Selenggarakan LDK Program Z-Mart untuk Penguatan Ekonomi Mustahik Karangtengah
DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis usaha produktif. Pada Kamis (11/12/2025), BAZNAS Demak menggelar kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi calon penerima manfaat program Z-Mart di Kecamatan Karangtengah. Pelatihan yang dipusatkan di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Demak ini memberikan pembekalan dasar mengenai keterampilan manajerial dan pengetahuan usaha bagi para peserta, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro khususnya pemilik warung kelontong. LDK menjadi tahapan awal yang wajib diikuti sebelum peserta memperoleh bantuan modal usaha dan pendampingan lanjutan dari BAZNAS. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa mentalitas kewirausahaan menjadi kunci keberhasilan program. "BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan modal, tetapi juga menanamkan semangat berusaha dan kemampuan mengelola bisnis agar para mustahik dapat berkembang," ujarnya. Ia berharap para penerima manfaat ke depan dapat meningkat levelnya hingga menjadi muzakki atau pemberi zakat. Wakil Ketua IV BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.SI., turut menyampaikan bahwa program Z-Mart dirancang untuk memperkuat posisi warung tradisional agar tetap kompetitif di tengah persaingan ritel modern. "Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali strategi pemasaran dan pengelolaan usaha yang tepat untuk meningkatkan daya saing," jelasnya. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan, H. Suyono, S.Pd., yang menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib sebagai fondasi keberlanjutan usaha. Di sesi berikutnya, para Amil Pelaksana BAZNAS Demak memberikan paparan teknis terkait manajemen Z-Mart, teknik pemasaran, serta format pelaporan keuangan sederhana yang mudah diterapkan. Program Z-Mart merupakan inisiatif nasional BAZNAS yang bertujuan memperkuat usaha ritel mikro umat. Program ini telah memberikan dampak nyata bagi ribuan mustahik di berbagai daerah melalui dukungan modal, pelatihan, serta pendampingan intensif. Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Demak BAZNAS Kabupaten Demak menyediakan layanan digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS): Bayar Zakat Online: kabdemak.baznas.go.id/bayarzakat Informasi Rekening Resmi: kabdemak.baznas.go.id/rekening Setelah melakukan transaksi, masyarakat diimbau untuk melakukan konfirmasi melalui WhatsApp layanan penghimpunan guna penerbitan bukti setor zakat.
BERITA11/12/2025 | humas-baznas demak
SMP Plus Latansa Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Melalui BAZNAS Demak
SMP Plus Latansa Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Melalui BAZNAS Demak
Demak (10/12/2025) – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi dan pendidik SMP Plus Latansa Demak dengan menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1.500.000 untuk membantu korban bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak sebagai lembaga resmi penyalur zakat, infak, dan sedekah. Penyerahan donasi dilakukan di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana internal yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMP Plus Latansa. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H.Bambang Soesetiarto, S.I.P, menyampaikan apresiasi atas partisipasi keluarga besar SMP Plus Latansa. “Kami berterima kasih atas amanah donasi sebesar Rp1.500.000 ini. Kepedulian para siswa dan pendidik Latansa menjadi wujud nyata solidaritas dalam membantu para penyintas banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Insyaallah bantuan ini kami salurkan tepat sasaran,” ujarnya. Perwakilan SMP Plus Latansa, menuturkan bahwa aksi ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para siswa. “Kami ingin membentuk kepedulian sejak dini. Melalui BAZNAS Demak, kami percaya donasi ini dapat disampaikan secara amanah kepada warga terdampak bencana,” ucapnya. Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, kerugian materiel, serta mengganggu aktivitas warga. Bantuan masyarakat, termasuk dari lembaga pendidikan, menjadi dukungan penting bagi proses pemulihan kondisi di lapangan. BAZNAS Demak menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh donasi tersalurkan sesuai kebutuhan dan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan. “Kami membuka ruang kolaborasi bagi sekolah, lembaga, dan masyarakat luas untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambah Ketua BAZNAS. Informasi Donasi Bencana Banjir Sumatera Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat menyalurkan donasi melalui: BAZNAS Kabupaten Demak Rekening BRI Donasi Bencana: 001601002118569 Konfirmasi Donasi – Layanan Penghimpunan: wa.me/62 821-3446-6112 Atau dapat berkunjung langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Demak: Jl. Pemuda No. 56, Bintoro, Kabupaten Demak
BERITA10/12/2025 | humas-baznas demak
Humas BAZNAS RI Tinjau UMKM Z-Mart Binaan di Demak, Pendapatan Penerima Manfaat Meningkat
Humas BAZNAS RI Tinjau UMKM Z-Mart Binaan di Demak, Pendapatan Penerima Manfaat Meningkat
Demak, (10/12/2025) — Di sela agenda kunjungan dan pelaksanaan Diklat Z-PR Optimasi Kehumasan dan Kantor Digital, Tim Humas BAZNAS RI menyempatkan diri meninjau langsung salah satu UMKM Z-Mart binaan BAZNAS Kabupaten Demak. Dua perwakilan tim, Mas'ud, S.Ag., M.I.Kom., dan Achmad Fathony, mengunjungi warung milik Ibu Wahyu yang berlokasi di Kelurahan Singorejo, Kecamatan Demak. Ibu Wahyu tercatat sebagai penerima manfaat program Z-Mart sejak 2024. Usaha Meningkat, Pendapatan Bertambah Dalam kunjungan tersebut, Ibu Wahyu mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan permodalan yang diberikan BAZNAS Demak. “Alhamdulillah, setelah mendapatkan tambahan modal, stok dagangan bertambah, pendapatan juga ikut meningkat, sehingga keuangan usaha dapat berputar dan berkembang,” tuturnya. Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci agar warungnya mampu bersaing dengan usaha sejenis di lingkungan sekitar. Program Berkelanjutan dengan Sistem Kotak Infak Mas'ud mengapresiasi perkembangan usaha Ibu Wahyu yang dinilai menunjukkan kemajuan positif. Ia juga menjelaskan mekanisme keberlanjutan program Z-Mart melalui penempatan kotak infak di setiap warung binaan. “Alhamdulillah, BAZNAS Demak menitipkan kotak infak di setiap warung penerima manfaat Z-Mart,” jelasnya. Dana yang terkumpul dari kotak infak tersebut nantinya didayagunakan kembali untuk mendukung penerima manfaat Z-Mart lainnya. Program Z-Mart sendiri menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada para muzakki atas pengelolaan zakat yang disalurkan, sekaligus upaya mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi mustahik. Ajak Masyarakat Salurkan Zakat BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang produktif dan berkelanjutan. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Demak akan membantu lebih banyak mustahik tumbuh menjadi muzakki yang berdaya dan mandiri
BERITA10/12/2025 | humas-baznas demak
BAZNAS RI Gelar Diklat Public Relation (Z-PR) untuk Penguatan Kehumasan di BAZNAS Kabupaten Demak
BAZNAS RI Gelar Diklat Public Relation (Z-PR) untuk Penguatan Kehumasan di BAZNAS Kabupaten Demak
Demak (09/12/2025) – Tim Humas BAZNAS RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor BAZNAS Kabupaten Demak dalam rangka memberikan materi Diklat Public Relation (Z-PR). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor BAZNAS Demak ini diikuti oleh seluruh pimpinan, amil-amilat, serta penerima Beasiswa Produktif BAZNAS Demak. Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P, dalam sambutan pembukaan menyampaikan pentingnya fungsi kehumasan dalam memperkuat citra lembaga dan membangun kedekatan dengan masyarakat. “Kehumasan bukan hanya urusan menyampaikan informasi, tetapi memastikan pesan yang kita bawa mampu dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari tingkat desa hingga instansi kedinasan, humas adalah jembatan komunikasi yang menjaga agar amanah zakat dapat tersampaikan dengan jelas dan transparan,” ujar Bambang. Materi dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Demak, Drs. H. Saerozi, M.Si, yang membawahi Bidang SDM dan Umum, termasuk kehumasan. Ia menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola dan kelembagaan BAZNAS. “Prinsip dasar kehumasan adalah kejelasan, keterbukaan, dan kebermanfaatan. Karena itu, manajemen humas harus berjalan profesional, terencana, serta memanfaatkan kanal digital untuk komunikasi dan edukasi zakat, infak, dan sedekah. Dunia digital ini adalah ruang dakwah kita,” jelas Saerozi. Setelah itu, peserta menerima pemaparan dari Sekretaris BAZNAS RI, Achmad Fathony, dan dilanjutkan oleh Mas'ud, S.Ag., M.I.Kom, Senior Humas BAZNAS RI sebagai narasumber utama. Dalam sesi utama, peserta mendapatkan pendalaman materi mulai dari: Manajemen redaksi dan simulasi interaksi kantor digital Pengenalan CCM (Crisis Communication Management) Praktik pembuatan konten Z-Magazine sebagai bagian dari laporan kegiatan digital BAZNAS Suasana diklat berjalan interaktif, terutama saat peserta diajak melakukan praktik langsung pengelolaan konten publikasi. Salah satu peserta, Ayu Sofani, penerima Beasiswa Produktif BAZNAS Demak, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat yang ia peroleh dari pelatihan tersebut. “Diklat ini membuka wawasan saya tentang kaidah jurnalistik yang baik. Saya juga baru tahu bahwa sekarang redaksi berita bisa dibantu teknologi AI, sehingga proses penulisan dan penyajian informasi menjadi lebih mudah,” ujar Ayu. Kegiatan ditutup oleh Wakil Ketua III BAZNAS Demak, H. Suyono, M.Si, yang menegaskan bahwa peningkatan kapasitas humas merupakan kebutuhan penting untuk memperkuat kepercayaan publik. “Ilmu yang didapat dalam diklat ini harus diterapkan dalam pelaporan dan komunikasi kita kepada masyarakat. Semakin baik kita menyampaikan informasi, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik terhadap BAZNAS. Ini adalah kunci agar layanan zakat semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya,” ungkap Suyono. Dengan terselenggaranya diklat ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap seluruh amil, pimpinan, dan penerima beasiswa mampu menjadi corong informasi yang baik, serta mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana edukasi zakat kepada masyarakat.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak Alamat : Jl. Pemuda No. 56 Bintoro Kabupaten Demak Layanan Informasi : +62 895-2575-0763 Email : [email protected] Instagram : @baznas_kabdemak Website : kabdemak.baznas.go.id
BERITA09/12/2025 | humas-baznas demak
Taufiq Hidayat, Komandan BTB BAZNAS Terapkan Pengalaman Global untuk Tangani Bencana di Sumatera Utara
Taufiq Hidayat, Komandan BTB BAZNAS Terapkan Pengalaman Global untuk Tangani Bencana di Sumatera Utara
Ketika banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera Utara, Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat, hadir membawa rekam jejak pengalaman kemanusiaan berskala global. Sebelumnya, Taufiq terjun langsung dalam berbagai operasi besar seperti penanganan gempa Myanmar, krisis Rohingya, respons gempa Turki–Suriah, hingga penyaluran bantuan untuk Palestina melalui Mesir. “Setiap bencana memiliki karakteristik berbeda, namun prinsip dasar kemanusiaan tetap sama: respon yang tepat, cepat, dan penuh empati,” ujarnya saat ditemui di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12/2025), di tengah pengawasan pendistribusian ratusan porsi makanan siap saji untuk para penyintas. Perjalanannya di dunia kemanusiaan dimulai dari penugasan strategis tingkat nasional, termasuk penanganan pemulasaraan jenazah COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengalaman tersebut memperkuat ketangkasannya dalam menghadapi kondisi ekstrem. Ia kemudian terlibat dalam berbagai operasi internasional, mulai dari pengelolaan logistik di kamp pengungsi Rohingya, hingga mendampingi proses pencarian, penyelamatan, dan rehabilitasi di area terdampak gempa Turki. Kini, Taufiq menerapkan seluruh pengetahuan itu di Sumatera Utara. Bersama tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P., dan personel lokal, ia menempuh perjalanan dua hari dari Bandara Silangit menuju wilayah terdampak yang terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang rusak. “Dalam respon bencana, yang utama adalah assessment cepat dan adaptif. Setelah kami tiba, hal pertama yang dipetakan adalah kebutuhan mendesak: makanan, air bersih, dan komunikasi,” jelasnya. Berdasarkan identifikasi lapangan tersebut, BAZNAS segera mendirikan sejumlah dapur umum. Di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, dapur umum PTPN 5 Simarpinggan mampu menghasilkan hingga 1.950 bungkus makanan per hari bagi sekitar 630 jiwa. Sementara itu, dapur umum di Masjid An-Nursina, Tapanuli Tengah, menyiapkan 600 bungkus makanan setiap proses produksi. Seluruh operasi dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas mulai dari belanja logistik di Pasar Sibolga, proses memasak, hingga pendistribusian ke titik-titik pengungsian. Tantangan lain yang cukup signifikan adalah terputusnya jaringan komunikasi. Berbekal pengalamannya di berbagai zona krisis internasional, Taufiq segera menghadirkan solusi dengan mendatangkan perangkat internet satelit Starlink dari Jakarta. “Konektivitas adalah kunci koordinasi. Seperti halnya di Turki maupun kamp pengungsian, teknologi berbasis satelit menjadi pilihan saat infrastruktur darat lumpuh,” terangnya. Ia juga memastikan ketersediaan bahan bakar bagi genset, meski harus menghadapi antrean panjang di SPBU. Kecakapan Taufiq dalam memimpin tidak hanya terbentuk dari pengalaman lapangan global, tetapi juga pembinaan karakter di dalam negeri. Ia merupakan salah satu dari 500 ‘zakat warrior’ BAZNAS yang mengikuti Diklat Bela Negara di Rindam Jaya, Jakarta—program yang mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan pesantren dengan prinsip ketangguhan ala militer. “Diklat itu membentuk kami sebagai amil yang tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan perubahan sosial,” ungkap Taufiq, yang mencerminkan karakter amil dengan ketangguhan fisik sekaligus keteduhan akhlak. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya membangun amil yang memiliki daya juang tinggi. Sosok Taufiq menjadi salah satu contoh nyata penerapan visi tersebut. Kombinasi pelatihan karakter dan pengalaman internasional menjadikannya pemimpin lapangan yang sigap, fokus, dan berintegritas di tengah situasi genting. Tugas kemanusiaannya di Sumatera Utara menjadi babak baru dalam perjalanan panjang seorang “prajurit filantropi”. Taufiq menunjukkan bahwa pengalaman dari berbagai krisis global dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat Indonesia. Dari garis depan kemanusiaan dunia hingga pelosok Tapanuli, Taufiq bersama para ‘zakat warrior’ BAZNAS terus menorehkan kiprah kemanusiaan: menghadirkan pertolongan dengan semangat patriotisme dan kepedulian tanpa batas.
BERITA08/12/2025 | humas-baznas demak
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →