Taufiq Hidayat, Komandan BTB BAZNAS Terapkan Pengalaman Global untuk Tangani Bencana di Sumatera Utara
08/12/2025 | Penulis: humas-baznas demak
Kebencaan Banjir Sumatera
Ketika banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera Utara, Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat, hadir membawa rekam jejak pengalaman kemanusiaan berskala global. Sebelumnya, Taufiq terjun langsung dalam berbagai operasi besar seperti penanganan gempa Myanmar, krisis Rohingya, respons gempa Turki–Suriah, hingga penyaluran bantuan untuk Palestina melalui Mesir.
“Setiap bencana memiliki karakteristik berbeda, namun prinsip dasar kemanusiaan tetap sama: respon yang tepat, cepat, dan penuh empati,” ujarnya saat ditemui di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12/2025), di tengah pengawasan pendistribusian ratusan porsi makanan siap saji untuk para penyintas.
Perjalanannya di dunia kemanusiaan dimulai dari penugasan strategis tingkat nasional, termasuk penanganan pemulasaraan jenazah COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengalaman tersebut memperkuat ketangkasannya dalam menghadapi kondisi ekstrem. Ia kemudian terlibat dalam berbagai operasi internasional, mulai dari pengelolaan logistik di kamp pengungsi Rohingya, hingga mendampingi proses pencarian, penyelamatan, dan rehabilitasi di area terdampak gempa Turki.
Kini, Taufiq menerapkan seluruh pengetahuan itu di Sumatera Utara. Bersama tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P., dan personel lokal, ia menempuh perjalanan dua hari dari Bandara Silangit menuju wilayah terdampak yang terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang rusak.
“Dalam respon bencana, yang utama adalah assessment cepat dan adaptif. Setelah kami tiba, hal pertama yang dipetakan adalah kebutuhan mendesak: makanan, air bersih, dan komunikasi,” jelasnya.
Berdasarkan identifikasi lapangan tersebut, BAZNAS segera mendirikan sejumlah dapur umum. Di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, dapur umum PTPN 5 Simarpinggan mampu menghasilkan hingga 1.950 bungkus makanan per hari bagi sekitar 630 jiwa. Sementara itu, dapur umum di Masjid An-Nursina, Tapanuli Tengah, menyiapkan 600 bungkus makanan setiap proses produksi. Seluruh operasi dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas mulai dari belanja logistik di Pasar Sibolga, proses memasak, hingga pendistribusian ke titik-titik pengungsian.
Tantangan lain yang cukup signifikan adalah terputusnya jaringan komunikasi. Berbekal pengalamannya di berbagai zona krisis internasional, Taufiq segera menghadirkan solusi dengan mendatangkan perangkat internet satelit Starlink dari Jakarta.
“Konektivitas adalah kunci koordinasi. Seperti halnya di Turki maupun kamp pengungsian, teknologi berbasis satelit menjadi pilihan saat infrastruktur darat lumpuh,” terangnya. Ia juga memastikan ketersediaan bahan bakar bagi genset, meski harus menghadapi antrean panjang di SPBU.
Kecakapan Taufiq dalam memimpin tidak hanya terbentuk dari pengalaman lapangan global, tetapi juga pembinaan karakter di dalam negeri. Ia merupakan salah satu dari 500 ‘zakat warrior’ BAZNAS yang mengikuti Diklat Bela Negara di Rindam Jaya, Jakarta—program yang mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan pesantren dengan prinsip ketangguhan ala militer.
“Diklat itu membentuk kami sebagai amil yang tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan perubahan sosial,” ungkap Taufiq, yang mencerminkan karakter amil dengan ketangguhan fisik sekaligus keteduhan akhlak.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya membangun amil yang memiliki daya juang tinggi. Sosok Taufiq menjadi salah satu contoh nyata penerapan visi tersebut. Kombinasi pelatihan karakter dan pengalaman internasional menjadikannya pemimpin lapangan yang sigap, fokus, dan berintegritas di tengah situasi genting.
Tugas kemanusiaannya di Sumatera Utara menjadi babak baru dalam perjalanan panjang seorang “prajurit filantropi”. Taufiq menunjukkan bahwa pengalaman dari berbagai krisis global dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat Indonesia. Dari garis depan kemanusiaan dunia hingga pelosok Tapanuli, Taufiq bersama para ‘zakat warrior’ BAZNAS terus menorehkan kiprah kemanusiaan: menghadirkan pertolongan dengan semangat patriotisme dan kepedulian tanpa batas.
Berita Lainnya
BAZNAS Demak Hadirkan Kebahagiaan bagi 16 Anak Yatim Piatu di Desa Jatisono
BAZNAS Demak Uji Wawancara Lisan Peserta Seleksi Beasiswa Mahasiswa Produktif 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Hewan Dam Jemaah Haji 2026 untuk Pemberdayaan Mustahik Lokal
Sinergi Kebaikan, BAZNAS Demak Salurkan Santunan untuk 4.000 Lebih Anak Yatim di Bulan Asyura 1448H
Gandeng Pemkab dan MUI, BAZNAS Demak Salurkan Santunan untuk Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa
Pelepasan Mahasiswa Produktif Periode 2025 : Tingkatkan Kualitas SDM, Tekankan Pentingnya Kemandirian
BAZNAS Kabupaten Demak Buka Seleksi Beasiswa Santri Tahfidz 1448 H/2026 M, Pendaftaran Dibuka 20–22 Juli 2026
Implementasi Nyata Nilai Pancasila, BAZNAS Demak Salurkan Modal Usaha di Momen Hari Lahir Pancasila
BAZNAS Demak Salurkan Kaki Palsu untuk Warsidi, Warga Wonosalam yang Tangguh
BAZNAS Demak dan Pemkab Santuni Yatim Piatu pada Peringatan 1 Muharram 1448 H
Mudahkan Ibadah, BAZNAS dan BSI Luncurkan Fitur Digital Pembayaran DAM Haji serta Kurban di Aplikasi BYOND
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Mahasiswa Produktif BAZNAS Kabupaten Demak Angkatan 4 Tahun 2026
Wujud Kepedulian, BAZNAS RI Salurkan Santunan bagi Keluarga Korban Tragedi Kereta di Bekasi
Sinergi BAZNAS dan BPBD Demak Gelar Edukasi Program Mantab di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono
BAZNAS, Kemenag, dan Bappenas Resmi Integrasikan DTSEN untuk Optimalisasi Penyaluran ZIS-DSKL

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.
Lihat Daftar Rekening →