Perkuat Layanan Mustahik, BAZNAS RI Terapkan Tata Kelola Berbasis Sistem Berkelanjutan
15/10/2026 | Penulis: humas-baznas demak
Rakornas BAZNAS 2026: Dorong Tata Kelola Sistemik & Profesional
Berita Nasional
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen memperkuat tata kelola pengangkatan dan operasional kelembagaan berbasis sistem secara berkelanjutan. Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan seluruh proses bisnis zakat—mulai dari penghimpunan hingga penyaluran—tetap berjalan konsisten serta menjamin layanan bagi para mustahik tidak bergantung pada keberadaan sosok atau pimpinan tertentu.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Pimpinan Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional BAZNAS RI, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Forum strategis tahunan ini dihadiri oleh 1.300 perwakilan BAZNAS dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dalam pemaparannya, Mahdum menekankan pentingnya membangun fondasi kelembagaan yang kokoh agar keberlangsungan program zakat tidak terganggu oleh pergantian personel maupun kepemimpinan di semua tingkatan.
"Jangan sampai karena kita tidak ada, BAZNAS kemudian turun penghimpunannya, atau pesantren dan rumah sakit tertentu tidak mendapat alokasi dari BAZNAS," tegas Mahdum.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transparansi dan kepastian operasional yang ditopang oleh sistem berkelanjutan akan menjamin bantuan zakat dapat diterima oleh penerima manfaat secara tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan tata kelola yang terintegrasi, potensi penurunan performa lembaga saat terjadi transisi kepemimpinan dapat diminimalisasi secara optimal.
Tak hanya mengenai penguatan sistem, Mahdum juga menyoroti pentingnya kepekaan dan dinamika pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) amil melalui mekanisme rotasi jabatan. Menurutnya, pemindahan posisi amil secara berkala sangat krusial untuk mencegah stagnasi karier sekaligus memperkaya pengalaman amil dalam menangani berbagai tantangan di lapangan.
"Semakin banyak orang-orang yang hebat itu terdistribusi cepat, karena semakin banyak kompleks persoalan yang dia hadapi, maka amil akan semakin hebat," ujar Mahdum.
Melalui penerapan tata kelola berbasis sistem dan penguatan kapasitas amil yang solid di seluruh Indonesia, BAZNAS RI optimistis mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas jangkauan kebaikan zakat bagi kemaslahatan umat.
Berita Lainnya
Seminar Nasional BAZNAS: Optimalisasi Zakat Pertanian Desa Jatisono Demak Jadi Teladan Nasional
Sinergi Penguatan ZIS, BAZNAS Kabupaten Demak Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jepara
Wujud Kepedulian Umat, BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Mranggen
Dirjen Bimas Islam Puji Kecepatan BAZNAS Bantu Korban Bencana
Integrasi DTSEN Kunci Penyaluran Zakat BAZNAS Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak
BAZNAS RI dan Kadin Indonesia Berkolaborasi Optimalisasi ZIS Dunia Usaha dan Pelatihan Pekerja Migran
BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Bantuan Dropping Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Perluas Manfaat bagi Umat, BAZNAS Tetapkan Target Pengumpulan ZIS-DSKL Rp70 Triliun di 2027
Harapan Baru Penyintas Gempa NTT: BAZNAS Bangun Huntara Layak untuk Warga Manggarai Timur
Dukung Pemkab dan Kemenkes Tanggulangi TBC, BAZNAS Demak Hadiri Kunjungan Kerja Wamendagri dan Wamenkes RI
Tingkatkan Dampak Zakat, BAZNAS RI Perluas Jangkauan Sektor Pengumpulan ZIS dan Kelola Loyalitas Muzaki
Seleksi Pimpinan BAZNAS Demak Periode 2026–2031 Resmi Dibuka
Potensi Zakat Pertanian Capai Rp326,9 Miliar, BAZNAS Luncurkan Buku Pemetaan untuk Perkuat Ekonomi Desa
Hadir di Rakornas BAZNAS 2026, Danantara Tekankan Pentingnya Kepercayaan Masyarakat dalam Penghimpunan Zakat
Sinergi Membangun Desa, BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Bantuan dalam Pembukaan TMMD 2026

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.
Lihat Daftar Rekening →