WhatsApp Icon

BAZNAS RI Dorong Optimalisasi ZIS Daerah Melalui 13 Program Prioritas dan Perluasan UPZ

15/10/2026  |  Penulis: humas-baznas demak

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi ZIS Daerah Melalui 13 Program Prioritas dan Perluasan UPZ

BAZNAS RI Ajak Daerah Sukseskan 13 Program Prioritas Umat

Berita Nasional

 

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyukseskan 13 Program Prioritas yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Langkah strategis ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang digelar di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026, sebagai upaya nyata mendukung kesejahteraan umat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Agenda tahunan yang dihiri sekitar 1.300 perwakilan BAZNAS daerah tersebut menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS daerah didorong untuk menghadirkan inovasi program yang produktif, berkesinambungan, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa penentuan titik penyaluran zakat perlu mempertimbangkan berbagai aspek komprehensif, mulai dari usulan masyarakat, kemitraan strategis, hingga prioritas pada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

“Untuk pertimbangan titik penyaluran, bisa berasal dari ajuan publik, kerja sama dengan BAZNAS daerah, lembaga atau organisasi yang sudah memiliki MoU, mitra strategis, serta afirmasi daerah 3T dan kemiskinan ekstrem,” ujar Idy di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Idy menegaskan, penyusunan dan penyaluran program zakat di daerah harus selaras dengan kebijakan nasional, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Asta Cita, serta selaras dengan visi, misi, dan strategi BAZNAS. Setiap perencanaan program hendaknya berpijak pada pembaruan data yang terkurasi, pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat, serta potensi lokal yang ada.

Dalam implementasinya, terdapat tiga skema utama penyaluran yang dapat dikembangkan oleh BAZNAS daerah. Ketiganya meliputi pemberian stimulus untuk mendorong kemandirian penerima manfaat, penerapan prinsip simbiosis mutualisme dalam pelaksanaan program, serta pengembangan inovasi berbasis pengalaman lapangan di masing-masing wilayah.

Selain memperkuat penyaluran, Idy juga mengimbau seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke tingkat desa dan lingkungan kampus guna mengoptimalkan penghimpunan zakat, termasuk potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pada prinsipnya, penyaluran yang berdampak akan meningkatkan pengumpulan. Banyak mitra strategis yang belum dioptimalkan. Kita juga harus mengoptimalkan potensi zakat ASN yang sangat besar. Sayangnya, potensi tersebut belum tercapai. Oleh karena itu, kita harus lebih serius menggali itu,” tegas Idy.

Melalui konsolidasi dan sinergi yang kokoh antara BAZNAS RI dan BAZNAS daerah ini, pengelolaan ZIS secara nasional diharapkan kian efisien, transparan, dan mampu membawa kemaslahatan yang lebih luas bagi kemandirian muzaki dan mustahik di seluruh pelosok negeri.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →