WhatsApp Icon

Sinergi BAZNAS dan BPBD Demak Gelar Edukasi Program Mantab di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono

27/07/2026  |  Penulis: humas-baznas demak

Bagikan:URL telah tercopy
Sinergi BAZNAS dan BPBD Demak Gelar Edukasi Program Mantab di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono

Madrasah Aman Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Demak

Demak (27/07/2026) Upaya memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Bertempat di SMA Islam Miftahul Huda Jatisono, Kecamatan Gajah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak resmi menggelar kegiatan Edukasi Sosialisasi Madrasah Aman Tanggap Bencana (Mantab). Pelaksanaan program strategis ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni mulai tanggal 27 hingga 28 Juli 2026.

Program Mantab yang diinisiasi oleh BAZNAS merupakan sebuah gerakan terpadu untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan satuan pendidikan, mulai dari pemahaman risiko hingga simulasi evakuasi mandiri guna meminimalisir dampak korban jiwa saat terjadi darurat bencana.

Membuka jalannya acara, Kepala Sekolah SMA Islam Miftahul Huda, Bapak Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai mitigasi bencana sangat krusial bagi para siswa sebagai bekal penyelamatan diri sekaligus menanamkan jiwa kemanusiaan sejak dini.

"Ilmu tanggap bencana melalui program Mantab ini sangat penting bagi para siswa kami agar mereka memiliki kesadaran dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar," ujar Bapak Abdul Wahid.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, S.I.P. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa program Madrasah Aman Tanggap Bencana ini selaras dengan pilar utama BAZNAS melalui program Demak Peduli Tanggap Bencana, yang mencakup penanganan berbagai musibah seperti kebakaran, angin puting beliung, hingga banjir yang kerap melanda wilayah setempat. Pihaknya berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepekaan sosial tinggi.

"Kami berharap program ini mampu mencetak relawan-relawan yang tanggap disaat kebencanaan. Tanggap kebencanaan tidak serta-merta didapat dari ilmu di sekolah saja, akan tetapi timbul sendiri dari hati, rasa kepedulian, empati, dan kesigapan," tegas H. Bambang Soesetiarto.

Sinergi lintas instansi ini semakin diperkuat dengan kehadiran Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, yang turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, beliau memberikan edukasi komprehensif mengenai spektrum kebencanaan, mulai dari pemahaman definisi bencana, langkah-langkah mitigasi pada fase pra-bencana, penanganan tanggap darurat saat bencana terjadi, hingga pemulihan pada pasca-bencana. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi relawan dari unsur masyarakat dan peserta didik.

"Semoga dengan sosialisasi edukasi program madrasah tanggap bencana ini, ilmu yang disampaikan dapat ditularkan kepada siswa lain, ataupun dapat diaplikasikan penanganannya di saat situasi musibah kebencanaan seperti banjir, kebakaran, puting beliung, dan lain-lain," pesan Agus Sukiyono.

Sebagai penutup rangkaian agenda hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan teknis mendalam mengenai mitigasi risiko kebencanaan. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Demak, Bapak Rezki Sulityono Soedibyo, bersama jajaran Amil Pelaksana BAZNAS Demak yang telah memiliki kompetensi serta sertifikasi resmi di bidang mitigasi risiko kebencanaan. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori dasar penanggulangan bencana, tetapi juga memiliki keterampilan taktis dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →