WhatsApp Icon

BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026

27/08/2026  |  Penulis: humas-baznas demak

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kabupaten Demak Salurkan Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026

Bantuan Pendidikan Santri Tahfidz BAZNAS Kabupaten Demak Tahun 2026

Demak, 27 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026. Bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Demak, bantuan pendidikan tersebut disalurkan kepada 40 santri penghafal Al-Qur’an yang berasal dari sejumlah pesantren di Kabupaten Demak, dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp120.000.000.

Program Beasiswa Santri Tahfidz merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Demak di bidang pendidikan. Program ini ditujukan untuk memberikan dukungan kepada para santri yang tengah menempuh proses menghafal Al-Qur’an, sehingga mereka dapat menjalani pendidikan dan proses tahfidz dengan lebih baik. Selain memberikan bantuan pendidikan, program ini juga menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada tahun 2026, jumlah penerima Beasiswa Santri Tahfidz mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada periode sebelumnya penerima tidak lebih dari 30 santri, tahun ini BAZNAS Kabupaten Demak memberikan dukungan kepada 40 santri.

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Demak, Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Administrasi Umum, Drs. H. Saerozi, M.SI., dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah penerima beasiswa. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan sebuah anugerah sekaligus bentuk perhatian terhadap para santri yang sedang berjuang menghafalkan Kalamullah.

“Bersyukur kepada Allah, di tahun sebelumnya penerima Beasantri Tahfidz tidak lebih dari 30, dan alhamdulillah tahun 2026 penerima Beasantri Tahfidz bertambah menjadi 40 santri. Itu merupakan sebuah anugerah,” ujar Saerozi.

Ia berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak hanya memandang program tersebut dari sisi bantuan yang diterima, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk semakin bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan yang mulia sehingga proses menghafal harus dijalani dengan kesungguhan dan istiqamah.

“Jangan berpikir yang di luar dulu. Penghafal Al-Qur’an nanti akan menjadi mutiara-mutiara. Hafalan Al-Qur’an itu tidak sembarang. Penghafal Al-Qur’an harus selesai, jangan berhenti di tengah jalan,” pesannya.

Lebih lanjut, Saerozi menekankan pentingnya istiqamah dalam menjaga hafalan. Para santri diminta untuk senantiasa menaati aturan yang telah ditetapkan oleh guru dan pesantren. Nasihat dari guru, menurutnya, harus diterima sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan keberhasilan seorang santri dalam menuntut ilmu.

“Cara istiqamah itu salah satunya tunduk kepada aturan guru dan pesantren. Apa yang dikatakan guru itu nasihat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan sebuah amanah besar. Ketika ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan dengan pikiran, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan, maka Al-Qur’an diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih baik.

“Jenengan makhluk pilihan yang dimuliakan Allah SWT, calon penghuni surga. Dari niat yang mungkin terpaksa hingga menjadi tawakal dari hati seseorang. Termasuk Al-Qur’an hidup, Al-Qur’an sudah masuk pikiran dan hati. Maka harus dijaga menjadi baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan pentingnya memuliakan para penghafal dan ahli Al-Qur’an. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an harus tercermin dalam keseharian, baik melalui membaca, menghafal, memahami, maupun mengamalkannya.

Saerozi juga mengingatkan bahwa setiap perjuangan dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an memiliki nilai ibadah. Bahkan bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam membaca atau menghafal, tetapi tetap bersungguh-sungguh dan istiqamah, terdapat keutamaan dan pahala yang besar.

“Barang siapa membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam menghafal, tetapi dia istiqamah dalam menghafal, dia mendapat pahala yang besar,” jelasnya.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat bagi para penerima Beasiswa Santri Tahfidz agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam proses menghafal. Sebab, perjalanan menjadi seorang hafidz dan hafidzah membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan dari lingkungan pendidikan dan keluarga.

Melalui penyaluran Beasiswa Santri Tahfidz Tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Demak berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan pendidikan para santri sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Demak dalam menghadirkan manfaat dana ZIS bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan generasi muda dan mencetak insan yang dekat dengan Al-Qur’an.

BAZNAS Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam gerakan kebaikan dengan menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak infak dan sedekah. Dukungan masyarakat melalui ZIS menjadi kekuatan penting agar berbagai program pendidikan, termasuk Beasiswa Santri Tahfidz, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Demak.

Mari tunaikan zakat dan perbanyak amal kebaikan melalui infak dan sedekah. Bersama BAZNAS Kabupaten Demak, dukung lahirnya generasi Qur’ani dan bantu wujudkan pendidikan yang lebih baik bagi para santri di Kabupaten Demak.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Demak.

Lihat Daftar Rekening →